Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mentoring ke Business Matchmaking, Ini Cara Bank Saqu Dukung Solopreneur
Dok. Bang Saqu
  • Bank Saqu menghadirkan Solopreneur Society: The Founders Club sebagai growth ecosystem bagi para founder.
  • Program ini menyediakan insight industri, networking, dan business matchmaking untuk mempertemukan founder dengan peluang bisnis.
  • Bank Saqu juga berkolaborasi dengan IDN dan pelaku industri serta menyediakan solusi finansial, termasuk Saku Kredit hingga Rp30 juta.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2024

Solopreneur Academy melibatkan lebih dari 1.000 solopreneur sejak 2024.

tahun ini

Bank Saqu membawa pendekatan yang lebih luas melalui industry insights, networking, dan business matchmaking.

kini

Program berkembang menjadi growth ecosystem bernama Bank Saqu Solopreneur Society: The Founders Club.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Bank Saqu kembali menghadirkan Solopreneur Society: The Founders Club, sebuah growth ecosystem untuk founder.
  • Who?
    Bank Saqu, para solopreneur dan founder, IDN, Otten Coffee, serta pelaku industri terlibat dalam ekosistem ini.
  • Where?
    per saat ini masih belum diketahui
  • When?
    Program sebelumnya melibatkan lebih dari 1.000 solopreneur sejak 2024. Tahun ini, Bank Saqu membawa pendekatan yang lebih luas.
  • Why?
    Program dihadirkan karena koneksi dan akses terhadap peluang dapat menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang founder.
  • How?
    Melalui industry insights, networking, business matchmaking, kolaborasi dengan pelaku industri, serta solusi finansial bagi nasabah yang memenuhi kriteria.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bank Saqu membuat tempat bernama The Founders Club untuk orang yang punya usaha sendiri. Mereka bisa belajar dari ahli, bertemu teman bisnis, dan mencari kerja sama. Bank Saqu juga bekerja sama dengan IDN dan Otten Coffee. Ada bantuan uang lewat Saku Kredit dan Kredit Modal Kerja untuk nasabah yang memenuhi kriteria.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pengembangan program menjadi growth ecosystem memberi ruang bagi founder untuk memperoleh pengetahuan, koneksi, dan peluang bisnis dalam satu rangkaian dukungan. Kolaborasi dengan IDN, Otten Coffee, dan pelaku industri turut mempertemukan komunitas serta pemahaman industri dengan solusi finansial yang disediakan Bank Saqu bagi nasabah yang memenuhi kriteria.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menjadi solopreneur berarti harus siap mengurus banyak hal sendirian. Mulai dari memikirkan produk, mengatur keuangan, sampai mencari cara agar bisnis bisa terus berkembang. Namun, ketika usaha mulai berjalan, ternyata punya kemampuan bisnis saja belum tentu cukup. Koneksi dan akses terhadap peluang juga bisa menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang founder.

Melihat kebutuhan tersebut, Bank Saqu kembali menghadirkan Bank Saqu Solopreneur Society: The Founders Club. Setelah sebelumnya dikenal sebagai Solopreneur Academy dan melibatkan lebih dari 1.000 solopreneur sejak 2024, program ini kini berkembang menjadi growth ecosystem yang mempertemukan para founder dengan pengetahuan, koneksi, peluang bisnis, hingga solusi finansial.

Tak Lagi Sekadar Tempat untuk Belajar

Dok. Bang Saqu

Kalau sebelumnya program lebih berfokus pada pembelajaran dan penguatan dasar bisnis, tahun ini Bank Saqu membawa pendekatan yang lebih luas. Ada tiga bagian utama yang ditawarkan, yaitu industry insights, networking, dan business matchmaking.

Para founder bisa mendapatkan insight dari praktisi dan expert di empat kategori bisnis, yakni coffeepreneur, food & beverage (F&B), MICE, dan artificial intelligence (AI). Jadi, ilmu yang didapat pun bisa lebih relevan dengan bidang usaha masing-masing.

Ada Business Matchmaking untuk Cari Peluang Kolaborasi

Dok. Bang Saqu

Salah satu hal yang menarik dari program tahun ini adalah adanya business matchmaking. Lewat sesi ini, para founder akan dipertemukan dengan pelaku bisnis yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi usaha mereka.

Bukan sekadar menambah kenalan, pertemuan tersebut diharapkan bisa membuka peluang kerja sama, akses pasar, hingga kesempatan bisnis baru. Dengan begitu, networking yang dilakukan punya peluang untuk berlanjut menjadi sesuatu yang lebih konkret.

Ekosistemnya Melibatkan Banyak Pelaku Bisnis

Dok. Bang Saqu

Untuk memperluas koneksi para founder, Bank Saqu juga berkolaborasi dengan IDN serta berbagai pelaku industri. Salah satunya adalah Otten Coffee yang memiliki ekosistem tersendiri bagi para coffeepreneur.

“Kami melihat bahwa pertumbuhan bisnis tidak hanya membutuhkan pengetahuan, tetapi juga ekosistem yang dapat membuka akses terhadap koneksi dan peluang yang relevan. Melalui kolaborasi dengan Bank Saqu, IDN ingin turut menghadirkan ruang bagi para founder untuk bertukar perspektif, memperluas jaringan, dan menemukan peluang kolaborasi yang dapat mendukung perkembangan bisnis mereka. Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk membangun ekosistem solopreneur yang semakin terhubung dan memberikan dampak nyata bagi para pelaku usaha,” tutur Co-Founder & COO of IDN, William Utomo.

Kolaborasi ini mempertemukan komunitas dan pemahaman industri dengan akses terhadap solusi finansial, sehingga dukungan yang diberikan kepada pelaku usaha bisa lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.

Lengkap dengan Dukungan Finansial

Dok. Bang Saqu

Selain ilmu dan koneksi, kebutuhan finansial tentu nggak bisa dilepaskan dari perjalanan sebuah bisnis. Karena itu, Bank Saqu juga menyediakan sejumlah solusi finansial bagi nasabah yang memenuhi kriteria.

Salah satunya melalui Saku Kredit dengan limit hingga Rp30 juta yang dapat digunakan secara fleksibel. Ada pula Kredit Modal Kerja yang ditujukan untuk membantu kebutuhan modal dan operasional usaha.

Lewat Solopreneur Society: The Founders Club, Bank Saqu pun ingin menunjukkan bahwa perjalanan membangun bisnis nggak harus dilakukan sendirian. Setelah belajar dan membangun fondasi, kini para solopreneur punya kesempatan untuk terhubung dengan lebih banyak orang, menemukan peluang baru, dan tumbuh bersama.

Curated For You

Editorial Team

Related Article