Kualitas udara masih menjadi kekhawatiran yang terus berulang bagi masyarakat Indonesia. Hingga kini, kualitas udara khususnya di Jakarta, kerap kali berada dalam kategori “Tidak Sehat”. Belum lagi potensi dampak El Niño, bencana alam, dan karhutla yang masih belum kunjung membaik membuat cuaca jadi lebih panas dan kering.
Nggak heran, banyak orang yang lebih suka di dalam rumah karena merasa lebih nyaman dan aman. Tapi, ternyata kualitas udara di dalam rumah juga belum tentu bersih. Studi Dyson Global Connected Air Quality Data menunjukkan bahwa kualitas udara dalam ruangan dapat lebih buruk daripada kualitas udara luar ruangan.
Polusi dalam ruangan juga secara konsisten mencapai tingkat tertingginya pada sore dan malam hari di banyak negara yang diteliti, tepat ketika biasanya orang-orang berada di dalam rumah. Lantas bagaimana cara supaya udara di dalam rumah tetap bersih? Simak penjelasannya dari Dyson berikut ini, yuk!
