Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Profil Olivia Dean, Penyanyi Inggris yang Jadi Headliner LaLaLa Fest 2027
instagram.com/oliviadeano

  • Olivia Dean, penyanyi London berdarah Jamaika-Guyana, mengasah bakat sejak kecil hingga belajar di BRIT School dan memulai karier lewat single debut pada 2018.

  • Kariernya berkembang melalui album Messy (2023) dan The Art of Loving (2025); lagu “Man I Need” mencapai peringkat empat Billboard Global 200.

  • Olivia Dean diumumkan sebagai headliner LaLaLa Fest 2027, tampil 17 Januari di ICE BSD City; penampilan ini menjadi panggung perdananya di Asia Tenggara.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Olivia Dean sempat melejit berkat lagu “So Easy (To Fall In Love)” yang viral dan menuai pujian global. Suara lembutnya berpadu dengan lirik jujur menjadikannya ikon baru pop-soul modern, sementara penampilannya di Saturday Night Live bersama Glen Powell menegaskan langkah besarnya di panggung internasional.

Namun, kesuksesan ini lahir dari perjalanan panjang. Dari gadis London berdarah Jamaika-Guyana hingga peraih sukses lewat album The Art of Loving (2025). Terbaru, ia dikabarkan akan menjadi headliner LaLaLa Fest 2027. Kalau ingin tahu profil Olivia Dean selengkapnya, mari simak dalam artikel berikut ini, Bela!

1. Latar belakang Olivia Dean

Instagram.com / oliviadeano

Olivia Lauryn Dean lahir pada 14 Maret 1999 di Haringey, London, dari ibu berdarah Jamaika–Guyanese dan ayah asal Inggris. Ia dibesarkan di Highams Park dalam keluarga yang hangat dan mencintai musik. Sang ayah kerap menari bersamanya di dapur sambil memutar lagu-lagu favorit. Neneknya merupakan bagian dari generasi Windrush, dan nama tengahnya, “Lauryn”, diambil dari musisi legendaris Lauryn Hill, yang kemudian menjadi inspirasinya dalam bermusik.

Bakat Olivia sudah tampak sejak kecil. Ia pernah mengikuti lomba menyanyi di sekolah dasar, sempat menangis karena gugup, namun tetap berhasil meraih juara dua. Pengalaman itulah yang menumbuhkan keberaniannya. Seiring waktu, ia mulai menekuni teater musikal, bergabung dalam paduan suara gospel, dan di usia 15 tahun diterima di BRIT School, sekolah bergengsi yang juga melahirkan Adele dan Amy Winehouse. Di sanalah Olivia mulai serius mengasah kemampuan menulis lagu dan tampil di panggung.

2. Perjalanan karier Olivia Dean

Instagram.com / oliviadeano

Olivia mulai menulis lagu pada usia 16 tahun, belajar gitar dan piano secara otodidak, dan tampil di konser kelulusan yang mempertemukannya dengan manajer Emily Braham. Ia kemudian direkrut sebagai penyanyi latar Rudimental dan tampil di Sziget Festival 2017 di hadapan lebih dari 16 ribu penonton. Setahun kemudian, ia merilis single debut “Reason to Stay” dan “OK Love You Bye”, yang membawanya menandatangani kontrak dengan AMF Records (EMI).

EP debutnya, OK Love You Bye (2019), direkam di pub kecil yang disulap menjadi studio di East London, diikuti oleh What Am I Gonna Do On Sundays? (2020). Musiknya mulai dikenal karena liriknya yang jujur dan sentuhan soul yang lembut. Tahun 2021, ia dinobatkan sebagai Breakthrough Artist of the Year oleh Amazon Music, lalu pada 2023 meraih BBC Music Introducing Artist of the Year.

3. Olivia Dean mulai dikenal lewat album debut 'Messy'

Instagram.com / oliviadeano

Album debutnya, Messy (2023), menandai tonggak penting dalam kariernya. Dengan aransemen yang hangat dan lirik reflektif, album ini menuai banyak pujian dan membuka jalan bagi penampilan besar, termasuk di Glastonbury Festival 2024.

Pada tahun yang sama, masih dalam bahasan profil Olivia Dean, ia merilis sejumlah lagu populer seperti “Time”, “You Can’t Hurry Love” (cover The Supremes), dan “Touching Toes”. Ia berhasil menempatkan dirinya di antara penyanyi muda Inggris yang paling menjanjikan berkat perpaduan soul klasik dan pop modern yang khas.

4. 'The Art of Loving' dan puncak karier Olivia Dean

Instagram.com / oliviadeano

Tahun 2025 menjadi tahun emas Olivia Dean. Ia merilis lagu “It Isn’t Perfect But It Might Be” untuk film Bridget Jones: Mad About the Boy dan tampil sebagai pembuka tur Sam Fender – People Watching Tour di stadion besar seperti London Stadium dan St James’ Park. Kolaborasi mereka lewat lagu “Rein Me In” menembus Top 10 UK Singles Chart.

Kesuksesannya berlanjut dengan rilis album kedua, The Art of Loving (2025), yang berisi lagu-lagu seperti “Nice to Each Other”, “Lady Lady”, dan “Man I Need”. Lagu terakhir menjadi hit internasional, mencapai #4 Billboard Global 200, dan menjadikan Olivia salah satu bintang pop-soul terbesar masa kini. Ia juga tampil di Saturday Night Live bersama Glen Powell, menandai debut televisi globalnya yang bersejarah.

5. Kesibukan Olivia Dean di luar musik

Instagram.com / oliviadeano

Olivia Dean dikenal dengan gaya musik yang menggabungkan soul klasik, pop modern, dan nuansa jazzy, mencerminkan pengaruh besar dari Lauryn Hill, Amy Winehouse, Adele, Carole King, dan The Supremes. Musiknya sering disebut sebagai kombinasi antara “balada patah hati yang menghancurkan” dan “lagu cinta diri yang menguatkan.”

Di luar musik, Olivia aktif di dunia mode, menjadi brand ambassador Chanel, dan akan menjadi wajah baru Burberry Her pada 2026. Ia juga dikenal sebagai feminis vokal, terinspirasi oleh sang ibu yang menjabat sebagai wakil pemimpin Partai Kesetaraan Perempuan Inggris, sekaligus perempuan kulit hitam pertama yang menduduki posisi itu di Eropa. Meski kini berstatus bintang internasional, Olivia tetap rendah hati dan kerap terlihat mendukung klub sepak bola kesayangannya, West Ham United, warisan dari sang ayah.

6. Pencapaian dan penghargaan yang diraih Olivia Dean

Instagram.com / oliviadeano

Olivia Dean semakin menegaskan posisinya di kancah musik internasional. Setelah album debut Messy (2023), ia sukses menjalani Messy Tour di Inggris dan Eropa (2024), lalu melanjutkan dengan The Art of Loving Live Tour (2026) yang menjangkau Eropa, Amerika Utara, dan Australia, membuktikan pesonanya sebagai performer yang autentik dan energik.

Prestasinya juga diakui lewat berbagai penghargaan. Ia meraih Best Pop/R&B/Soul/Jazz Video – Newcomer di UK Music Video Awards 2025 untuk lagu “Nice to Each Other”, serta sebelumnya dinobatkan sebagai Breakthrough Artist of the Year oleh Amazon Music (2021) dan BBC Music Introducing Artist of the Year (2023). Dengan pencapaian ini, Olivia Dean kini menjadi salah satu musisi muda paling berpengaruh di era pop-soul modern, menghadirkan musik yang memikat sekaligus kisah hidup yang inspiratif.

7. Olivia Dean jadi headliner LaLaLa Fest 2027

instagram.com/oliviadeano

Terbaru, Olivia Dean baru saja diumumkan akan menjadi headliner di festival musik LaLaLa Fest. Ia dijadwalkan tampil pada 17 Januari 2027 di ICE BSD City setelah tampil di LaLaLa Fest Manila.

LaLaLa Fest 2027 di Jakarta juga akan menampilkan beberapa musisi lainnya, di antaranya St Vincent, Jungle, Mali, dan Rimba. Tampilnya pelantun "So Easy (To Fall in Love)" ini juga menjadi panggung perdana Olivia Dean di Asia Tenggara.

Itu dia profil Olivia Dean yang kembali disorot usai diumumkan jadi headliner LaLaLa Fest 2027. Sudah tidak sabar menantikan penampilannya, Bela?

Curated For You

Editorial Team

Related Article