Instagram.com / kaksetosahabatanak
Nama Kak Seto kembali menjadi sorotan usai Aurélie Moeremans merilis buku Broken Strings yang mengungkap dugaan child grooming saat dirinya masih berusia 15 tahun. Kasus tersebut disebut pernah dilaporkan ke lembaga perlindungan anak pada 2009–2010, ketika Kak Seto masih memimpin Komnas Perlindungan Anak. Menanggapi hal itu, Kak Seto menyampaikan klarifikasi melalui Instagram Story pada 13 Januari 2026. Ia meminta publik tidak terburu-buru menarik kesimpulan.
“Mohon kepada para sahabat semua, kiranya kita dapat menyikapi kembali pemberitaan terkait kasus tersebut dengan kepala dingin dan hati yang jernih, tanpa memelintir fakta ke arah pemahaman yang keliru,” tulisnya dalam Instagram Story @kaksetosahabatanak, pada Selasa (13/01/2026).
Kak Seto menegaskan pihaknya telah menjalankan peran sesuai kewenangan saat itu.
“Pada masanya, kami telah berupaya semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan dan tanggung jawab kami saat itu,” ujarnya.
Ia berharap pengangkatan kembali kasus lama tidak menjadi ruang saling menyalahkan dan mengajak publik tetap fokus pada isu perlindungan anak.
“Saat ini, kita masih dihadapkan pada begitu banyak persoalan anak di tanah air. Masih banyak pekerjaan rumah yang membutuhkan perhatian, kepedulian, dan kerja bersama secara sukarela serta profesional,” pungkasnya.
Perkembangan kasus ini masih terus menjadi perhatian publik, seiring munculnya berbagai sudut pandang dan klarifikasi dari pihak-pihak yang merasa terkait. Publik pun diimbau untuk terus menyimak kabar selanjutnya dengan sikap bijak, empati, dan mengedepankan kepentingan terbaik bagi perlindungan anak.