Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
5 Fakta Menarik Tentang Trio Maskot FIFA World Cup 2026, yang Mana Favorit Kamu?
ajc.com
  • FIFA World Cup 2026 akan digelar di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat dengan trio maskot Maple, Zayu, dan Clutch yang merepresentasikan budaya serta semangat masing-masing negara.
  • Ketiga maskot memiliki posisi sepak bola berbeda—Maple sebagai kiper, Clutch sebagai gelandang, dan Zayu sebagai striker—serta karakteristik unik yang mencerminkan identitas nasional mereka.
  • Trio maskot ini menjadi yang pertama sejak 2002, dapat dimainkan di game FIFA Heroes dan Roblox, serta debut perdana di Global Citizen Festival 2025 di New York.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
1966

FIFA memulai tradisi maskot Piala Dunia melalui karakter singa bernama World Cup Willie.

2002

FIFA terakhir kali menggunakan tiga maskot sekaligus pada Piala Dunia Korea Selatan dan Jepang dengan karakter Ato, Kaz, dan Nik yang dikenal sebagai The Spheriks.

2025

Trio maskot Maple, Zayu, dan Clutch diperkenalkan pertama kali di Global Citizen Festival 2025 di Central Park, New York, disaksikan sekitar 80 ribu penonton bersama tokoh seperti Gianni Infantino, Hugh Jackman, dan Carli Lloyd.

11 Juni hingga 19 Juli 2026

FIFA World Cup 2026 dijadwalkan berlangsung di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat dengan kehadiran trio maskot resmi Maple, Zayu, dan Clutch sebagai simbol kolaborasi tiga negara tuan rumah.

Kini

Trio maskot FIFA World Cup 2026 menjadi sorotan publik dunia serta tampil dalam berbagai platform game seperti FIFA Heroes dan Roblox FIFA Super League Soccer untuk menjangkau generasi muda.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    FIFA memperkenalkan trio maskot resmi Piala Dunia 2026 bernama Maple, Zayu, dan Clutch yang mewakili Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.
  • Who?
    Maskot diperkenalkan oleh FIFA bersama Presiden Gianni Infantino, aktor Hugh Jackman, dan legenda sepak bola Carli Lloyd di hadapan penonton festival.
  • Where?
    Peluncuran dilakukan di Central Park, New York, dalam acara Global Citizen Festival 2025 yang dihadiri sekitar 80 ribu orang.
  • When?
    Debut maskot berlangsung pada tahun 2025 menjelang penyelenggaraan FIFA World Cup 2026 yang dijadwalkan antara 11 Juni hingga 19 Juli 2026.
  • Why?
    Pemilihan tiga maskot dilakukan untuk merepresentasikan identitas budaya masing-masing negara tuan rumah serta menonjolkan semangat kolaborasi turnamen multinasional.
  • How?
    Ketiga karakter diperkenalkan melalui festival musik internasional dan juga hadir dalam berbagai platform permainan digital sebagai bagian strategi promosi global FIFA.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

FIFA World Cup 2026 akan segera berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 mendatang. Turnamen sepak bola terbesar di dunia ini terasa semakin spesial karena untuk pertama kalinya digelar secara bersama-sama di tiga negara, yakni Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.

Namun, bukan hanya format turnamennya yang sukses mencuri perhatian publik dunia. FIFA juga menghadirkan kejutan menarik lewat trio maskot resmi bernama Maple, Zayu, dan Clutch yang langsung menjadi perbincangan para pecinta sepak bola. 

Ketiganya bukan sekadar karakter lucu biasa, melainkan memiliki filosofi mendalam yang merepresentasikan budaya, sejarah, hingga semangat dari masing-masing negara tuan rumah. Lalu, apa saja fakta menarik di balik maskot FIFA World Cup 2026 ini? Simak selengkapnya yuk, Bela!

1. Punya Tiga Maskot Sekaligus

ajc.com

Berbeda dari edisi-edisi sebelumnya, FIFA World Cup 2026 menghadirkan tiga maskot resmi sekaligus, yaitu Maple, Zayu, dan Clutch. Langkah ini menjadi simbol kuat karena turnamen tahun ini memang diselenggarakan secara kolaboratif oleh tiga negara berbeda.

Setiap maskot dibuat dalam bentuk hewan khas yang mewakili identitas nasional masing-masing negara. Maple hadir sebagai rusa besar atau moose berbaju merah yang melambangkan Kanada. Karakter ini digambarkan sebagai sosok tangguh, artistik, dan dekat dengan budaya musik serta street style modern.

Sementara itu, Zayu hadir sebagai jaguar hijau yang mewakili Meksiko. Jaguar dipilih karena memiliki makna spiritual dan historis yang sangat kuat dalam peradaban kuno Meksiko seperti Maya dan Aztec. Di sisi lain, Clutch tampil sebagai burung elang berbaju biru yang merepresentasikan Amerika Serikat. Karakter ini membawa simbol kepemimpinan, keberanian, optimisme, dan jiwa petualang khas Amerika.

2. Ketiganya Memiliki Posisi Sepak Bola yang Berbeda

cluts3d.com

Menariknya, FIFA tidak hanya menciptakan Maple, Zayu, dan Clutch sebagai karakter visual semata. Ketiganya juga dibangun sebagai satu tim sepak bola lengkap dengan posisi bermain yang berbeda-beda. Maple dipercaya menjadi penjaga gawang atau goalkeeper.

Posisi ini dipilih karena karakter rusa besar dianggap memiliki ketahanan fisik tinggi, fokus kuat, dan ketenangan dalam menghadapi tekanan. Uniknya, Maple juga digambarkan menyukai musik dan fashion jalanan sehingga tampil lebih berbeda dibanding stereotip kiper pada umumnya.

Sementara itu, Clutch mengambil peran sebagai gelandang atau midfielder. Ia digambarkan sebagai pengatur ritme permainan sekaligus pemimpin di lapangan. Nama “Clutch” sendiri berasal dari istilah olahraga yang merujuk pada kemampuan seseorang tampil luar biasa di momen paling krusial.

Berbeda lagi dengan Zayu yang menjadi striker utama tim. Karakter jaguar ini dikenal lincah, cepat, dan punya insting mencetak gol yang tajam. Di luar lapangan, Zayu juga digambarkan sangat ekspresif dan penuh semangat, mencerminkan budaya Meksiko yang penuh warna dan energi.

3. Jadi Trio Maskot FIFA Pertama Setelah 24 Tahun

reddit.com

Kehadiran tiga maskot sekaligus ternyata bukan sesuatu yang sering dilakukan FIFA. Sejak tradisi maskot dimulai pada Piala Dunia 1966 lewat karakter singa bernama World Cup Willie, FIFA hampir selalu menggunakan satu maskot utama demi mempermudah branding turnamen.

Terakhir kali FIFA menggunakan tiga maskot sekaligus terjadi pada tahun 2002 FIFA World Cup di Korea Selatan dan Jepang. Saat itu, FIFA memperkenalkan trio karakter futuristik bernama Ato, Kaz, dan Nik yang dikenal sebagai The Spheriks.

Namun, konsep trio maskot di edisi 2026 memiliki pendekatan yang jauh berbeda. Jika maskot 2002 berbentuk karakter imajiner futuristik, Maple, Zayu, dan Clutch justru dibuat berdasarkan hewan asli yang benar-benar merepresentasikan identitas geografis dan budaya negara tuan rumah.

Selain itu, kehadiran tiga maskot ini juga menjadi simbol perubahan besar dalam sejarah Piala Dunia karena edisi 2026 akan menjadi turnamen pertama yang diikuti oleh 48 negara peserta.

4. Bisa Dimainkan Melalui Video Game

beinsports.com

Fakta menarik lainnya, trio maskot ini tidak hanya hadir sebagai simbol turnamen atau pajangan visual saja. FIFA merancang mereka sebagai karakter aktif yang bisa dimainkan langsung di berbagai platform game.

Maple, Zayu, dan Clutch akan tampil dalam game arcade football terbaru bertajuk FIFA Heroes yang dikembangkan oleh ENVER dan Solace. Dalam game tersebut, ketiganya memiliki kemampuan spesial sesuai posisi masing-masing di lapangan.

Maple dibekali skill penyelamatan ekstrem sebagai kiper, Clutch memiliki kemampuan mengatur permainan dan umpan akurat, sementara Zayu tampil dengan kecepatan tinggi serta insting mencetak gol yang agresif.

Tak hanya itu, FIFA juga menggandeng Roblox lewat game FIFA Super League Soccer agar para pemain muda bisa menyelesaikan berbagai misi khusus menggunakan kemampuan trio maskot tersebut. Langkah ini dianggap sebagai strategi modern FIFA untuk menjangkau generasi muda melalui dunia gaming dan platform digital interaktif.

5. Debut Perdana Maskot di Festival Musik

livenowfox.com

Jika biasanya maskot Piala Dunia diperkenalkan di stadion atau acara resmi sepak bola, FIFA justru mengambil langkah berbeda untuk edisi 2026. Maple, Zayu, dan Clutch pertama kali diperkenalkan kepada publik dalam acara Global Citizen Festival 2025 yang berlangsung di Central Park, New York, di hadapan sekitar 80 ribu penonton.

Peluncuran mereka bahkan ditemani oleh Presiden FIFA Gianni Infantino, aktor Hollywood Hugh Jackman, hingga legenda sepak bola wanita Amerika Serikat Carli Lloyd. Ternyata, pemilihan festival musik internasional ini memiliki pesan tersendiri. 

FIFA ingin menunjukkan bahwa sepak bola bukan hanya tentang pertandingan di lapangan, tetapi juga tentang budaya, musik, kreativitas, dan persatuan global yang melampaui batas negara. Jadi, dari ketiga karakter tersebut, mana yang paling jadi favoritmu, Bela?

Editorial Team