Perbedaan fungal acne dan jerawat biasa terletak pada penyebab, bentuk, dan cara penanganannya. Jerawat biasa atau acne vulgaris terjadi akibat pori-pori yang tersumbat oleh minyak berlebih, sel kulit mati, dan bakteri sehingga memicu peradangan. Kondisi ini bisa muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari komedo, jerawat merah, hingga jerawat besar yang terasa nyeri. Sementara itu, fungal acne bukanlah jerawat dalam arti medis, melainkan peradangan folikel rambut akibat pertumbuhan jamur malassezia yang berlebihan di kulit.
Secara tampilan, jerawat biasa memiliki ukuran dan bentuk yang beragam, sedangkan fungal acne cenderung muncul sebagai bruntusan kecil berukuran seragam yang berkelompok. Nah, untuk rasanya, jerawat biasa umumnya terasa sakit saat meradang, sementara fungal acne lebih sering disertai rasa gatal, terutama ketika berkeringat atau berada di lingkungan panas dan lembap.
Area kemunculannya juga berbeda, jerawat biasa sering muncul di area wajah seperti dahi, pipi, dan dagu, sedangkan fungal acne lebih banyak ditemukan di area lembap seperti dahi dekat garis rambut, dada, punggung, bahu, dan leher. Selain itu, respon terhadap skincare berbeda pula, karena jerawat biasa biasanya membaik dengan penggunaan produk anti acne, sementara fungal acne justru bisa semakin parah jika menggunakan skincare yang terlalu berminyak, jadi mendorong pertumbuhan jamur.
Jadi, perbedaan fungal acne dan jerawat biasa terletak pada penyebab, bentuk, rasa, serta respon terhadap skincare. Jerawat biasa disebabkan oleh bakteri dan penyumbatan pori, sedangkan fungal acne dipicu oleh pertumbuhan jamur yang berlebihan.
Jika jerawat terasa gatal, berukuran kecil seragam, dan tidak membaik dengan skincare anti-acne, bisa jadi itu adalah fungal acne. Dengan memahami perbedaannya, kamu dapat memilih perawatan yang tepat!