Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Kesalahan Sikap yang Sering Dilakukan Gen Z
pexels.com/fauxels

Intinya sih...

  • Gen Z terlalu bergantung pada chat dan pesan singkat, menyebabkan miskomunikasi dan kurang efektif dalam berinteraksi.

  • Gen Z mudah tersinggung terhadap feedback, sulit untuk maju dan intropeksi diri.

  • Kebiasaan multitasking menghambat hasil kerja dan membuat fokus terbagi-bagi, sehingga pekerjaan kurang optimal.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Generasi Z atau Gen Z merupakan generasi yang lahir pada tahun 1997 hingga 2012. Generasi ini dikenal sebagai sosok yang kreatif, terus terang, melek teknologi, serta adaptif.

Walau dikenal punya pengetahuan dan skill yang mumpuni, ada beberapa kebiasaan Gen Z yang dapat menghambat perkembangan karier mereka.

Kesalahan sikap yang sering dilakukan gen Z ini juga bisa mempengaruhi kehidupan sosial saat berelasi dengan orang lain. Yuk, simak pembahasan lengkapnya di bawah ini!

1. Terlalu bergantung pada chat dan pesan singkat

pexels.com/Charlotte May

Kesalahan sikap yang sering dilakukan gen Z pertama ini banyak terjadi di era digital ini. Memang tak bisa dimungkiri kalau komunikasi lewat chat atau pesan online memang praktis.

Namun, format komunikasi ini membuat interaksi menjadi kurang efektif. Padahal, tak semua pesan atau pertanyaan yang disampaikan lewat teks bisa diterjemahkan dengan baik. Tanpa konteks suara atau ekspresi, sikap ini tentu bisa bikin miskomunikasi. Terlebih, kalau lawan bicaranya adalah generasi yang lebih tua.

2. Mudah baper terhadap feedback

Freepik.com/tirachardz

Feedback atau kritik dan masukan merupakan salah satu bagian penting dalam proses tumbuh dan berkembang. Baik itu dalam karier, kehidupan sosial, atau pendidikan. Sayangnya, banyak gen Z yang sering tersinggung atau bawa perasaan saat menerima feedback.

Banyak dari mereka menganggap bahwa kritik atau masukan sebagai serangan pribadi yang membuatnya merasa minder. Kesalahan sikap yang sering dilakukan gen Z ini membuat mereka sulit untuk maju dan introspeksi diri.

Oleh karena itu, penting untuk memahami sebuah masukan terlebih dahulu sebelum bersikap reaktif atau defensif.  Semakin dewasa cara menerima kritik, semakin besar peluang buat berkembang jadi profesional yang tangguh dan dihormati.

3. Multitasking berlebihan sampai kehilangan fokus

pexels.com/olia danilevich

Selain kreatif dan adaptif, ciri khas Gen Z lainnya adalah punya banyak skill dan terbiasa mengerjakan beberapa hal sekaligus. Sayangnya, kebiasaan multitasking bisa menghambat hasil kerja dan membuatnya kurang maksimal.

Ketika seseorang melakukan multitasking, fokus yang dia miliki akan terbagi-bagi. Dengan begitu, setiap tugas yang harusnya dilakukan secara optimal malah dikerjakan setengah-setengah.

Alih-alih multitasking, akan lebih produktif bila pekerjaan diselesaikan satu per satu dengan sistem daftar prioritas dan manajemen waktu. Apalagi, hasil kerja yang baik dan optimal menjadi aspek penting untuk bertahan di dunia kerja yang kompetitif. 

4. Tidak memahami boundaries

pexels.com/BudgeronBach

Gen Z lahir di era di mana kebebasan berekspresi diri menjadi hal lumrah. Tidak heran kalau mereka sering memgekspresikan opini dan identitas diri mereka melalui beragam wadah. Mulai dari media sosial, gaya berpakaian, hingga konten kreatif.

Sayangnya, perilaku ini terkadang membuat gen Z melewati batasan atau boundaries dengan orang lain. Terlebih dalam di dunia kerja, ada batasan tertentu yang perlu dipahami. Mengekspresikan diri merupakan hal penting. Namun menghargai orang lain dan memperhatikan lingkungan sekitar adalah kunci agar tetap dihargai.

5. Mudah terdistraksi dan kurang fokus

pexels.com/Karolina Grabowska

Multitasking memang menjadi salah satu kebiasaan yang banyak dilakukan gen Z. Sayangnya, perilaku ini bisa membuat perhatian dari satu tugas ke tugas lainnya sering berpindah.

Kebiasaan ini membuat tugas yang diselesaikan menjadi terhambat dan tidak efektif. Padahal, produktivitas seringkali datang dari kemampuan untuk mendalami satu hal dalam waktu yang cukup.

6. Tidak sabaran

Pexels.com/Craig Adderley

Banyak masyarakat Gen Z yang ambisius dan produktif sehingga mereka seringkali melakukan pekerjaan dengan sebaik mungkin. Namun, hal ini juga membuat mereka yang tidak sabaran untuk mendapat sesuatu dengan instan.

Hal ini mencakup keinginan untuk cepat naik jabatan, gaji besar, atau bekerja di perusahaan besar tanpa proses panjang. Padahal, pengalaman kerja, kedewasaan dalam bekerja, serta relasi yang kuat juga punya pengaruh besar dalam kesuksesan jangka panjang.

Nah, sekarang kamu sudah tahu kan, kesalahan sikap yang sering dilakukan gen Z? Dengan meminimalisir kesalahan tersebut, kamu bisa untuk berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.

FAQ seputar kesalahan sikap yang sering dilakukan Gen Z

Apa kesalahan komunikasi yang sering dilakukan Gen Z?

Gen Z kerap terlalu bergantung pada chat atau pesan singkat sehingga berpotensi menimbulkan miskomunikasi, terutama dengan generasi yang lebih tua.

Mengapa Gen Z sering dianggap sulit menerima kritik?

Karena sebagian Gen Z mudah baper terhadap feedback dan menganggap kritik sebagai serangan pribadi, padahal kritik bisa menjadi bahan untuk berkembang.

Bagaimana kebiasaan multitasking memengaruhi Gen Z?

Multitasking berlebihan membuat Gen Z kehilangan fokus sehingga hasil pekerjaan kurang maksimal dibandingkan jika dikerjakan satu per satu.

Editorial Team