Cap Go Meh merupakan momentum puncak perayaan Imlek. Saat Cap Go Meh tiba, etnis Tionghoa akan merayakannya dengan sembahyang di vihara. Acara kemudian berlanjut dengan jamuan makan bersama keluarga besar di restoran Chinese food atau di rumah. Sajian khas Imlek seperti jeruk mandarin, kue keranjang, lumpia, dan mie panjang umur turut mewarnai meja makan.
Setelahnya, para penduduk Tionghoa turut merasakan euforia dengan mengikuti pawai atau festival Cap Go Meh. Hadirnya pertunjukan barongsai dan hiasan lampion merah di sepanjang jalan turut menambah kemeriahan festival Cap Go Meh.
Penutupan perayaan Tahun Baru Imlek ini juga identik dengan warna merah. Semua pernak-pernik, pakaian, riasan panggung festival, bahkan lampion pun hadir dengan warna serba. Ini karena masyarakat Tionghoa bahwa lampu merah melambangkan kemakmuran, kesatuan, dan rezeki. Begitu juga dengan hadirnya lampion sebagai representasi cahaya yang menerangi jalan rezeki para penggunanya.
Demikian pembahasan tentang pengertian Cap Go Meh beserta artinya. Bagaimana cara kamu merayakan Cap Go Meh, Bela?
Apa itu Cap Go Meh? | Cap Go Meh adalah perayaan hari ke-15 sekaligus penutup rangkaian Tahun Baru Imlek dalam tradisi Tionghoa. |
Apa makna perayaan Cap Go Meh? | Cap Go Meh melambangkan harapan akan keberuntungan, keharmonisan, dan awal yang baik setelah Imlek. |
Tradisi apa yang identik dengan Cap Go Meh? | Cap Go Meh identik dengan pertunjukan barongsai, lampion, pawai budaya, serta hidangan khas seperti lontong Cap Go Meh. |