pexels.com/Tuấn Anh Nguyễn
Tarian barongsai diketahui telah ada sejak ribuan tahun lalu. Pada masa Dinasti Tang (618-907 M), tarian ini dibawakan oleh lima singa dengan warna berbeda. Masing-masing singa tersebut diikuti oleh dua belas laki-laki dengan kostum warna-warni yang menari mengikuti irama musik.
Seiring waktu, barongsai berkembang menjadi dua gaya, yakni selatan dan utara. Kisah barongsai gaya selatan berawal dari mimpi Kaisar Qianlong dari Dinasti Qing (1644-1911) tentang peziarah yang membawa binatang keberuntungan berbulu warna-warni.
Terinspirasi dari mimpinya, Kaisar Qianlong kemudian memerintahkan untuk membuat binatang keberuntungan tersebut. Ia juga menugaskan beberapa orang untuk menampilkan tarian singa pada festival atau upacara. Tujuannya ialah sebagai simbol kemakmuran dan kedamaian rakyat.
Sementara itu, barongsai gaya utara muncul dari masa Dinasti Wei Utara (386-534 M). Kaisar Wudi melakukan ekspedisi ke Hexi di Provinsi Gansu dan berhasil menawan lebih dari 100.000 orang Mongol. Kaisar kemudian memerintahkan para tawanan Mongol menampilkan tarian dan hiburan lain. Lantas, lebih dari 30 prajurit menggunakan ukiran kayu kepala binatang dan mengenakan kulit binatang.
Tarian itu justru membuat sang kaisar terkesima dan menamakannya Singa Keberuntungan Wei Utara. Sejak itu, tarian barongsai populer di wilayah utara Cina, sementara gaya selatan tetap berkembang di daerah selatan.