Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Seberapa Penting Double Cleansing untuk Kesehatan Kulit Wajah?
freepik.com/freepik

Dalam dunia perawatan kulit modern, metode double cleansing semakin populer sebagai langkah penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan kulit wajah.

Teknik ini melibatkan dua tahap pembersihan. Umumnya dimulai dengan pembersih berbasis minyak, lalu dilanjutkan dengan pembersih berbasis air yang berfungsi untuk mengangkat kotoran, kelebihan minyak, sisa riasan, hingga polusi secara lebih optimal dan menyeluruh.

Meski terlihat efektif, banyak orang masih bertanya-tanya, seberapa penting double cleansing untuk kesehatan kulit wajah? Apakah metode ini benar-benar dibutuhkan oleh semua jenis kulit, atau hanya relevan bagi kondisi tertentu saja dalam rutinitas skincare sehari-hari?

Popbela akan membahasnya dalam ulasan berikut ini. Yuk, simak!

1. Dilihat dari fungsi skin barrier

pexels.com/Miriam Alonso

Dilihat dari fungsi skin barrier, kulit memiliki pelindung alami yang terdiri dari sebum, lipid, dan mikrobioma yang berperan menjaga kelembapan serta melindungi dari iritasi.

Double cleansing memang efektif mengangkat kotoran secara menyeluruh, namun jika dilakukan terlalu sering atau menggunakan produk yang terlalu keras, justru dapat menghilangkan minyak alami dan melemahkan lapisan pelindung kulit sehingga memicu kulit kering, iritasi, hingga breakout.

Melansir Cleveland Clinic, over cleansing dapat merusak skin barrier, sehingga disarankan memilih pembersih yang lembut dan tidak membuat kulit terasa kering. Oleh karena itu, double cleansing sebaiknya dilakukan secara bijak dengan tetap mengutamakan kesehatan kulit, bukan sekadar hasil yang terasa sangat bersih.

2. Dilihat dari paparan polusi dan lingkungan

pexels.com/Pixabay

Dilihat dari paparan polusi dan lingkungan, double cleansing menjadi lebih relevan terutama bagi kamu yang sering beraktivitas di luar ruangan atau di area dengan polusi tinggi.

Partikel kotoran dan polusi dapat menempel di kulit dan tidak selalu terangkat sempurna hanya dengan sabun wajah biasa. Jika dibiarkan, sisa kotoran ini bisa memicu berbagai masalah seperti kulit kusam, iritasi, hingga munculnya noda atau tanda penuaan dini.

Dengan double cleansing, proses pembersihan menjadi lebih menyeluruh karena tahap pertama membantu melarutkan kotoran dan minyak, sementara tahap kedua membersihkan sisa residu sehingga kulit terasa lebih bersih dan segar.

3. Dilihat dari jenis produk yang dipakai

pexels.com/Karola G

Dilihat dari jenis produk yang dipakai, beberapa skincare dan makeup modern memang dirancang agar tahan lama sehingga tidak mudah hilang hanya dengan sekali cuci muka.

Contohnya seperti sunscreen (terutama yang water-resistant), foundation tahan lama, dan produk berbasis silikon yang dapat menempel kuat di kulit. Jika tidak dibersihkan dengan optimal, sisa produk ini bisa menyumbat pori dan memicu masalah kulit.

Di sinilah double cleansing berperan. Langkah pertama membantu meluruhkan lapisan produk yang "bandel", sementara langkah kedua memastikan kulit benar-benar bersih dari sisa kotoran.

4. Risiko jika tidak tepat

pexels.com/Ron Lach

Dilihat dari risikonya, double cleansing tidak selalu aman jika dilakukan tanpa memperhatikan cara dan kebutuhan kulit. Membersihkan wajah terlalu sering, misalnya pagi dan malam padahal tidak diperlukan, dapat membuat kulit kehilangan kelembapan alaminya.

Selain itu, penggunaan oil cleanser yang tidak cocok atau bersifat komedogenik bisa menyumbat pori, sementara kebiasaan menggosok wajah terlalu keras justru memicu iritasi.

Melansir Mayo Clinic, pembersihan yang berlebihan sebaiknya dihindari karena dapat memperparah kondisi kulit seperti jerawat dan dermatitis. Oleh karena itu, double cleansing perlu dilakukan dengan cara yang tepat agar tidak menimbulkan masalah baru pada kulit.

5. Kapan waktu terbaik untuk double cleansing?

pexels.com/Sora Shimazaki

Dilihat dari waktunya, double cleansing tidak perlu dilakukan setiap saat, melainkan disesuaikan dengan aktivitas dan kondisi kulit.

Waktu yang paling ideal adalah pada malam hari, terutama setelah beraktivitas di luar ruangan atau saat menggunakan makeup dan sunscreen tebal, karena pada kondisi ini banyak kotoran, minyak, dan residu produk yang menempel di kulit.

Sebaliknya, di pagi hari biasanya double cleansing tidak diperlukan karena kulit tidak terlalu kotor. Cukup menggunakan pembersih yang lembut saja.

Namun, pengecualian bisa berlaku jika kulit sangat berminyak atau menggunakan produk berat di malam hari. Jadi, kunci utamanya adalah menyesuaikan kebutuhan, bukan menjadikannya rutinitas wajib setiap waktu.

Sekarang, kamu sudah tahu seberapa penting double cleansing untuk kesehatan kulit wajah kan? Dengan membersihkan wajah secara tepat dan menyeluruh, kamu bisa membantu menjaga pori-pori tetap bersih, mencegah munculnya jerawat, serta membuat kulit lebih siap menyerap produk skincare berikutnya.

Editorial Team