Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Review 'Project Hail Mary': Film Sains Rumit yang Diam-Diam Mengguncang Emosi
Dok. Sony Pictures
  • Project Hail Mary menampilkan kisah Ryland Grace, seorang guru sains yang terbangun sendirian di luar angkasa dan harus menyelamatkan Matahari dari kehancuran akibat fenomena kosmik misterius.

  • Film ini memadukan sains kompleks dengan emosi manusiawi melalui hubungan hangat antara Ryland dan alien bernama Rocky, menggambarkan empati serta kerja sama lintas spesies secara tulus dan menyentuh.

  • Dengan visual ruang angkasa yang megah dan akting kuat Ryan Gosling, Project Hail Mary hadir sebagai film cerdas, emosional, serta menjadi penyegar di tengah dominasi film hiburan ringan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Setelah menunggu hampir satu bulan karena harus 'mengalah' dengan film Lebaran Tanah Air, Project Hail Mary akhirnya tayang di bioskop. Menggunakan teknologi IMAX, kamu bisa puas menyaksikan Ryland Grace menjelajah ruang angkasa untuk menyelamatkan matahari yang konon sedang sekarat.

Rasanya penantian ini sangat terbayar lunas. Sebab, Project Hail Mary benar-benar diproduksi secara hati-hati, hingga kamu bisa menikmati setiap detiknya dengan begitu menakjubkan. Sudah ada rencana untuk menyaksikan film ini di akhir pekan nanti? Simak dulu review dari POPBELA berikut ini.

Synopsis 'Project Hail Mary' (2026)

Project Hail Mary dibuka dengan kebingungan total. Ryland Grace (Ryan Gosling) terbangun sendirian di sebuah pesawat luar angkasa, jauh dari Bumi, tanpa ingatan siapa dirinya dan mengapa ia ada di sana. Perlahan, potongan-potongan memori kembali, membawa Ryland pada satu kenyataan besar: ia adalah satu-satunya harapan umat manusia untuk menyelamatkan Matahari yang perlahan sekarat akibat fenomena kosmik misterius.

Seiring ingatannya pulih, kita diajak menelusuri bagaimana Ryland—seorang guru sains biasa—akhirnya terpilih untuk menjalankan misi yang nyaris mustahil. Ia harus memecahkan teka-teki ilmiah berskala semesta, sendirian, tanpa kepastian bisa kembali ke Bumi. Film ini tidak terburu-buru menjelaskan semuanya, justru membiarkan penonton menyusun puzzle bersama sang tokoh utama.

Yang membuat kisah ini semakin menarik adalah pertemuan Ryland dengan Rocky, makhluk alien yang ternyata sedang menjalani misi serupa untuk menyelamatkan planetnya sendiri. Dari sinilah Project Hail Mary berubah bukan hanya menjadi film tentang sains dan luar angkasa, tapi juga tentang persahabatan lintas spesies, empati, dan pilihan-pilihan moral yang sunyi tapi berat.

Project Hail Mary
2026
4.1/5
Directed by Phil Lord, Christopher Miller
ProducerRachel O'Connor, Ryan Gosling, Amy Pascal, Christopher Miller, Phil Lord
WriterDrew Goddard
Age Rating13+
GenreCerita Fiksi, Petualangan
Duration157 Minutes
Release Date15-03-2026
Themebased on novel or book, space travel, space mission, alien, space, science teacher, save the planet, inspirational
Production HouseLord Miller, Amazon MGM Studios, Pascal Pictures, Open Invite Entertainment, Waypoint Entertainment
Where to WatchIMAX, XXI Cinemas, CGV Cinemas
CastRyan Gosling, James Ortiz, Sandra Hüller, Lionel Boyce, Milana Vayntrub

Trailer 'Project Hail Mary' (2026)

Cerita yang kompleks tapi penonton diajak untuk meniti di atasnya

Dok. Sony Pictures

Rasanya sudah lama sekali menonton film yang benar-benar menantang penontonnya seperti ini. Project Hail Mary kompleks, iya, tapi bukan kompleks yang bikin pusing atau sok pintar. Alurnya memang penuh istilah ilmiah, teori, dan logika yang berlapis, namun semuanya disajikan dengan ritme yang rapi dan bisa diikuti.

Film ini percaya pada kecerdasan penontonnya. Ia tidak meremehkan, tapi juga tidak menggurui. Setiap penjelasan ilmiah selalu diikat dengan emosi dan urgensi cerita, sehingga sains tidak terasa dingin atau kering. Justru sebaliknya, kita diajak memahami bahwa pengetahuan bisa menjadi alat bertahan hidup.

Tak heran jika film ini bertahan lama di box office. Di tengah banjir film yang sering kali mengandalkan visual semata, Project Hail Mary hadir sebagai pengingat bahwa cerita yang ditulis dengan cerdas dan penuh hati masih sangat dirindukan.

Pujian untuk Ryan Gosling untuk segala upaya kerasnya di proyek ini

Dok. Sony Pictures

Pujian rasanya pantas diarahkan ke Ryan Gosling. Sebagai Ryland Grace, ia tampil jauh dari citra cool atau misterius yang sering melekat padanya. Di sini, Ryan Gosling adalah sosok canggung, cerewet, penuh rasa ingin tahu, dan sangat manusiawi.

Ia berhasil meyakinkan penonton bahwa Ryland adalah orang biasa yang dipaksa menghadapi situasi luar biasa. Ketakutan, keraguan, rasa bersalah, hingga humor kecil yang muncul di tengah kesendirian sehingga semuanya terasa natural. Ryan Gosling membuat kita percaya bahwa seseorang seperti Ryland benar-benar bisa bertahan hidup sendirian di luar angkasa.

Interaksinya dengan Rocky bahkan menjadi salah satu elemen paling hangat dalam film ini. Tanpa banyak dialog konvensional, hubungan mereka berkembang pelan-pelan, tulus, dan surprisingly menggugah secara emosional. Ini adalah performa yang sunyi, tapi sangat kuat.

Jangan lupakan sosok penting lainnya: Rocky

Dok. Sony Pictures

Rocky bukan sekadar gimmick atau karakter pendamping lucu. Ia adalah jantung emosional film ini. Kehadirannya membuka perspektif baru tentang bagaimana makhluk hidup, dari planet mana pun, memiliki naluri yang sama: bertahan hidup dan melindungi yang mereka cintai.

Persahabatan antara Ryland dan Rocky dibangun lewat kepercayaan, kerja sama, dan rasa ingin tahu. Tidak instan, tidak berlebihan, tapi sangat bermakna. Dari hubungan inilah film ini diam-diam berbicara soal empati lintas batas, bahkan lintas spesies.

Ada banyak momen sederhana tapi mengena, ketika dua makhluk yang bahkan tidak berbagi bahasa yang sama justru bisa saling memahami. Dan di situlah Project Hail Mary terasa sangat hangat, meski berlatar kehampaan luar angkasa.

Takjub dengan visual ruang angkasa yang sunyi nan megah

Dok. Sony Pictures

Dari sisi visual, film ini benar-benar memanjakan mata. Phil Lord dan Christopher Miller berhasil menghadirkan ruang angkasa yang tidak hanya indah, tapi juga terasa sepi dan menekan. Kekosongan kosmos terasa nyata, membuat kesendirian Ryland semakin terasa.

Sinematografinya tidak berlebihan, tapi sangat presisi. Cahaya bintang, interior pesawat, hingga detail kecil di ruang sempit semuanya ditata dengan penuh perhatian. Ada rasa takjub, tapi juga rasa kecil. Hal ini seolah kita diingatkan betapa rapuhnya manusia di semesta yang begitu luas.

Visual ini tidak berdiri sendiri. Ia selalu mendukung cerita dan emosi, bukan sekadar pajangan. Setiap gambar terasa punya tujuan, memperkuat rasa tegang, harapan, atau keputusasaan yang dialami tokoh utama.

Wajib masuk watchlist

Dok. Sony Pictures

Di tengah deretan film Lebaran yang mungkin sudah kamu tonton satu per satu, Project Hail Mary terasa seperti napas segar. Ia menawarkan sesuatu yang berbeda: cerita cerdas, emosional, dan memuaskan secara intelektual maupun perasaan.

Film ini bukan hanya tentang menyelamatkan dunia, tapi juga tentang pilihan, pengorbanan, dan makna menjadi manusia. Ia mengajak kita berpikir, tapi juga diam-diam menyentuh sisi paling lembut dari empati dan persahabatan.

Sebelum kamu melanjutkan maraton film berikutnya, sisihkan waktu untuk Project Hail Mary. Bukan cuma karena ini film sains yang pintar, tapi karena ia mengingatkan kita bahwa harapan bisa datang dari tempat paling tak terduga, bahkan dari luar angkasa.

Editorial Team