Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Bad Bunny.jpeg
Billboard.com

Intinya sih...

  • Bad Bunny meraih kesuksesan besar setelah tampil di Halftime Super Bowl Show dan membawa pulang Grammy.

  • Lagu-lagu hitsnya seperti "I Like It" dan "Safaera" mencerminkan kebanggaan budaya Latin dan pengaruh musiknya di kancah global.

  • Lirik lagu-lagunya menggambarkan perasaan manusiawi, nostalgia, kesedihan, dan kekuatan emosional yang memicu tren viral di TikTok.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tak berlebihan jika POPBELA mengatakan jika awal tahun ini adalah tahunnya Bad Bunny. Setelah berhasil membawa pulang Grammy (ingat dong bagaimana ekspresinya yang viral itu saat namanya diumumkan?), kini namanya terus menanjak karena pria kelahiran 10 Maret 1994 tersebut baru saja mengisi Halftime Super Bowl Show.

Penampilannya kembali viral karena Bad Bunny adalah penyanyi berbahasa Spanyol pertama yang tampil di acara tersebut.

Mengenal lebih dekat dengan Bad Bunny, simak yuk 7 lagu hits—nya yang bisa kamu masukkan ke playlist.

1. DtMF

Lewat lagu utama yang bernuansa melankolis dari album peraih Grammy ini, Bad Bunny membawa pendengarnya kembali ke San Juan, ruang paling personal dalam hidupnya. Ia bernostalgia pada hal-hal yang telah ia tinggalkan, menyesali momen yang tak sempat diabadikan bersama keluarga dan sahabat, sekaligus memanjatkan harapan agar mereka yang tersisa tak perlu meninggalkan pulau yang begitu ia cintai. Liriknya terasa jujur, rapuh, dan sangat manusiawi, seolah membuka pintu ke perasaan yang selama ini disimpan diam-diam.

Kekuatan emosinya pun melampaui musik. Lagu ini memicu tren viral di TikTok, ketika generasi muda membagikan kolase foto bersama abuelo dan abuela mereka yang telah lama berpulang, sebuah penghormatan penuh cinta terhadap kenangan dan keluarga.

2. BAILE INoLVIDABLE

Menjadi perwujudan paling pas dari konsep pertemuan baru dengan orang lama dalam Debí Tirar Más Fotos, Bad Bunny meramu kesepian lewat dentingan synth yang perlahan berkembang menjadi pesta salsa penuh energi, dengan perkusi yang riuh dan tiupan horn yang menggoda untuk ikut bergoyang.

“Hidup adalah pesta yang suatu hari berakhir, dan kamu adalah tarian yang tak akan kulupakan,” tulisnya. Lirik ini mengubah rasa perih menjadi gerakan pinggul, seolah menari adalah cara paling jujur untuk menyembuhkan luka.

3. NUEVAYoL

Membuka album peraih Grammy Debí Tirar Más Fotos, “Nuevayol”, permainan kata Spanglish dari kata New York, hadir sebagai pembuka yang langsung menetapkan suasana. Lagu ini menjadi perayaan atas warisan budaya diaspora Puerto Rico di kota tersebut, dengan cerdas memelintir sampel lagu salsa klasik Un Verano En Nueva York (1975) milik El Gran Combo de Puerto Rico menjadi hentakan dembow yang eksplosif.

4. I Like It

Lagu “I Like It” yang dibawakan oleh Cardi B bersama Bad Bunny dan J Balvin adalah sebuah anthem Latin trap-hip hop yang meledak di musim panas 2018 dan menjadi salah satu hit terbesar dalam karier mereka. Lagu ini merayakan kesuksesan dan kebanggaan budaya lewat paduan beat trap dengan sampel boogaloo klasik dari “I Like It Like That”, menciptakan irama yang enerjik dan tak bisa ditahan untuk ikut berdansa. Dengan lirik yang percaya diri, Cardi B, Bad Bunny, dan J Balvin bergantian mengekspresikan gaya hidup dan akar mereka, yakni bahasa Spanglish dan nuansa Latin yang kuat membuat I Like It bukan sekadar hit, tetapi juga simbol kebanggaan identitas dan pengaruh musik Latin di kancah global.

5. Titi Me Pregunto

Mungkin kita memang perlu berterima kasih pada tante Benito yang sempat mempertanyakan pilihan hidupnya, karena dari situlah lahir karya yang begitu melekat ini. Di atas hentakan 808 yang lentur lalu berubah menjadi dembow penuh tenaga sebelum kembali lagi, Bad Bunny menjawab dengan sikap usil dan penuh percaya diri, mulai dari membanggakan selfie di lounge VIP hingga menyebutkan para kekasihnya yang tersebar di berbagai penjuru diaspora Latin.

Namun, seperti ciri khas Bad Bunny yang tak pernah benar-benar lepas dari sisi melankolisnya, euforia itu tak datang tanpa konflik batin. Saat lagunya bergeser ke beat trap yang dingin, suara keraguan pun muncul.

6. La Cancion

Sebuah balada reggaeton yang sensual, terasa pas menemani kamar remang penuh asap dan kenangan. Lagu ini diambil dari Oasis, proyek kolaborasi Bad Bunny dan sahabatnya J Balvin pada 2019, jauh sebelum keduanya sempat merenggang (dan akhirnya berbaikan kembali di atas panggung Mexico City).

Di sini, sang narator merasa dirinya sudah move on dari sang mantan, sampai sebuah lagu diputar dan semua perasaan itu kembali menghantam tanpa peringatan. Pertanyaannya pun muncul: lagu apa yang bisa punya kekuatan sebesar itu? Bagi banyak orang sekarang, jawabannya justru La Canción itu sendiri, sebuah ironi manis yang layak disebut sebagai “La Canción Inception,” ketika lagu tentang kenangan justru menjadi kenangan baru yang sulit dilupakan.

7. Safaera

Lagu “Safaera”, diambil dari bahasa slang Puerto Rico yang artinya benar-benar lepas kendali, merangkum semangat eksperimental dari lagu epik yang terasa liar sejak detik pertama ini. Diproduseri Tainy dan DJ Omar, serta melibatkan pionir reggaeton Puerto Rico seperti Jowell & Randy dan Ñengo Flow, lagu ini melaju tanpa rem: berkeliling dari satu warna klub Latin ke warna lainnya, dengan belasan perubahan beat dan lapisan sampel yang beruntun, termasuk sentuhan ikonis Get Ur Freak On milik Missy Elliott.

Dari semua lagu di atas, mana yang jadi favorit kamu, Bela?

Editorial Team