Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Potret Penampilan Bad Bunny Sebagai Headliner di Super Bowl Halftime 2026
Business Insider

Intinya sih...

  • Jersey “Ocasio 64” penuh spekulasi

  • Lady Gaga turut menari salsa bersama Bad bunny

  • Deretan cameo selebritas dunia

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Penampilan Bad Bunny sebagai headliner di Super Bowl Halftime 2026 pada 9 Februari 2026 menjadi salah satu momen paling bersejarah dalam ajang olahraga terbesar Amerika Serikat. Tampil di Levi’s Stadium, Santa Clara, California, musisi asal Puerto Rico ini selama 14 menit di panggung halftime show Super Bowl LX menyuguhkan bukan hanya deretan lagu hits, tetapi juga pertunjukan yang sarat makna budaya, identitas, dan pesan persatuan, diperkuat dengan kehadiran bintang dunia seperti Lady Gaga, Cardi B, hingga Pedro Pascal.

Di balik kemegahan visual dan tata panggung bernuansa Puerto Rico, tersimpan banyak detail simbolis yang mudah terlewat saat siaran langsung. Mulai dari kostum yang dikenakan, momen pernikahan sungguhan di atas panggung, hingga pesan penutup tentang cinta dan persatuan, seluruh elemen merangkai narasi tentang Puerto Rico, Amerika, dan keberagaman budaya di dalamnya. Penasaran? Simak potret penampilan Bad Bunny sebagai headliner di Super Bowl Halftime 2026 berikut ini, Bela!

1. Jersey “Ocasio 64” yang penuh spekulasi

Business Insider

Bad Bunny, yang memiliki nama asli Benito Antonio Martínez Ocasio, tampil mengenakan jersey sepak bola putih dengan nama “Ocasio” dan angka “64” di bagian depan. Angka ini langsung memicu berbagai spekulasi di media sosial. Ada yang mengaitkannya dengan referensi personal, musik, hingga tragedi Hurricane Maria di Puerto Rico. Meski demikian, hingga kini belum ada penjelasan resmi dari Bad Bunny mengenai arti pasti angka tersebut, menjadikannya simbol terbuka yang memancing diskusi publik.

2. Lady Gaga turut tampil, lihai menari salsa

Business Insider

Penampilan Bad Bunny di Super Bowl LX semakin berkesan dengan hadirnya sejumlah selebritas dunia yang memperkuat pesan keberagaman dan solidaritas budaya. Salah satu momen paling mencuri perhatian datang dari Lady Gaga, yang tampil mengenakan gaun biru dan membawakan versi salsa dari lagu hit “Die With a Smile”.

Penampilan tersebut menjadi kejutan tersendiri, menghadirkan perpaduan musik pop global dengan ritme Latin yang kental. Kehadiran Lady Gaga tidak hanya menambah daya tarik visual pertunjukan, tetapi juga menunjukkan dukungannya terhadap konsep budaya dan identitas Latino yang menjadi inti dari penampilan Bad Bunny.

3. Deretan cameo selebritas dunia

Billboard

Selain Lady Gaga, panggung halftime show juga dimeriahkan oleh Ricky Martin, musisi legendaris asal Puerto Rico, yang membawakan lagu “Lo Que Le Pasó a Hawaii”. Lagu ini dikenal sebagai pengingat akan pentingnya menjaga budaya dan identitas agar tidak tergerus oleh perubahan zaman.

Kamera juga menyorot kehadiran sejumlah figur publik lainnya, seperti Pedro Pascal, Cardi B, Karol G, Jessica Alba, dan Young Miko, yang terlihat menari dan menikmati suasana pertunjukan. Tak kalah bermakna, Toñita—pemilik Caribbean Social Club di Williamsburg—muncul secara singkat untuk menyerahkan minuman kepada Bad Bunny di atas panggung. Gestur sederhana ini menjadi simbol kuat keberlangsungan komunitas Puerto Rico di New York serta mempertegas pesan kebersamaan yang diusung sepanjang pertunjukan.

4. Pernikahan nyata di tengah pertunjukan

Business Insider

Salah satu momen paling mengejutkan adalah pernikahan sungguhan yang terjadi di tengah penampilan. Sepasang kekasih benar-benar menikah di atas panggung Super Bowl. Menurut sumber liga, pasangan tersebut awalnya mengundang Bad Bunny ke pernikahan mereka. Alih-alih datang sebagai tamu, Bad Bunny justru mengundang mereka untuk melangsungkan pernikahan di hadapan jutaan penonton.

5. Sepak bola bertuliskan “Together, We Are America”

Business Insider

Menjelang akhir pertunjukan, Bad Bunny beralih ke bahasa Inggris dan mengucapkan “God Bless America”. Ia kemudian menyebutkan negara-negara di Amerika Selatan, Tengah, hingga Utara, sementara para penari membawa bendera masing-masing negara. Momen ini ditutup dengan Bad Bunny mengangkat sebuah bola football bertuliskan “Together, We Are America” sebelum membantingnya ke lapangan, sebagai simbol persatuan lintas negara dan budaya.

6. Tiang listrik dan lagu “El Apagón”

Business Insider

Saat membawakan “El Apagón”, Bad Bunny secara visual menyoroti isu pemadaman listrik yang sering terjadi di Puerto Rico. Para penari berpakaian seperti jíbaros—petani tradisional Puerto Rico—memanjat tiang listrik yang memercikkan api dan ledakan kecil. Adegan ini merepresentasikan krisis infrastruktur yang telah lama dialami pulau tersebut, terutama setelah badai besar.

7. Penari yang menyamar sebagai tanaman

Business Insider

Untuk menghadirkan lanskap hijau khas Vega Baja, tempat Bad Bunny dibesarkan, panggung dipenuhi elemen alam. Namun, aturan NFL membatasi penggunaan properti beroda demi melindungi rumput stadion. Sebagai solusi kreatif, para penari justru mengenakan kostum menyerupai tanaman, menciptakan ilusi alam yang hidup tanpa melanggar aturan teknis.

8. Simbol kebanggaan Boricua

Business Insider

Sepanjang pertunjukan, berbagai simbol khas Puerto Rico ditampilkan, seperti ladang tebu, gerobak piragua, dan casita, rumah tradisional yang menjadi ciri khas visual dalam konser Bad Bunny. Elemen-elemen ini menegaskan identitas Boricua dan membawa suasana kampung halaman ke tengah stadion NFL.

9. Pesan Billboard penutup yang kuat

Business Insider

Saat kembang api menyala di langit, layar stadion menampilkan pesan: “The only thing more powerful than hate is love.” Kalimat ini menggemakan pernyataan Bad Bunny dalam pidato penerimaan Grammy sebelumnya, di mana ia menegaskan bahwa komunitas Latino adalah manusia dan bagian dari Amerika. Pesan tersebut menutup pertunjukan dengan seruan cinta, persatuan, dan kemanusiaan.

Secara keseluruhan, penampilan Bad Bunny di Super Bowl LX menjadi surat cinta untuk Puerto Rico sekaligus ajakan melihat Amerika sebagai ruang budaya yang beragam dan saling terhubung. Tanpa kritik politik terbuka, ia menyampaikan pesan identitas, sejarah, dan solidaritas melalui simbol visual dan pilihan artistik di atas panggung.

Penampilan tersebut juga memicu reaksi politik. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengkritik penggunaan bahasa Spanyol dalam halftime show, menyoroti kontras antara pesan persatuan yang diusung Bad Bunny dan perdebatan yang masih berlangsung di Amerika Serikat mengenai identitas serta keberagaman budaya.

Editorial Team