Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
ilustrasi pemakaian produk skincare
pexels.com/Andrea Piacquadio

Intinya sih...

  • Skin flooding dan skin cycling sama-sama populer, tapi tujuannya berbeda.

  • Skin flooding fokus pada hidrasi cepat, sedangkan skin cycling fokus hasil bertahap dengan rotasi bahan aktif.

  • Pilih metode yang sesuai jenis kulit dan kondisi kulit kamu agar hasilnya maksimal dan aman.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Skin flooding dan skin cycling sama-sama viral di media sosial dan sering dianggap mirip karena melibatkan rutinitas skincare yang teratur. Padahal, keduanya punya tujuan dan cara penggunaan yang berbeda sehingga hasilnya pun bisa tidak sama.

Oleh karena itu, penting untuk memahami perbedaan skin flooding dan skin cycling sebelum kamu ikut mencobanya. Yuk, simak tujuh perbedaannya di artikel ini sampai akhir!

1. Fokus perawatan skin flooding dan skin cycling

freepik.com/freepik

Perbedaan skin flooding dan skin cycling yang pertama tentu dari fokusnya. Skin flooding memiliki tujuan untuk menghidrasi kulit secara maksimal dengan menumpuk kelembapan dalam satu sesi.

Sebaliknya, skin cycling fokus pada penggunaan berseling bahan aktif agar manfaatnya optimal. Metode ini mencoba mengoptimalkan fungsi bahan aktif yang digunakan pada jadwal penggunaan berseling. 

2. Cara kerja dan rutinitas skin flooding dan skin cycling

pexels.com/Andrea Piacquadio

Berbeda metodenya, maka berbeda cara kerjanya pula. Skin flooding bekerja dengan layering produk pelembap secara berurutan dalam satu rutinitas. Kuncinya adalah mengunci hidrasi dari serum dan moisturizer agar tahan lama.

Sementara itu, skin cycling bekerja dengan rotasi produk berbeda per malam dalam jadwal tertentu. Setiap malam memiliki fungsi spesifik, seperti eksfoliasi, retinoid, dan recovery.

3. Urutan pemakaian produk skin flooding dan skin cycling

pexels.com/RDNE Stock project

Perbedaan skin flooding dan skin cycling juga terlihat dari urutan produknya. Skin flooding biasanya dimulai dari cleansing, toner/essence, serum, lalu moisturizer, dengan hyaluronic acid pada waktu yang bersamaan sebagai kunci untuk mengikat air dan menjaga hidrasi.

Di sisi lain, produk dalam skin cycling digunakan sesuai jadwal dan disesuaikan dengan rutinitas malam sebelumnya. Biasanya, AHA/BHA dan retinoid dipakai bergantian pada malam hari, lalu diselingi moisturizer untuk recovery membantu pemulihan kulit.

4. Frekuensi dan pemakaian produk skin flooding dan skin cycling

freepik.com/freepik

Teknik skin flooding bisa dilakukan setiap hari terutama saat kulit terasa kering atau dehidrasi. Rutinitas ini sering dipakai pagi atau malam karena sifatnya lembut.

Berbeda dengan itu, skin cycling lebih umum dilakukan dalam siklus 3 - 4 hari dan fokus pada skincare malam. Frekuensi teknik ini tidak dilakukan setiap hari agar kulit punya waktu beradaptasi.

5. Hasil skin flooding dan skin cycling pada kulit

pexels.com/Karola G

Hasil dari penggunaan skin flooding dan skin cycling juga akan menunjukkan efek yang berbeda. Skin flooding akan memberikan hasil kulit lebih glowing, lembap, dan plump dalam waktu singkat. 

Sedangkanskin cycling lebih menargetkan hasil jangka panjang, seperti tekstur lebih halus, warna kulit merata, dan mengurangi flek hitam. Hasilnya pun biasanya lebih bertahap dan konsisten dalam jangka panjang. 

6. Jenis kulit yang cocok untuk skin flooding dan skin cycling

pexels.com/Sora Shimazaki

Kamu juga perlu memperhatikan jenis kulit sebelum mencoba kedua metode skincare ini.  Skin flooding cocok untuk hampir semua jenis kulit, tetapi paling ideal untuk kulit kering, kusam, dan dehidrasi. 

Di sisi lain, skin cycling cocok untuk semua jenis kulit yang ingin menggunakan bahan aktif dengan aman. Namun, kulit sensitif, rosacea, atau jerawat meradang sebaiknya konsultasi dulu sebelum mencobanya.

7. Risiko skin flooding dan skin cycling

pexels.com/Miriam Alonso

Perbedaan skin flooding dan skin cycling yang terakhir hadir dari risiko yang bisa muncul ketika penggunaannya. Skin flooding umumnya minim risiko, tapi bisa terasa berat jika terlalu banyak layer pada kulit berminyak. 

Sebaliknya, skin cycling punya potensi iritasi jika eksfoliasi atau retinoid dipakai terlalu sering. Kuncinya adalah mulai perlahan dengan kadar bahan aktif bertahap dan sisipkan malam recovery dengan menggunakan moisturizer saja. 

Itulah dia tujuh perbedaan skin flooding dan skin cycling yang harus kamu ketahui. Kini, jangan anggap keduanya sama lagi dan pilih yang paling sesuai dengan kondisi kulitmu, ya!

FAQ seputar skin flooding dan skin cycling

Apakah skin flooding bisa dilakukan setiap hari?

Bisa, terutama jika kulit kamu kering atau terasa dehidrasi.

Skin cycling cocok untuk pemula atau tidak?

Cocok, asalkan mulai perlahan dan tidak memakai bahan aktif terlalu sering.

Bolehkah skin flooding dan skin cycling digabung?

Boleh, tapi sebaiknya dilakukan di hari yang berbeda agar kulit tidak stres.

Editorial Team