Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Arti Mudik dan Sejarahnya di Indonesia saat Lebaran
freepik.com/rawpixel.com
  • Mudik adalah tradisi pulang ke kampung halaman yang berasal dari kata Melayu “udik”, awalnya berarti perjalanan dari hilir ke hulu sungai dan kini identik dengan pulang saat Lebaran.
  • Tradisi mudik mulai populer sejak era 1970-an, ketika urbanisasi meningkat akibat pembangunan kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan pada masa Orde Baru.
  • Lebaran menjadi momen utama masyarakat Indonesia untuk mudik, bukan hanya demi berkumpul dengan keluarga tetapi juga sebagai ajang menunjukkan keberhasilan di perantauan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak orang mau pulang ke kampung waktu lebaran. Mereka kerja di kota tapi ingin ketemu keluarga. Itu namanya mudik. Dulu katanya dari kata Melayu “udik” yang artinya pulang ke hulu sungai. Sekarang jadi tradisi di Indonesia. Tahun 2026 nanti katanya makin ramai orang mudik bareng-bareng naik mobil, bus, atau kereta.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Momen mudik di lebaran tahun 2026 ini sepertinya akan makin ramai daripada tahun-tahun sebelumnya. Para perantau dari luar daerah berbondong-bondong pulang untuk merayakan hari raya bersama keluarga di kampung halaman. 

Selain karena ingin berkumpul bersama keluarga, ada pula orang yang melakukannya karena ingin merasakan euforia mudik. Sebab, mudik seolah sudah menjadi sebuah tradisi di Indonesia. 

Sebenarnya, apa arti mudik dan sejarahnya di Indonesia? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut. 

1. Arti kata mudik

freepik.com/freepik

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mudik adalah kata kerja yang artinya pulang ke kampung halaman. Sementara arti lainnya adalah berlayar ke udik (hulu sungai, pedalaman). Biasanya, mudik dilakukan bersama-sama sehingga sering disebut dengan mudik bersama. 

Melansir ugm.ac.id, istilah mudik diambil dari bahasa Melayu "udik" yang artinya hulu atau ujung. Dulu, masyarakat Melayu yang tinggal di hulu sungai sering bepergian ke hilir menggunakan perahu atau biduk. Pada saat urusan selesai, mereka akan kembali pulang ke hulu di sore harinya. 

Antropolog UGM Prof. Heddy Sri Ahimsa Putra juga menyatakan bahwa istilah mudik berasal dari bahasa Melayu. Konteksnya adalah pergi ke muara dan kemudian pulang kampung. Seiring dengan banyaknya orang merantau di kota, kata ini mulai dikenal dan dipakai sampai sekarang jika mereka ingin pulang ke kampungnya. 

2. Sejarah mudik

freepik.com/Lifestylememory

Arti mudik dan sejarahnya di Indonesia menurut Prof. Heddy dikenal mulai era 1970-an. Pada masa itu setelah orde baru, pemerintah melakukan pembangunan pusat pertumbuhan di kota besar. Kota yang dimaksud adalah Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan. 

Hasilnya, banyak orang melakukan urbanisasi atau pindah ke kota untuk mencari pekerjaan. Mereka pun akhirnya bekerja dan hidup di kota yang jauh dari keluarga dan kerabat. Akhirnya pada momen tertentu mereka ingin untuk pulang kembali ke kampung halamannya. 

3. Mudik lebaran

freepik.com/ijeab

Dikarenakan Indonesia merupakan mayoritas masyarakat Islam, maka lebaran Idul Fitri menjadi momen yang tepat untuk berkumpul kembali bersama keluarga. Hal ini tentu berbeda dengan di Amerika atau Eropa yang biasanya pulang kampung saat perayaan Natal atau lainnya. 

Namun, mudik ini bukan semata-mata untuk tujuan kumpul keluarga saja. Banyak orang yang menjadikannya sebagai momen pembuktian diri atas keberhasilan mereka di tanah rantau. Hal itu menjadi motivasi lainnya untuk menunjukkan keberhasilan ekonominya. 

Itulah arti mudik dan sejarahnya di Indonesia yang ternyata menarik untuk diketahui. Semoga informasinya bermanfaat, ya!

Editorial Team