Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
10 Tips Memilih Skincare untuk Kulit Kering agar Senantiasa Lembap
vecteezy.com/Tonefoto grapher

Intinya sih...

  • Kulit kering dan kulit dehidrasi sering terlihat mirip, padahal berbeda. Salah satunya kekurangan minyak, yang lain kekurangan cairan.

  • Perbedaannya dapat dilihat dari penyebab, jenis kulit, tampilan , respons terhadap pelembap, hingga gejala tambahan seperti bibir pecah-pecah atau lemas pada dehidrasi.

  • Penanganannya juga berbeda, yaitu memperkuat kelembapan dan barrier untuk kulit kering serta mencukupi cairan tubuh untuk kulit dehidrasi.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sering kali, kondisi kulit yang terasa tertarik dan kusam membuat kamu berpikir bahwa itu hanyalah kulit kering. Padahal, bisa saja yang terjadi adalah kulit dehidrasi sehingga perlu penanganan yang berbeda.

Oleh karena itu, membedakan keduanya penting agar kamu tidak salah langkah. Jadi, yuk simak tujuh perbedaan kulit kering dan kulit dehidrasi yang telah dirangkum lengkap di artikel ini!

1. Perbedaan pengertian kulit kering dan kulit dehidrasi

pexels.com/Andrea Piacquadio

Perbedaan kulit kering dan kulit dehidrasi yang pertama ialah dari pengertiannya. Secara sederhana, tipe kulit kering adalah kondisi bawaan ketika minyak alami kulit sedikit. Akibatnya, lapisan pelindung kulit jadi mudah kehilangan kelembapan.

Sementara itu, dehidrasi pada kulit adalah kondisi di mana kulit kekurangan cairan meski jenis kulitnya apa pun. Jadi, walaupun kulit kamu berminyak, tanda dehidrasi tetap bisa muncul ketika tubuh kekurangan cairan.

2. Penyebab utama kulit kering dan kulit dehidrasi

freepik.com/free photo

Faktor genetik sering berperan besar dalam membuat produksi sebum lebih rendah. Selain itu, mandi air panas terlalu lama juga dapat memperparah kondisi ini.

Di sisi lain, kurang minum air putih bisa memicu dehidrasi kulit dari dalam. Diare, demam, atau banyak berkeringat juga bisa membuat kulit tampak makin kering. Oleh karena itu, penting untuk kamu tetap terhidrasi dengan minum air minimal 1 liter dalam sehari.

3. Jenis kulit yang rawan kering dan dehidrasi

freepik.com/freepik

Pada tipe kulit tertentu, kering akibat kurangnya produksi sebum bisa bersifat menetap dan muncul sejak lama. Oleh sebab itu, pemilik kulit kering cenderung mengalami keluhan yang berulang di area yang sama.

Sebaliknya, dehidrasi bisa terjadi pada semua jenis kulit tanpa terkecuali. Bahkan, kulit kombinasi dan berminyak pun bisa terlihat kusam ketika cairan tubuh kurang.

4. Ciri dan tampilan kulit kering dan kulit dehidrasi

freepik.com/freepik

Perbedaan kulit kering dan kulit dehidrasi lainnya yang juga bisa kamu amati pada kulit. Kering pada kondisi normal ditandai dengan permukaan kasar hingga bersisik. Selain itu, kulit juga tampak kurang elastis sehingga terasa tertarik.

Namun, kulit dehidrasi biasanya terlihat lelah dan kurang plump walau tidak selalu bersisik. Meskipun demikian, permukaan kulit bisa tetap mengilap karena minyak masih diproduksi.

5. Pemakaian pelembap pada kulit kering dan kulit dehidrasi

pexels.com/Yan Krukau

Kedua jenis kulit ini juga akan memiliki respons berbeda ketika kamu mengaplikasikan pelembap. Kulit kering umumnya terasa lebih nyaman dalam waktu cepat karena permukaan akan terhidrasi secara langsung. Hal ini karena yang dibutuhkan jenis kulit ini adalah tambahan minyak dan perlindungan barrier.

Berbeda dengan itu, pada kondisi dehidrasi, penggunaan pelembap saja sering belum cukup. Hal yang juga bisa kamu lakukan untuk membantu mengembalikan kondisi kulit ialah hidrasi dari dalam dengan minuman, serat yang cukup, hingga suplemen jika perlu. 

6. Gejala tambahan kulit kering dan kulit dehidrasi

pexels.com/Jenna Hamra

Walaupun umumnya tidak mengganggu, kondisi kulit kering dan dehidrasi dapat pula memiliki gejala tambahan yang cukup parah. Keluhan pada kulit kering biasanya terbatas di permukaan kulit, seperti gatal atau pecah-pecah. Selain itu, area yang bermasalah sering terasa sensitif saat cuaca ekstrem.

Sebaliknya, dehidrasi sering disertai tanda tubuh lain seperti bibir pecah-pecah dan lemas. Oleh karena itu, kamu juga bisa mengalami jarang buang air kecil atau urin lebih gelap.

7. Cara mengatasi kulit kering dan kulit dehidrasi

pexels.com/Andrea Piacquadio

Untuk kondisi kering, fokus utama penanganannya adalah memperbaiki kelembapan dengan produk yang lembut. Selain itu, kamu sebaiknya menghindari sabun yang membuat kulit terasa makin kesat.

Sementara itu, dehidrasi perlu ditangani dengan mencukupi cairan tubuh secara konsisten. Jadi, selain minum cukup air, kamu juga perlu mengurangi minuman berkafein bila berlebihan.

Demikianlah perbedaan kulit kering dan kulit dehidrasi yang wajib kamu ketahui agar penanganannya tepat. Kini, atasi masalah kulitmu sesuai penyebabnya, ya!

FAQ seputar kulit kering dan kulit dehidrasi

Kulit kering vs dehidrasi bedanya apa?

Kering kurang minyak, dehidrasi kurang cairan.

Apa penyebab utamanya?

Kering dipengaruhi genetik atau karena air panas, dehidrasi karena kurang minum atau banyak kehilangan cairan.

Cara mengatasinya gimana?

Kering fokus pelembap + barrier, dehidrasi fokus hidrasi dari dalam + skincare pendukung.

Editorial Team