Situasi makin memanas saat K-netz mulai melontarkan hinaan yang menyinggung fisik, warna kulit, hingga kondisi ekonomi negara-negara Asia Tenggara. Perdebatan yang awalnya soal konser berubah menjadi serangan personal yang menyasar identitas dan latar belakang warga kawasan tersebut.
Tak berhenti di situ, mereka juga mengkritik penggunaan bahasa Inggris oleh netizen Malaysia dan Indonesia. Dengan dalih membanggakan bahasa sendiri, sebagian K-netz menyindir negara Asia Tenggara yang dianggap memakai bahasa penjajah. Dari situlah, serangan ini justru memicu solidaritas warganet Asia Tenggara di bawah tagar "SEAblings".
Menariknya, netizen Indonesia merespons hal itu lewat berbagai cara, mulai dari kritik tajam hingga humor asbun (asal bunyi). Hingga kini, perang komentar masih berlangsung dan menunjukkan solidaritas unik antarnegara Asia Tenggara dalam menghadapi diskriminasi daring.
Itu dia penjelasan tentang apa itu SEAblings yang sedang ramai menjadi sorotan. Bagaimana menurutmu, Bela?
Apa itu SEAblings? | Istilah yang yang dipakai untuk menunjukkan rasa persaudaraan dan solidaritas antarwarga negara di kawasan Asia Tenggara. |
Kenapa konflik antara SEAblings dan K‑netz bisa terjadi? | Konflik bermula dari insiden di konser K‑pop Malaysia ketika beberapa fansite Korea membawa kamera profesional yang dianggap melanggar aturan dan mengganggu penonton lokal. |
Apa dampak komentar K‑netz pada warganet Asia Tenggara? | Komentar rasis dari sebagian K‑netz terhadap orang Asia Tenggara membuat netizen ASEAN bersatu di bawah tagar SEAblings. |