Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Supaya Lingkungan dalam Rumah Lebih Bersih
Pexels.com/dottera international
  • Kualitas udara dalam ruangan belum tentu lebih bersih daripada udara luar, terutama saat polusi mencapai tingkat tertinggi pada sore dan malam hari.

  • Udara dingin tidak sama dengan udara bersih, sehingga pemurni udara dibutuhkan untuk menangkap polutan dan mengalirkan udara yang telah dimurnikan.

  • Pemilihan pemurni udara perlu disesuaikan dengan jenis polutan, kemampuan filtrasi, pemantauan kualitas udara, dan ukuran ruangan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Cara menjaga udara dan lingkungan dalam rumah tetap lebih bersih dari polutan.
  • Who?
    Masyarakat Indonesia dan orang-orang yang berada di dalam rumah, dengan penjelasan dari Dyson.
  • Where?
    Di dalam rumah, sementara kualitas udara luar ruangan khususnya di Jakarta juga menjadi perhatian.
  • When?
    Kualitas polusi dalam ruangan secara konsisten mencapai tingkat tertinggi pada sore dan malam hari di banyak negara yang diteliti.
  • Why?
    Kualitas udara dalam ruangan dapat lebih buruk daripada kualitas udara luar ruangan, sementara aktivitas sehari-hari dan material rumah tangga dapat menghasilkan partikel dan gas.
  • How?
    Dengan membedakan pendinginan dan pemurnian udara, memeriksa kualitas udara sebelum membuka jendela, mengurangi sumber polusi, memantau polutan, serta memilih pemurni udara sesuai kebutuhan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Udara di luar rumah bisa kotor, tetapi udara di dalam rumah juga bisa punya polusi. Dyson menjelaskan bahwa AC hanya membuat udara terasa dingin, bukan membersihkannya. Kita bisa membuka jendela pada waktu yang tepat, rajin membersihkan rumah, dan memilih pemurni udara sesuai kebutuhan setiap ruangan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menjaga lingkungan dalam rumah lebih bersih dapat dilakukan melalui beberapa langkah yang jelas, mulai dari pembersihan rutin hingga pemantauan polutan. Informasi tentang perbedaan fungsi AC, kipas angin, dan pemurni udara juga membantu penghuni rumah memahami kebutuhan ruangannya serta memilih perangkat berdasarkan kondisi dan ukuran ruangan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kualitas udara masih menjadi kekhawatiran yang terus berulang bagi masyarakat Indonesia. Hingga kini, kualitas udara khususnya di Jakarta, kerap kali berada dalam kategori “Tidak Sehat”. Belum lagi potensi dampak El Niño, bencana alam, dan karhutla yang masih belum kunjung membaik membuat cuaca jadi lebih panas dan kering. 

Nggak heran, banyak orang yang lebih suka di dalam rumah karena merasa lebih nyaman dan aman. Tapi, ternyata kualitas udara di dalam rumah juga belum tentu bersih. Studi Dyson Global Connected Air Quality Data menunjukkan bahwa kualitas udara dalam ruangan dapat lebih buruk daripada kualitas udara luar ruangan. 

Polusi dalam ruangan juga secara konsisten mencapai tingkat tertingginya pada sore dan malam hari di banyak negara yang diteliti, tepat ketika biasanya orang-orang berada di dalam rumah. Lantas bagaimana cara supaya udara di dalam rumah tetap bersih? Simak penjelasannya dari Dyson berikut ini, yuk!

1. Mendinginkan Udara dan Membersihkan Udara Itu Beda

Pexels.com/Roman Koval

Saat cuaca sangat panas atau kualitas udara luar ruangan buruk, biasanya jendela mungkin akan lebih lama tertutup, aktivitas di luar ruangan akan berkurang, sementara pendingin udara lebih sering digunakan. Tapi, mendinginkan itu bukan berarti membersihkan udaranya.

AC atau kipas angin bisa membantu mengatasi hawa panas, tapi kamu perlu pemurni udara untuk menangkap polutan yang  ada serta mengalirkan kembali udara yang telah dimurnikan secara efektif ke seluruh ruangan.

2. Periksa Kualitas Udara di Luar Ruangan Sebelum Membuka Jendela

Pexels.com/rebornfilmes

Ventilasi tetap penting, tetapi pemilihan waktu juga perlu diperhatikan. Ketika kondisi di luar ruangan memungkinkan, membuka jendela dan pintu dapat membantu menyegarkan udara dalam ruangan. Tapi, kalau kualitas udara di luar berasap, penuh kabut polusi, atau terlihat di buruk di indeks, lebih baik untuk menjaganya tetap tertutup.

3. Kurangi Sumber Polusi di Dalam Rumah

Pexels.com

Aktivitas sehari-hari dan berbagai material rumah tangga juga dapat menghasilkan partikel dan gas. Jadi, lakukan pembersihan secara rutin dan kurangi sumber polutan potensial jika memungkinkan. Usahakan jangan menimbun sampah di dalam rumah.

4. Pantau Polutan yang Tidak Terlihat

Pexels.com/Tim Witzdam

Teknologi banyak membantu manusia dalam menjalani kehidupan, salah satunya untuk memantau apa yang tidak bisa terlihat. Sensor terintegrasi dan pelaporan secara real-time dalam pemurni udara atau perangkat pintarmu bisa membantu memahami bagaimana kondisi dalam ruangan berubah sepanjang hari. Selain itu, ada juga perangkat yang memungkinkan respons otomatis ketika polutan terdeteksi.

5. Jangan Memilih Pemurni Udara Hanya Berdasarkan Satu Faktor

Pexels.com/cotton bro

Jangan asal memilih pemurni udara! Saat kamu hendak membelinya, perhatikan jenis polutan apa yang dapat ditangkap oleh sistem filtrasi produk tersebut, bagaimana kemampuannya dalam mendeteksi dan melaporkan perubahan kualitas udara, seberapa efektif perangkat tersebut mengalirkan udara yang telah dimurnikan ke seluruh ruangan, dan apakah performanya sesuai dengan ukuran ruangan. 

Setiap teknologi filtrasi memiliki fungsi yang berbeda. Misalnya karbon aktif dapat membantu mengatasi asap, bau, dan gas, sementara filtrasi berstandar HEPA dirancang untuk menangkap partikel halus di udara.

Setiap ruangan di rumahmu mungkin memerlukan pemurni udara yang berbeda. Jadi, coba perhatikan lagi apa kira-kira yang paling dibutuhkan oleh ruangan rumahmu.

Itu dia cara supaya lingkungan dalam rumah lebih bersih.

Curated For You

Editorial Team

Related Article