Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Scene Stills_Algojo.jpg
Dok. Vidio

Intinya sih...

  • Algojo, Original Series Vidio yang memadukan aksi intens, drama emosional, dan humor segar dekat dengan kehidupan marjinal Jakarta.

  • Sinopsis 'Algojo', kisah kelam anjelo Arya Saloka yang menyeretnya ke dalam bahaya setelah ayahnya menjadi target buruan pembunuh podcaster.

  • Kisah segar yang menawarkan aksi, komedi, dan drama Rahabi Mandra menegaskan bahwa Algojo tidak hanya menawarkan aksi, tetapi juga memadukan komedi dan drama dengan nuansa Jakarta akar rumput.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Vidio membuka tahun 2026 dengan kehadiran Algojo, Original Series terbaru yang memadukan aksi intens, drama emosional, dan humor segar yang dekat dengan kehidupan marjinal Jakarta. Series ini menjadi salah satu produksi action terbesar dari Vidio, sekaligus menandai debut Arya Saloka dalam action series, sebuah momentum yang sudah lama ditunggu para penggemarnya.

Disutradarai oleh Rahabi Mandra dan diproduksi oleh Screenplay Films, Algojo hadir dalam 8 episode, menghadirkan dunia jalanan Jakarta sebagai arena pertarungan nasib, pilihan moral, kesetiaan, dan kemanusiaan.

Penasaran dengan serial ini? Simak dulu fakta menariknya di sini!

Sinopsis 'Algojo', kisah kelam anjelo yang menyeret Arya Saloka ke dalam bahaya

Dok. Vidio

Algojo berkisah tentang Arya Saloka yang berperan sebagai Zar, seorang Anjelo (pengantar-penjemput pekerja seks) yang menjalani hidup sederhana sampai sebuah insiden tiba-tiba menyeret ayahnya ke dalam bahaya. Ayahnya tanpa sengaja menyaksikan pembunuhan seorang podcaster, sehingga ia menjadi target buruan dan mengalami luka serius. Zar bertekad mencari pelaku yang telah mencelakai ayahnya.

Ketika berusaha mencari jawaban, Zar justru masuk ke lingkaran organisasi gelap yang beroperasi di bawah tanah. Sebuah kesalahpahaman fatal membuatnya berada di posisi berbahaya, hingga ia harus berhadapan dengan Frengky (Randy Pangalila), Algojo yang dikenal dingin dan taktis, serta menghadapi tekanan dari sang pemimpin, Sadino (Andi /rif).

Membangun cerita dengan riset langsung ke lokasi yang relevan

Dok. Vidio

Ilya Aktop, Nicholas Raven, dan Ami Murti selaku Penulis menjelaskan bahwa ide awal Algojo dan Anjelo lahir dari kolaborasi banyak pihak, dengan menggali sisi unik dan tabu dari dunia 'underground' Jakarta yang jarang dibahas. Melalui riset langsung ke gang-gang rawan kriminal, mereka menemukan bahwa orang-orang di sana pada dasarnya sama seperti kebanyakan orang, yang berbeda hanyalah cara hidup dan pekerjaannya. Pengalaman inilah yang kemudian dirangkum dan dituangkan ke dalam skenario.

Kisah segar yang menawarkan aksi, komedi, dan drama

Dok. Vidio

Rahabi Mandra menegaskan bahwa Algojo tidak hanya menawarkan aksi, tetapi juga memadukan komedi dan drama dengan nuansa Jakarta akar rumput. Untuk menjaga keseimbangannya, tim melalui beberapa tahap: memastikan dramanya kuat, lalu menambahkan komedi, dan merapikan adegan aksi yang sejalan dengan struktur cerita. Setiap episode dievaluasi dari sudut pandang menyeluruh, seperti pelukis yang mundur melihat komposisinya, lalu memberi penyesuaian halus. Proses ini diterapkan sejak penulisan hingga syuting dan editing, dengan masukan tim yang datang dengan "fresh eyes".

Cerita yang di Algojo ini menyinggung moral abu-abu, loyalitas, dan pilihan sulit. Dan Rahabi menyatakan ada sisi menarik terkait kemanusiaan yang ingin disampaikan melalui series ini.

"Kemanusiaan itu tidak pernah hitam-putih, tapi tentang memilih di saat abu-abu. Di dunia Algojo, setiap karakter punya alasan di balik tindakannya. Saya ingin penonton bertanya: kalau saya di posisi mereka, apakah saya bisa tetap jadi orang baik?"

Perjalanan Zar: dari Anjelo menjadi Algojo

Dok. Vidio

Di Algojo ini kita bisa tahu bahwa orang seperti Zar yang hidup di jalanan yang keras pada akhirnya hanyalah manusia biasa seperti kita yang kadang melakukan hal konyol, melakukan kesalahan dan juga mengambil pilihan dan keputusan yang salah. Karakternya yang tidak sempurna justru terasa dekat secara emosional dengan penonton.

Bagi Arya Saloka, proyek ini adalah lompatan besar.

"Ini pertama kalinya saya terjun ke action series. Berat secara fisik, tapi menarik karena setiap gerakan Zar punya alasan emosional. Dia bukan sekadar berkelahi, tetapi dia bertahan demi orang-orang yang dia sayangi, sambil berjuang menjaga nuraninya," ungkapnya.

Persiapan fisik yang intens, latihan koreografi, hingga diet ketat menjadi bagian perjalanan Arya di balik layar. Syuting yang cukup melelahkan karena dilakukan saat bulan Ramadhan dan dia dalam keadaan puasa. Ini menunjukkan totalitas Arya di series ini demi menghidupkan tokoh Zar.

"Saya tidak mau sekadar keren di layar. Saya ingin penonton melihat sisi yang rapuh, keras kepala, tapi sangat peduli. Itulah Zar!"

Frengky: dingin, taktis, dan tak memberi ampun

Dok. Vidio

Sisi gelap dari Algojo dihadirkan melalui karakter Frengky. Dia adalah sebuah ironi, representasi dari kriminalitas di Indonesia. Dia menjadi penjahat karena itulah satu-satunya pilihan yang dia punya. Hanya di Bengkel Kapal Sadino dia mendapat validasi, dan "dianggap". Pada akhirnya kekuasaan dan harta akan selalu membutakan manusia dan kriminalitas tak lagi dianggap sebagai dosa.

Bukan pertama kalinya main di action series, tetapi bagi Randy Pangalila perannya sebagai sosok Frengky itu menarik sekaligus menantang.

"Yang menarik dari Algojo ini setiap karakter punya ciri khas. Kalau Zar itu dengan semangatnya dia yang berapi-api walaupun dia sudah jatuh berkali-kali, dia bangun berkali-kali juga. Kalau Frengky itu dingin, badass, no mercy. Setiap serangan-serangan yang dia buat benar-benar yang mematikan. Ada bantingan, kuncian, pukulan, tendangan semuanya itu ada di Frengky. Untuk peran ini aku latihan fisiknya intens, dan sebagian besar adegan action dilakukan sendiri," jelas Randy.

Pertarungan antara Zar dan Frengky bukan hanya duel fisik. Melainkan pertemuan dua cara hidup, dua nilai, dan dua jalan yang salah satunya harus dipilih.

Icha: Matahari di tengah kegelapan

Dok. Vidio

Caitlin Halderman memerankan karakter Icha, seorang SPG bar yang punya pendirian kuat, menghadirkan kehangatan lain dalam cerita. Icha itu seperti matahari di tengah kegelapan, meskipun dia tumbuh besar di lingkungan yang mengarahkannya untuk tidak bermimpi tinggi, Icha menolak itu, dia terus memperjuangkan mimpinya sendiri, dia ingin bersinar dengan caranya sendiri, tak mau menerima pemikiran yang dianggap wajar oleh sosial di sekitarnya bahwa perempuan itu harus bergantung pada laki-laki dan bahwa uang bisa membeli apa saja.

Romansa Zar dengan Icha memberikan warna tersendiri di tengah kerasnya kehidupan Algojo. Tidak hanya kekasih, Icha merupakan kompas moral bagi Zar, yang terus menarik Zar dari gelapnya dunia algojo.

"Icha terlihat galak karena tuntutan hidup, tapi hatinya lembut dan penuh mimpi. Dia menolak menyerah pada lingkungan dan justru jadi cahaya bagi Zar, mengingatkannya bahwa masih ada cara lain selain kekerasan," ungkap Caitlin.

Chemistry keduanya tumbuh dari diskusi, riset, dan proses workshop yang intens. Hubungan itu menjadi jangkar emosional ketika dunia Zar semakin gelap.

Hubungan, humor, dan luka yang tak terlihat

Dok. Vidio

Di balik ketegangan, Algojo menghadirkan dinamika persahabatan Zar dan Panjul (M. Iqbal Sulaiman) yang memunculkan humor organik, sekaligus retakan emosional saat kepercayaan diuji.

Tokoh Panjul ini meskipun kelihatannya kocak, dia sebenarnya menyimpan ironisnya sendiri. Dia sering dianggap lemah dan jadi target bully. Orang-orang seperti ini adalah orang yang paling tahu bagaimana susahnya hidup di strata terendah masyarakat yang dianggap bisa diinjak-injak. Panjul menjadi sidekick yang pas buat Zar.

Jakarta sebagai arena bertahan hidup

Dok. Vidio

Algojo menempatkan Jakarta Utara bukan sekadar latar, melainkan karakter yang hidup. Keras, tak kompromi, namun tetap menyisakan kehangatan.

Rahabi menjelaskan, "Di sini, orang bukan hanya hidup, mereka bertahan. Arena ini melahirkan karakter yang mungkin tidak akan ada jika ceritanya dipindahkan ke kota lain."

Melalui konflik antara pekerjaan, keluarga, dan harga diri, penonton diajak memahami bahwa keputusan para karakter selalu lahir dari tekanan hidup, bukan dari keinginan tunggal menjadi "jahat".

Apa yang paling membuat menarik dari Vidio Original Series Algojo?

"Tone dan genre show-nya yang fresh. Juga action-comedy-nya yang seru. Tapi yang spesial adalah pergeseran nasib para karakternya. Penonton mungkin merasa sudah tahu siapa yang 'jahat' dan 'baik' di awal, tapi Algojo akan terus menjungkirbalikkan ekspektasi itu sampai episode terakhir," tutup Rahabi.

Editorial Team