Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
perbedaan Imlek dan Tahun Baru Masehi
pexels.com/熊大 旅遊趣

Intinya sih...

  • Perbedaan terlihat pada sistem penanggalannya. Tahun Baru Masehi mengikuti kalender Gregorian, sementara Imlek didasarkan pada kalender Lunisolar.

  • Imlek punya makna spiritual yang kuat berkaitan dengan tradisi leluhur dan doa untuk keberuntungan, sedangkan Tahun Baru Masehi cenderung bersifat sekuler dan sosial.

  • Di Cina, Imlek dapat berlangsung hingga tujuh hari libur nasional, sementara Tahun Baru Masehi biasanya hanya ditetapkan sebagai libur nasional satu hari.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Meskipun sama-sama merupakan tahun baru, Imlek dan Tahun Baru Masehi ternyata berbeda bagi masyarakat Cina, lho. Tahun Baru Masehi identik dengan kembang api dan hitung mundur tengah malam. Sementara Imlek lebih dekat dengan tradisi berkumpul bersama keluarga.

Imlek bahkan dianggap sebagai perayaan utama daripada Tahun Baru Masehi yang lebih bersifat umum. Lantas, apa saja perbedaan Imlek dan Tahun Baru Masehi untuk orang Cina? Simak jawabannya berikut ini.

1. Sistem penanggalan Imlek vs Tahun Baru Masehi

pexels.com/Tuan Vy

Perbedaan Imlek dan Tahun Baru Masehi yang paling terlihat ialah pada sistem penanggalannya, Bela. Tahun Baru Masehi mengikuti kalender Gregorian yang digunakan secara internasional dan selalu jatuh pada 1 Januari.

Sementara itu, Tahun Baru Imlek didasarkan pada kalender Lunisolar sehingga tanggal perayaannya bisa berubah-ubah setiap tahun. Biasanya, antara akhir Januari hingga pertengahan Februari. Di China, Tahun Baru Masehi sering dianggap sebagai pembuka suasana sebelum perayaan yang lebih besar dan meriah, yakni Imlek.

2. Makna Imlek vs Tahun Baru Masehi

pexels.com/Marjan

Perayaan Tahun Baru Imlek dikenal punya makna spiritual yang kuat berkaitan dengan tradisi leluhur dan doa untuk keberuntungan di tahun baru. Berbagai tradisi saat Imlek seperti memberi angpao, memasang lampion, dan membersihkan rumah mengandung simbol harapan sekaligus keberuntungan.

Sebaliknya, Tahun Baru Masehi cenderung bersifat sekuler dan sosial. Umumnya, tahun baru tersebut menjadi penanda pergantian tahun tanpa ritual khusus. Perayaannya juga diisi dengan hiburan, kumpul-kumpul santai, dan sebagainya.

3. Skala perayaan dan durasi libur Imlek vs Tahun Baru Masehi

pexels.com/RDNE Stock project

Di Cina, Imlek dapat berlangsung hingga tujuh hari libur nasional. Bahkan, bisa lebih lama di beberapa daerah karena tradisi pulang kampung dan acara keluarga. Sebaliknya, Tahun Baru Masehi biasanya hanya ditetapkan sebagai libur nasional satu hari sehingga aktivitas kerja maupun kuliah akan kembali berjalan seperti biasa setelahnya.

Perayaannya pun relatif singkat dan sederhana. Tak heran jika banyak masyarakat Cina lebih menantikan Imlek sebagai tahun baru yang sesungguhnya dibandingkan 1 Januari.

4. Identitas budaya Imlek vs Tahun Baru Masehi

pexels.com/Nick Kwan

Terkait budaya, hal ini juga menjadi perbedaan Imlek dan Tahun Baru Masehi. Imlek dipandang sebagai bagian dari identitas budaya Tionghoa. Sedangkan Tahun Baru Masehi bisa dianggap sebagai bentuk adaptasi budaya global.

Keduanya memiliki makna yang berbeda dalam kehidupan masyarakat Cina. Meski demikian, generasi muda di Cina kini mulai memadukan dua perayaan tersebut. Mereka ikut merayakan Tahun Baru Masehi sekaligus mempersiapkan rumah dan tradisi untuk menyambut Imlek yang penuh makna.

5. Suasana saat Imlek vs Tahun Baru Masehi

pexels.com/Allen Boguslavsky

Jika berada di kota-kota besar seperti Shanghai atau Beijing, perayaan Tahun Baru Masehi biasanya diwarnai dengan acara hitung mundur, pesta kembang api, dan berbagai promo belanja menarik pada pusat perbelanjaan.

Hal ini tentunya sama seperti perayaan Tahun Baru di Indonesia. Suasananya akan tampak meriah, terutama di area perkotaan. Namun, saat Imlek tiba, kondisi kota bisa berubah drastis, lho. Banyak masyarakat akan pulang ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga.

Itu dia lima perbedaan Imlek dan Tahun Baru Masehi bagi masyarakat Tionghoa. Jadi, sekarang sudah tahu bedanya, bukan? Meskipun bukan perayaan utama, masyarakat Cina tetap merayakan tanggal 1 Januari dengan cara tersendiri yang sederhana namun tetap bermakna.

FAQ seputar perbedaan Imlek dan Tahun Baru Masehi

Apa itu Imlek dan Tahun Baru Masehi?

Imlek adalah Tahun Baru menurut kalender Cina, sedangkan Tahun Baru Masehi adalah pergantian tahun menurut kalender Gregorian.

Apakah semua orang merayakan keduanya?

Tahun Baru Masehi dirayakan secara global, sedangkan Imlek khusus dirayakan oleh masyarakat Tionghoa.

Bagaimana cara merayakan Imlek dan Tahun Baru Masehi?

Imlek fokus pada keluarga, makan bersama, memberi angpao, dan ritual tradisional. Sementara Tahun Baru Masehi umumnya dengan pesta, kembang api, dan hitung mundur di malam 31 Desember.

Editorial Team