Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
muslimah membaca
pexels.com/Mikhail Nilov

Intinya sih...

  • Hutang puasa Ramadan wajib diganti bagi yang meninggalkannya karena musafir, sakit, haid, hingga nifas.

  • Mayoritas ulama membolehkan qadha dilakukan secara terpisah sesuai kemampuan, tanpa harus berturut-turut.

  • Tidak dianjurkan untuk menunda-nunda qadha puasa tanpa alasan yang jelas.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bagi kamu yang memiliki utang puasa, kewajiban untuk menggantinya menjadi hal yang perlu diperhatikan sebelum Ramadan berikutnya tiba. Namun, masih banyak yang bertanya apakah qadha puasa harus dilakukan berturut-turut atau boleh secara bertahap.

Kebingungan sering muncul ketika kamu memiliki jadwal padat atau kondisi tubuh yang tidak selalu stabil. Jadi, yuk simak penjelasan apakah hutang puasa boleh dicicil berikut ini!

1. Apakah hutang puasa boleh dicicil?

freepik.com/tirachardz

Pertanyaan apakah hutang puasa boleh dicicil sering diajukan oleh orang yang memiliki sisa kewajiban puasa Ramadan. Berdasarkan pendapat beberapa ulama, mengganti puasa atau yang disebut qadha puasa tidak wajib dilakukan secara berturut-turut.

Dasarnya merujuk pada QS. Al-Baqarah ayat 184 yang menjelaskan puasa diganti pada hari-hari yang lain. Oleh sebab itu, qadha bisa kamu lakukan pada hari terpisah sesuai kemampuan selama jumlahnya tetap sama.

(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka, siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, itu lebih baik baginya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (QS. Al-Baqarah: 184)

2. Hukum mengganti puasa Ramadan

pexels.com/GR Stocks

Mengganti puasa Ramadan hukumnya wajib bagi orang yang meninggalkannya karena uzur syar’i, seperti sakit, perjalanan jauh, haid, hingga nifas. Kewajiban ini perlu ditunaikan sebelum masuk Ramadan berikutnya.

Mayoritas ulama menjelaskan qadha puasa memiliki rentang waktu yang luas. Oleh karena itu, kamu dapat melakukannya sejak 2 Syawal hingga akhir Sya’ban selama belum memasuki Ramadan selanjutnya.

3. Apakah hutang puasa boleh dicicil saat Senin Kamis?

unsplash.com/Towfiqu Barbhuiya

Pembahasan apakah hutang puasa boleh dicicil sering beriringan dengan pertanyaan tentang qadha pada hari Senin dan Kamis. Qadha boleh dilakukan bertepatan dengan hari tersebut selama niat utamanya tetap mengganti puasa wajib.

Keutamaan hari Senin dan Kamis juga disebut dalam beberapa riwayat, sehingga sebagian ulama menilai hal itu dapat menjadi nilai tambah. Oleh sebab itu, kamu bisa memilih Senin-Kamis sebagai jadwal qadha agar lebih konsisten.

4. Mana yang lebih baik?

freepik.com/freepik

Mencicil qadha puasa diperbolehkan, tetapi anjuran para ulama adalah tidak menunda tanpa alasan. Tujuannya agar kewajiban selesai sebelum mendekati Ramadhan berikutnya.

Pelaksanaan berturut-turut dapat membantu menjaga ritme, terutama jika kamu mampu secara fisik dan waktu. Oleh karena itu, pilihan terbaik adalah yang paling realistis kamu jalankan sampai lunas.

Itulah dia jawaban dari pertanyaan apakah hutang puasa boleh dicicil. Yuk, segera bayar hutang puasa kamu dan lunasi sebelum Ramadan datang!

FAQ seputar hutang puasa

Apakah hutang puasa boleh dicicil?

Boleh, karena qadha puasa tidak wajib dilakukan secara berturut-turut menurut beberapa ulama.

Sampai kapan batas waktu mengganti puasa Ramadhan?

Qadha puasa sebaiknya ditunaikan sebelum datang Ramadhan berikutnya.

Bolehkah mengganti puasa saat Senin dan Kamis?

Boleh, selama niat utamanya tetap untuk mengganti puasa wajib.

Editorial Team