Selain salat, amalan lain yang dianjurkan adalah memperbanyak doa tolak bala. Salah satu doa yang diajarkan para ulama berbunyi:
اللّهُمَّ إِنِّي أسْأَلُكَ بِأَسْمَائِكَ الحُسْنَى، وَبِكَلِمَاتِكَ التّامّاتِ وَبِحُرْمَةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ - صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - أَنْ تَحْفَظَنِي وَأَنْ تُعَافِيَنِي مِنْ بَلَائِكَ، يَا دَافِعَ البَلاَيَا، يَا مُفَرِّجَ الهَمِّ، وَيَا كَاشِفَ الغَمِّ، اكْشِفْ عَنِّي مَا كُتِبَ عَلَيَّ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مِنْ هَمٍّ أَوْ غَمٍّ؛ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَصَلَّى اللّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا.
Allāhumma innī asaluka bi-asmāika al-ḥusnā, wa bi-kalimātika al-tammāt, wa bi-ḥurmat nabiyyika Muḥammad ṣallallāhu ʿalayhi wa sallam, an taḥfaẓanī wa an tuʿāfiyanī min balāika, yā dāfiʿal-balāyā, yā mufarriǧal-hamm, wa yā kāshifal-ghamm, ikshif ʿannī mā kutiba ʿalayya fī hādhihis-sanah min hamm aw ghamm; innaka ʿalā kulli shay’in qadīr, wa ṣallallāhu ʿalā sayyidinā Muḥammad wa ʿalā ālihī wa ṣaḥbihī wa sallam taslīman.
Artinya:
"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan nama-nama-Mu yang indah, dengan kalimat-kalimat-Mu yang sempurna, dan dengan kemuliaan Nabi-Mu Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, agar Engkau menjaga dan menyelamatkan diriku dari cobaan-Mu. Wahai Zat yang menolak bala, yang melapangkan kesusahan, dan yang mengangkat kesedihan, jauhkanlah dariku segala hal yang telah ditetapkan pada tahun ini berupa duka atau kesulitan. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad, keluarganya, serta para sahabatnya."
Doa ini diyakini sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon keselamatan dan perlindungan kepada Allah SWT.