Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Kenapa Wajah Terasa Ketarik Setelah Cuci Muka? Ini Penjelasannya!
cerave.com.au

  • Sensasi ketarik setelah cuci muka adalah tanda skin barrier terganggu, ditandai dengan kulit kencang, kaku, dan kurang nyaman.

  • Penyebab wajah terasa ketarik setelah cuci muka antara lain sabun wajah terlalu keras, pH tidak seimbang, mencuci wajah terlalu sering, dan suhu air terlalu panas.

  • Cara mengatasi wajah terasa ketarik setelah cuci muka termasuk memilih facial wash yang gentle, menggunakan air suhu normal, dan memperhatikan kandungan skincare lainnya.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernah merasa wajah terasa ketarik, kaku, atau bahkan perih setelah mencuci muka? Kondisi ini sering dianggap sepele, padahal bisa menjadi tanda awal skin barrier yang terganggu. Banyak orang mengira wajah terasa kesat berarti bersih maksimal, padahal kenyataannya justru sebaliknya.

Lalu, kenapa wajah terasa ketarik setelah cuci muka? Apakah karena sabun muka yang salah, air yang digunakan, atau pengunaan skincare yang salah? Yuk, simak artikel ini!

Apa itu sensasi ketarik setelah cuci muka?

kimgalloesthetics.com

Sensasi ketarik adalah kondisi ketika kulit wajah terasa kencang, kaku, dan kurang nyaman setelah dibersihkan. Dalam beberapa kasus, kulit juga tampak kusam, terasa kasar, bahkan mudah memerah. Kondisi ini biasanya muncul beberapa menit setelah mencuci muka dan bisa semakin parah jika tidak segera diatasi dengan tepat. Secara umum, wajah terasa ketarik setelah cuci muka menandakan bahwa minyak alami (sebum) dan kelembapan kulit ikut terangkat secara berlebihan saat proses pembersihan.

Penyebab wajah terasa ketarik setelah cuci muka

byrdie.com

  1. Sabun wajah terlalu keras
    Salah satu penyebab paling umum wajah terasa ketarik setelah cuci muka adalah penggunaan facial wash dengan kandungan surfaktan yang terlalu kuat. Sabun wajah yang mengandung SLS (Sodium Lauryl Sulfate) atau alkohol tinggi dapat membersihkan secara agresif, sehingga menghilangkan minyak alami yang berfungsi menjaga kelembapan kulit. Akibatnya, kulit menjadi kering, tidak elastis, dan terasa tertarik.

  2. pH sabun wajah tidak seimbang
    Kulit wajah memiliki pH alami sekitar 4,5–5,5 yang bersifat sedikit asam. Jika sabun wajah memiliki pH terlalu tinggi (basa), lapisan pelindung kulit bisa terganggu. Inilah yang menyebabkan wajah terasa ketarik, kering, dan lebih sensitif setelah mencuci muka. Sabun wajah dengan pH tinggi juga bisa membuat kulit lebih mudah berjerawat dan iritasi, lho.

  3. Terlalu sering mencuci wajah
    Mencuci wajah terlalu sering, misalnya lebih dari 3-4 kali sehari, dapat mengikis lapisan minyak alami kulit. Meskipun niatnya untuk menjaga kebersihan, kebiasaan ini justru membuat kulit kehilangan kelembapan alaminya. Karenannya, wajah terasa ketarik setelah cuci muka, bahkan bisa memicu kulit memproduksi minyak berlebih sebagai bentuk pertahanan.

  4. Suhu air terlalu panas
    Banyak yang merasa air hangat atau panas lebih nyaman saat mencuci wajah. Namun, air panas dapat melarutkan minyak alami kulit lebih cepat dibandingkan air bersuhu normal. Hal ini menyebabkan kulit menjadi kering dan terasa ketarik setelah mencuci muka. Selain itu, air panas juga bisa merusak skin barrier jika digunakan terus-menerus.

  5. Jenis kulit kering atau sensitif
    Pemilik kulit kering dan sensitif lebih rentan mengalami wajah terasa ketarik setelah cuci muka. Kulit jenis ini memang memiliki kadar minyak alami yang lebih sedikit, sehingga lebih mudah kehilangan kelembapan saat dibersihkan. Jika tidak dibarengi dengan skincare yang melembapkan, sensasi ketarik bisa muncul hampir setiap kali mencuci wajah.

Ini dampak jika wajah terus terasa ketarik

thebeautychef.com

Jika dibiarkan, wajah yang sering terasa ketarik setelah cuci muka dapat menimbulkan berbagai masalah kulit, seperti:

  • Kulit menjadi semakin kering dan kasar

  • Rusaknya skin barrier

  • Muncul iritasi dan kemerahan

  • Kulit lebih sensitif terhadap produk skincare

  • Risiko jerawat dan breakout meningkat

  • Tanda penuaan dini lebih cepat muncul

Oleh karena itu, penting untuk segera mengatasi penyebabnya sebelum kondisi kulit semakin memburuk.

Cara mengatasi wajah terasa ketarik setelah cuci muka

nytimes.com

  1. Gunakan facial wash yang gentle
    Pilih sabun wajah dengan label gentle cleanser, low pH, atau soap-free. Kandungan seperti glycerin, ceramide, hyaluronic acid, dan panthenol sangat baik untuk menjaga kelembapan kulit. Hindari sabun wajah yang membuat kulit terasa kesat, karena itu biasanya tanda pembersihan terlalu keras.

  2. Gunakan air suhu normal
    Cuci wajah dengan air bersuhu normal atau sedikit hangat. Hindari air panas karena dapat memperparah kondisi kulit kering dan sensasi ketarik.

  3. Jangan menggosok wajah terlalu keras
    Saat mencuci muka, pijat wajah dengan lembut menggunakan ujung jari. Menggosok terlalu keras dapat merusak lapisan pelindung kulit dan menyebabkan iritasi.

  4. Segera gunakan toner atau moisturizer
    Setelah mencuci wajah, aplikasikan hydrating toner dan lanjutkan dengan moisturizer dalam waktu kurang dari satu menit. Langkah ini membantu “mengunci” kelembapan dan mencegah kulit terasa ketarik.

  5. Perhatikan kandungan skincare lainnya
    Jika kamu menggunakan produk eksfoliasi seperti AHA, BHA, atau retinol terlalu sering, kulit bisa menjadi lebih kering dan sensitif. Jadi lebih diperhatikan lagi, ya.

Wajah terasa ketarik setelah cuci muka bukanlah hal yang bisa diabaikan. Jika terus dibiarkan, sensasi ketarik bisa berdampak buruk pada kesehatan skin barrier dan memicu berbagai masalah kulit. Ingat, kulit yang bersih bukan berarti kulit yang kering dan tertarik, melainkan kulit yang seimbang dan terawat.

Editorial Team