Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
OTW Day 2: Saling Reinterpretasi Karya, Sekali Lagi
Dok. BOSS Creator
  • OTW Day 2 di Bengkel Space SCBD menampilkan konsep unik pertukaran lagu antarband seperti Mocca, Reality Club, Sore Ze Band, dan Parade Hujan yang saling membawakan karya satu sama lain.
  • Mocca dan Reality Club saling menginterpretasi ulang lagu masing-masing dengan gaya khas mereka, menghadirkan nuansa nostalgia sekaligus penghormatan lintas generasi musisi indie Indonesia.
  • Sore Ze Band dan Parade Hujan menutup malam dengan penampilan penuh emosi, mengenang karya Payung Teduh serta mendiang Ade Paloh dari Sore melalui aransemen syahdu dan visual penghormatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    OTW Day 2 menampilkan konsep pertukaran lagu antarband, di mana Mocca, Reality Club, Sore Ze Band, dan Parade Hujan saling membawakan karya satu sama lain dalam satu rangkaian konser musik.
  • Who?
    Mocca, Reality Club, Sore Ze Band, dan Parade Hujan tampil di panggung. Arina Epiphania dari Mocca serta Fathia Izzati dari Reality Club menjadi sorotan utama dalam penampilan mereka masing-masing.
  • Where?
    Acara berlangsung di Bengkel Space, kawasan SCBD, Jakarta Selatan, yang malam itu dipadati penonton meski cuaca sedang hujan deras.
  • When?
    Kegiatan ini digelar pada hari Senin, 4 Mei 2025, sebagai bagian dari rangkaian acara OTW Day 2 menjelang festival musik Pestapora 2025.
  • Why?
    Pertunjukan ini bertujuan merayakan kreativitas musisi lokal melalui reinterpretasi karya band lain serta memberikan penghormatan kepada sosok-sosok berpengaruh seperti mendiang Ade Paloh dari band Sore.
  • How?
    Masing-masing band membawakan set lagu milik band lain dengan aransemen baru dan visual khas mereka. Penonton turut bernyanyi bersama menciptakan suasana hangat meski hujan mengguyur sejak
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Senin (4/5) memang bukan hari dengan cuaca yang bersahabat. Namun, senang rasanya memiliki kesempatan kedua menyaksikan Mocca dan Reality Club saling bertukar lagu, kemudian disusul Sore Ze Band membawakan Payung Teduh, lalu ditutup dengan Parade Hujan membawakan Sore.

Lineup OTW day 2 adalah kombinasi set Bertukar Lagu Pestapora 2025 yang ingin saya saksikan tahun lalu, tetapi tidak sempat karena beberapa alasan. Berikut keseruan penampilan mereka yang berlangsung di Bengkel Space, SCBD.

Manisnya Mocca membawakan Reality Club

Dok. BOSS Creator

Tahun lalu, saya cuma sempat menonton Mocca membawakan "Elastic Hearts" dan "Is It The Answer". Itu saja sudah cukup membuat saya takjub dengan gaya aransemen ulangnya.

Dalam versi aslinya, lagu-lagu Reality Club memiliki energi muda-mudi perkotaan yang cool berkat riff gitarnya yang menonjol. Namun, sentuhan flute dari Arina Epiphania membuatnya seketika berubah menjadi lagu-lagu yang manis.

Lagu "Anything You Want", misalnya. Lagu cinta yang mendayu ini dibawakan ulang dengan lebih enerjik. Mocca membuat fase ketika seseorang jatuh cinta dan rela memberikan segalanya terasa semudah bernapas.

Meski Mocca adalah band yang jauh lebih senior daripada Reality Club, saya dapat merasakan antusiasme mereka dalam set panggung ini.

Arina selalu menjembatani setiap penampilan dengan kesannya terhadap lagu yang ia bawakan selanjutnya. Tak ketinggalan, mereka juga menggunakan font khas Reality Club sebagai aset visual panggung.

Manggung membawakan set panggung spesial ini di hari ulang tahunnya, Arina mengaku bahagia. Lagu "Happy Birthday" dari Mocca turut diputar sebagai kejutan saat penampilan mereka berakhir.

Setlist Mocca membawakan Reality Club:

  1. "You'll Find Lovers Like You And Me"

  2. "Anything You Want"

  3. "Am I Bothering You?"

  4. "Quick! Love!"

  5. "Alexandra"

  6. "A Sorrowful Reunion"

  7. "Elastic Hearts"

  8. "Is It The Answer"

Nostalgia Reality Club membawakan Mocca

Dok. BOSS Creator

Fathia Izzati mengungkapkan bahwa Mocca adalah panutan Reality Club dalam meniti karier di industri musik Indonesia. Band asal Bandung tersebut membuat mereka percaya bahwa ada ruang bagi band lokal yang berkarya dengan lagu-lagu berbahasa Inggris.

"Dulu aku dengerin Mocca pas aku masih SD. Mocca adalah salah satu band yang lagunya secara keseluruhan berbahasa Inggris juga. Aku pikir kita, at least menurut aku dan kakakku (Faiz Novascotia), setidaknya punya tempat di kancah musik Indonesia," ujarnya.

Lewat OTW day 2, Reality Club sekali lagi berkesempatan menampilkan panggung penghormatan untuk role model mereka. Dalam hal aset visual pun, mereka juga menggunakan font khas Mocca yang penuh warna-warna cerah.

Di tangan Reality Club, lagu-lagu Mocca menjadi sedikit lebih nge-rock tanpa menghilangkan elemen fun-nya. Terutama saat menyanyikan lagu "I Remember", kolaborasi vokal manis Fathia dengan permainan keyboard Faiz membuat penonton langsung kompak nyanyi bareng.

"Semuanya, nyanyi bareng, ya!" ajak Fathia.

Setlist Reality Club membawakan Mocca:

  1. "My Only One"

  2. "Me & My Boyfriend"

  3. "You"

  4. "I Remember"

  5. "The Best Thing"

  6. "You And Me Against The World"

  7. "Secret Admirer"

Syahdunya Sore Ze Band membawakan Payung Teduh

Dok. BOSS Creator

Lagu-lagu Payung Teduh di album Payung Teduh (2010) dan Dunia Batas (2012) bisa dibilang merupakan masterpiece yang tak lekang oleh waktu. Belasan tahun berlalu, "Untuk Perempuan Yang Sedang Di Pelukan" hingga "Akad" masih punya tempat di hati pendengar setianya.

Keputusan untuk menghadirkan kembali panggung Sore Ze Band membawakan Payung Teduh tentu disambut antusias oleh penggemarnya. OTW day 2 terpantau full house meski hujan deras baru saja mengguyur Jakarta di hari Senin!

Meski malam itu Sore Ze Band sudah mengerahkan empat vokalis, suara penonton tak mau ketinggalan menambah euforia set panggung langka ini. Vibes syahdu yang selama ini melekat dengan lagu-lagu Payung Teduh kian terasa karena dinyanyikan beramai-ramai. 

"Mas Is ini jagonya bikin lagu syahdu, ya?" ujar Awan Garnida.

Menariknya, penampilan ini ditutup dengan lagu "Akad" yang kemudian "diombre" dengan line melodi lagu "Sssst..." di bagian outro. Sorakan penonton pun makin terdengar riuh, karena inilah momen yang mereka nantikan.

Setlist Sore Ze Band membawakan Payung Teduh:

  1. "Cerita Tentang Gunung Dan Laut"

  2. "Angin Pujaan Hujan"

  3. "Berdua Saja"

  4. "Resah"

  5. "Di Atas Meja"

  6. "Untuk Perempuan Yang Sedang Di Pelukan"

  7. "Menuju Senja"

  8. "Akad"

Momen fanboying Parade Hujan membawakan Sore

Dok. BOSS Creator

Membawakan lagu-lagu Sore di atas panggung tampaknya memang menjadi mimpi vokalis Parade Hujan, Is. Sejak masih berkuliah di Universitas Indonesia, ia mengaku sudah mengidolakan band ini, terutama mendiang Ade Paloh.

Tak heran panggung bertukar lagu ini juga menjadi ajang penghormatan untuk Ade Paloh yang berpulang pada 19 Maret 2024 lalu. Parade Hujan menampilkan beberapa cuplikan foto dan klip yang berisi wejangan-wejangan dari vokalis sekaligus gitaris Sore tersebut, termasuk saat "Pergi Tanpa Pesan" ditampilkan.

"Ada banget, ya, pressure-nya membawakan lagu-lagu Sore," celetuk Is di sela-sela penampilannya.

Penonton menyambutnya dengan kekehan kecil. Sore memang dikenal memiliki lagu-lagu yang enak didengar, tetapi cukup sulit untuk diulik. Is berterima kasih kepada Awan dan Bemby yang mengizinkan band miliknya untuk membawakan lagu-lagu tersebut.

"Buat gue, Sore memberikan pemandangan yang indah sebagai sebuah band," ujarnya.

Setlist Parade Hujan membawakan Sore:

  1. "Karolina"

  2. "Mata Berdebu"

  3. "Setengah Lima"

  4. "Pergi Tanpa Pesan"

  5. "Merintih Perih"

  6. "Etalase"

  7. "Sssst..."

Apakah kamu menjadi bagian dari keseruan OTW day 2, Bela? Penampil mana yang paling berkesan untukmu?

Editorial Team