Industri kosmetik di Indonesia terus mengalami perkembangan, hal ini ditandai dengan kehadiran berbagai jenama yang bergerak di bidang perawatan kulit, tubuh, rambut, hingga wewangian yang terus berdatangan di pasaran.
Kondisi ini tentu sejalan dengan proyeksi berbagai lembaga riset termasuk Statista, nilai pasar kosmetik Indonesia pada 2026 diperkirakan akan mencapai lebih dari USD 10 miliar dengan rata-rata pertumbuhan lebih dari 5,5% dalam lima tahun ke depan.
Sedangkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mencatat terdapat 1.684 industri kosmetik di Indonesia, dengan sekitar 85% di antaranya merupakan industri kecil dan menengah (IKM). Perkembangan ini menandakan kuatnya peran industri kosmetik nasional dalam mendukung pertumbuhan sektor kecantikan di Indonesia.
Dalam upaya menjembatani pelaku usaha, khususnya di bidang kosmetik, Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (PERKOSMI) kembali menggelar Indonesia Cosmetic Ingredients (ICI) 2026 yang berlangsung pada 6-8 Mei 2026 di Hall D dan A3, JIExpo Kemayoran, Jakarta Utara.
Di tengah pertumbuhan pesat industri kecantikan nasional serta semakin dekatnya implementasi wajib sertifikasi halal pada Oktober 2026, ICI 2026 hadir sebagai platform strategis untuk memperkuat kesiapan industri melalui inovasi, kolaborasi, dan pemahaman regulasi.
Berangkat dari perubahan kebiasaan konsumen dalam menggunakan produk kecantikan yang tak hanya melihat efektivitas produk saja, tetapi juga keamanan dan proses produksi dengan memerhatikan dampak lingkungan, ICI 2026 mengusung tema Innovating the Future of Cosmetic Ingredients: Technology, Safety, and Sustainable Excellence.
Pada penyelenggaraan yang ke-16, ICI 2026 menghadirkan 98 perusahaan nasional dan internasional melalui 564 stan pameran, serta berbagai seminar dan diskusi yang relevan dengan inovasi bahan baku, perkembangan teknologi, keamanan produk, dan tren industri global.
Berbicara mengenai perkembangan industri kecantikan, Ketua Umum PERKOSMI, Sancoyo Antarkiso, menekankan pentingnya inovasi dan transformasi.
“Melalui ICI 2026, kami mendorong pelaku industri untuk tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga memimpin inovasi dengan memanfaatkan teknologi terkini, memastikan keamanan produk, serta mengedepankan praktik yang berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk mempercepat transformasi ini,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa inovasi dapat dilakukan melalui pemilihan kandungan dalam produk kecantikan.
“Untuk bisa membuat produk-produk mereka tetap relevan, adaptif, dan kompetitif seperti yang saya sampaikan tadi, salah satu upayanya, kan, melakukan inovasi, nah, inovasi salah satu unsurnya adalah ingredients,” tambahnya.
Dari sisi pengawasan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menekankan bahwa inovasi dalam industri kosmetik harus tetap menjamin keamanan dan keberlanjutan. Hal ini disampaikan oleh Kepala BPOM Taruna Ikrar.
“Tema ICI 2026 sangat relevan dengan arah perkembangan industri kosmetik global saat ini. Tema ini menegaskan pentingnya tiga pilar utama yaitu inovasi teknologi, jaminan keamanan, serta keberlanjutan dalam pengembangan bahan baku kosmetik. Sinergi ketiganya adalah kunci untuk mewujudkan kosmetik aman, bermutu, dan bermanfaat,” ujarnya.
Terkait pengawasan, BPOM terus berupaya menjamin keamanan penggunaan produk kecantikan sehari-hari, mulai dari menurunkan atau take down tautan produk kecantikan bermasalah yang masih beredar di pasaran serta menindak pelaku pelanggaran.
“Jadi, kita bukan hanya melakukan take down, bukan hanya mengumumkan, kita juga punya komitmen melakukan penindakan,” tambahnya.
Untuk mendukung perkembangan industri yang semakin mengedepankan teknologi dan inovasi berkelanjutan, ICI 2026 juga menghadirkan sejumlah program unggulan. Di antaranya Innovation Zone yang menampilkan inovasi bahan baku terbaru, serta Formulation Lab yang memberikan pengalaman langsung terkait proses formulasi produk kosmetik.
Dengan target lebih dari 15.000 pengunjung, ICI 2026 diharapkan dapat menjadi wadah kolaborasi bagi pelaku industri, regulator, akademisi, dan mitra global untuk bersama-sama mendorong perkembangan industri kosmetik nasional yang lebih inovatif, aman, dan berkelanjutan.