Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Sri Mulyani, Gates Foundation, Bill Gates
Sri Mulyani Indrawati menjadi anggota dewan pengurus di Gates Foundation. (Berbagai sumber)

Intinya sih...

  • Mantan Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati resmi ditunjuk sebagai anggota dewan pengurus Gates Foundation.

  • Didirikan pada 2000 dan berbasis di Seattle, Gates Foundation mengelola aset lebih dari USD77 miliar.

  • Sejak 2009, Gates Foundation telah menyalurkan hibah ratusan juta dolar AS ke Indonesia, terutama untuk sektor kesehatan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pada 12 Januari 2026, Sri Mulyani Indrawati resmi bergabung sebagai anggota dewan pengurus/governing board Gates Foundation, yayasan filantropi global yang didirikan oleh Bill Gates dan Melinda French Gates. Penunjukan ini menandai kepercayaan besar terhadap sosok ekonom Indonesia yang telah lama berkiprah di ranah kebijakan global.

Sri Mulyani dikenal sebagai menteri keuangan perempuan pertama dan terlama di Indonesia, sekaligus mantan Managing Director dan Chief Operating Officer Bank Dunia. Sepanjang kariernya, ia terlibat langsung dalam berbagai reformasi institusi keuangan dan perumusan kebijakan pembangunan yang menekankan ketahanan ekonomi serta pertumbuhan inklusif.

Potret Sri Mulyani bersama Presiden RI. (Instagram.com/@smindrawati)

Mengutip dari pernyataan resminya, CEO Gates Foundation, Mark Suzman, mengatakan, “Sri Mulyani membawa pengalaman mendalam dalam membentuk hasil pembangunan ekonomi yang berkeadilan—keahlian yang sangat penting untuk mencapai tujuan jangka panjang yayasan tersebut.”

Ia juga menyoroti pengalaman Sri Mulyani dalam membangun sistem ekonomi yang berkeadilan sebagai bekal berharga untuk memastikan sumber daya yayasan dimanfaatkan secara efektif demi memperluas kesempatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat global.

Sri Mulyani menghadiri rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI. (instagram.com/smindrawati)

Dalam perannya di dewan pengurus, Sri Mulyani akan bekerja bersama sejumlah tokoh internasional, antara lain Bill Gates, Ashish Dhawan, Dr. Helene D. Gayle, Strive Masiyiwa, Thomas J. Tierney, dan Mark Suzman sendiri. Sementara itu, Minouche Shafik tengah mengambil jeda sementara karena menjalankan tugas sebagai penasihat ekonomi utama Perdana Menteri Inggris.

Sri Mulyani menyebut penunjukan ini sebagai momen penting dalam perjalanan Gates Foundation. Dengan rentang waktu dua dekade ke depan yang difokuskan untuk menciptakan dampak terbesar, ia menyatakan kesiapannya untuk berkontribusi melalui pengalaman di bidang keuangan global, kebijakan ekonomi, dan tata kelola pemerintahan yang baik.

Lantas, seperti apa sebenarnya Gates Foundation dan peran strategisnya di dunia?

Yayasan filantropi global dengan dampak besar

Gates Foundation merupakan yayasan filantropi swasta asal Amerika Serikat yang diluncurkan pada tahun 2000. Berkantor pusat di Seattle, Washington, yayasan ini mengusung visi besar untuk memastikan setiap orang memiliki kesempatan menjalani hidup yang sehat dan produktif.

Latar belakang pendiriannya berakar dari nilai keluarga Gates. Sejak usia muda, Bill Gates dan Melinda French Gates terbiasa melihat orang tua mereka terlibat dalam kegiatan sosial dan membantu sesama. Pengalaman tersebut membentuk keyakinan bahwa setiap individu memiliki potensi besar, meskipun sering kali terhambat oleh kondisi sosial dan ekonomi.

Dengan total aset mencapai USD77,2 miliar per akhir 2024, Gates Foundation tercatat sebagai salah satu yayasan amal dengan sumber daya terbesar di dunia, sekaligus memiliki pengaruh signifikan dalam agenda pembangunan global.

Bidang fokus dan program utama

Fokus program di Gates Foundation. (Dok. Gates Archive via gatesfoundation.org)

Misi Gates Foundation diarahkan pada upaya menekan penyakit dan kemiskinan secara signifikan serta mendorong terciptanya masyarakat global yang lebih setara. Fokus programnya meliputi:

  • Kesehatan global, termasuk mengurangi kesenjangan akses layanan kesehatan, pencegahan dan menekan angka kematian akibat penyakit menular, kesehatan ibu dan bayi, serta pengembangan vaksin.

  • Pengentasan kemiskinan melalui pertanian berkelanjutan dan sistem keuangan inklusif.

  • Pendidikan, khususnya perluasan akses pendidikan menengah dan pasca-menengah di Amerika Serikat, agar masyarakat memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

  • Sanitasi, pertanian, dan inovasi teknologi sebagai fondasi pembangunan jangka panjang.

Strategi filantropi dan inovasi

Gates Foundation. (AP via independent.co.uk)

Pendekatan Gates Foundation kerap dikenal sebagai filantropi ventura. Melalui strategi ini, yayasan menyalurkan hibah sekaligus mendorong lahirnya inovasi dengan menciptakan insentif pasar bagi solusi penyelamat jiwa.

Dukungan diberikan untuk pengembangan vaksin, perawatan medis, alat diagnostik, dan teknologi kesehatan lainnya yang dirancang agar dapat diakses oleh kelompok masyarakat paling rentan. Pendekatan ini bertujuan memastikan solusi yang dihasilkan dapat bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.

Skala pendanaan dan jaringan internasional

Bill Gates, Mark Suzman, serta para mitra dari berbagai penjuru dunia dalam kegiatan Inspiring progress: Gates Foundation at 25. (Dok. Gates Foundation)

Sepanjang 2024, Gates Foundation menyalurkan lebih dari USD8 miliar untuk berbagai program filantropi di banyak bidang. Penyaluran dana tersebut melibatkan ribuan mitra dari berbagai sektor, termasuk organisasi nirlaba, pemerintah, sektor swasta, komunitas lokal, ilmuwan, dan peneliti kebijakan.

Secara kumulatif, total dana filantropi yang telah disalurkan sejak yayasan berdiri melampaui USD102 miliar, dengan USD83,3 miliar di antaranya berbentuk hibah.

Untuk mendukung kerja secara globalnya, Gates Foundation mempekerjakan lebih dari 2.100 staf dari 89 kebangsaan, dengan kantor perwakilan di berbagai kota dunia seperti Washington DC, London, Berlin, Delhi, Beijing, Addis Ababa, Abuja, Dakar, Johannesburg, dan Nairobi.

Kolaborasi dan program di Indonesia

Pertemuan Bill Gates dengan Presiden Prabowo. ( presidenri.go.id )

Indonesia menjadi salah satu mitra penting Gates Foundation. Sejak 2009, yayasan ini telah menyalurkan hibah lebih dari USD300 juta di berbagai sektor, seperti kesehatan, sanitasi, gizi, inklusi keuangan, dan pertanian.

Pada Mei 2025, Bill Gates kembali berkunjung ke Indonesia dan menyerahkan dana hibah senilai USD159 juta, yang juga dialokasikan untuk sektor kesehatan, pertanian, teknologi, dan bantuan sosial. Selain itu, Indonesia juga memperkuat kontribusi Tanah Air dalam agenda kesehatan global dengan terlibat dalam riset vaksin tuberkulosis bersama Gates Foundation.

Peran Sri Mulyani dalam tata kelola yayasan

Sebagai anggota dewan pengurus yang dibentuk pada 2022, Sri Mulyani akan terlibat dalam pengambilan keputusan strategis dan penguatan tata kelola Gates Foundation. Pengalamannya dalam kebijakan fiskal, reformasi ekonomi, dan pembangunan berkelanjutan diharapkan memberi kontribusi signifikan dalam menentukan arah program jangka panjang yayasan.

Kehadirannya juga bertepatan dengan komitmen besar Bill Gates untuk mengalokasikan dana abadi yayasan dalam dua dekade ke depan, dengan fokus pada penurunan angka kematian ibu dan bayi, pengendalian penyakit menular mematikan, serta peningkatan kesejahteraan jutaan orang di berbagai negara.

Bergabungnya Sri Mulyani Indrawati dalam dewan pengurus Gates Foundation menjadi pencapaian penting sekaligus kebanggaan bagi Indonesia. Dengan rekam jejak dan keahlian yang dimilikinya, peran ini diharapkan membawa kontribusi nyata bagi misi kemanusiaan global.

Semoga beliau amanah dalam menjalankan tanggung jawab dan mampu menghadirkan dampak positif yang berkelanjutan, ya!

Editorial Team