Jika kamu tidak berpuasa di hari pertama Ramadan, apakah tetap boleh membaca niat puasa 1 bulan penuh? Jawabannya tetap boleh. Hal ini didasarkan pada penjelasan Syekh Muhammad bin Yusuf al-Ghurnathi, pakar fikih mazhab Maliki, sebagai berikut:
وكفت نية لما يجب تتابعه اللخمي أما ما تجب متابعته كرمضان وشهري الظهار وقتل النفس ومن نذر شيئا بعينه ومن نذر متابعة ما ليس بعينه فالنية في أوله لجميعه تجزئه
Artinya:
"Dan cukup niat sekali untuk puasa yang wajib dilakukan secara terus-menerus. Imam al-Lakhmi mengatakan, Adapun puasa yang wajib dilakukan terus-menerus seperti Ramadan, dua bulan puasa dhihar, puasa denda pembunuhan, orang yang bernazar puasa pada hari tertentu, orang yang bernazar terus-menerus berpuasa yang tidak ditentukan harinya, maka niat di awal mencukupi untuk keseluruhannya."
Pernyataan tersebut diperkuat dengan pendapat Ibnu Rusydi:
ابن رشد وأما ما كان من الصيام يجوز تفريقه كقضاء رمضان وصيامه في السفر وكفارة اليمين وفدية الأذى فالأظهر من الخلاف إذا نوى متابعة ذلك أن تجزئه نية واحدة يكون حكمها باقيا وإن زال عينها ما لم يقطعها بنية الفطر عامدا ، وأما ما لم ينو متابعته من ذلك فلا خلاف أن عليه تجديد النية لكل يوم
Artinya:
"Ibnu Rusydi berkata, adapun puasa yang boleh dipisah seperti qadha Ramadan, puasa Ramadan saat bepergian, denda sumpah, fidyah al-adza (denda bagi orang ihram yang melanggar keharaman saat ihram), maka pendapat yang jelas dari ikhtilaf ulama bahwa bila ia bermaksud melakukan puasa tersebut secara terus-menerus, maka mencukupi baginya satu niat, hukum satu niat tersebut akan menetap meski hilang sosoknya selama tidak diputus dengan niat berbuka puasa secara sengaja. Adapun orang yang tidak berniat melakukannya secara terus-menerus, maka tidak ada ikhtilaf bahwa ia berkewajiban untuk memperbarui niat di setiap harinya." (Syekh Muhammad bin Yusuf al-Ghurnathi al-Maliki, al-Taj wa al-Iklil, juz. 3, hal. 338).
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa seseorang yang baru mulai berpuasa pada hari kedua atau setelahnya tetap boleh berniat untuk satu bulan penuh. Selama masih dalam bulan Ramadan, puasanya dipandang sebagai satu rangkaian ibadah yang utuh.
Namun, perlu kamu catat, syarat membaca niat puasa Ramadan untuk satu bulan penuh ini tidak boleh terputus selama sebulan dengan batalnya puasa. Jika di tengah jalan puasamu terputus karena haid atau sebab lain yang membatalkan, maka niat untuk sebulan penuh harus diulang kembali.