Merawat kulit sensitif itu bukan cuma soal kenyamanan, seperti bebas rasa gatal atau rasa ketarik, tapi juga soal kesehatan medis: menjaga skin barrier agar tak mudah inflamasi dan iritasi yang berulang. Berikut delapan cara merawat kulit sensitif yang direkomendasikan oleh dermatolog dengan pendekatan ilmiah.
1. Gunakan pembersih wajah lembut tanpa wewangian
Hindari sabun berbusa kuat atau formulasinya mengandung parfum karena bisa merusak lapisan pelindung kulit. Dermatolog dari Mayo Clinic merekomendasikan sabun fragrance‑free dan hypoallergenic, ideal untuk kulit yang mudah iritasi. Dengan pembersih yang lembut, kulit tetap dapat dibersihkan tanpa terasa kering atau tertarik setelah dibilas.
2. Oleskan moisturizer hypoallergenic dua kali sehari
Kulit sensitif rentan kehilangan kelembapan lebih cepat akibat iritasi. Gunakan pelembap minimal mengandung ceramides, petrolatum, atau glycerin yang membantu memperkuat skin barrier tanpa menimbulkan reaksi. Dermatolog mengatakan moisturizer semacam ini menurunkan risiko retak, perih, dan bakteri masuk melalui kulit pecah.
3. Lakukan patch test sebelum coba produk baru
Sebelum mulai rutin, coba dulu sedikit produk di lengan bagian dalam selama 24–48 jam. Dermatolog di MDCS Dermatology merekomendasikan langkah ini untuk mendeteksi reaksi alergi atau sensitivitas sebelum merawat wajah. Dengan cara ini kamu bisa hindari iritasi sebelumnya dan tetap dapat bereksperimen aman.
4. Gunakan tabir surya mineral dengan SPF 30 atau lebih setiap hari
Paparan sinar UV bisa memperparah sensitivitas kulit, menyebabkan kemerahan atau rasa perih. The American Academy of Dermatology menyarankan sunscreen SPF 30+ berbasis zinc oxide atau titanium dioxide untuk kulit sensitif. Tabir surya mineral ini lebih lembut daripada chemical sunscreen dan tahan iritasi lebih lama.
5. Hindari mandi air panas terlalu lama
Air panas bisa membuat lapisan lipid kulit rusak sementara kulit jadi lebih mudah kering dan iritasi. Menurut ahli dari Yale New Haven Hospital, mandi hangat selama 5–10 menit jauh lebih aman untuk menjaga kelembapan kulit sensitif. Batasi durasi mandi, dan gunakan air hangat biasa agar tidak memperlemah skin barrier.
6. Batasi eksfoliasi & hindari AHA/BHA yang keras
Kulit sensitif mudah bereaksi terhadap eksfoliasi kimia (AHA/BHA kuat) maupun scrub fisik kasar. Menurut Byrdie, beberapa ahli menyarankan agar pemilik kulit sensitif menghindari bahan seperti alkohol, pewarna, dan exfoliant agresif. Jika ingin eksfoliasi, pilih produk yang ringan atau pertimbangkan enzim lembut seperti papain, dan batasi 1–2 kali seminggu saja.
7. Kenali pemicu iritasi dan hindari bahan berbahaya
Setiap kulit punya respons berbeda terhadap parfum, alkohol, retinoid, pewarna, dan sulfat. Associated Skincare Blog menyoroti pentingnya membaca label produk serta mencatat pemicu dalam “skincare diary”. Dengan cara ini, kamu bisa lebih cermat memilih produk yang aman dan nyaman untuk kulitmu.
8. Lindungi kulit dari faktor lingkungan ekstrem
Terkena suhu ekstrem, polusi, angin, maupun udara AC bisa membuat kulit sensitif bereaksi. Times of India merekomendasikan pakaian berbahan katun atau linen alami untuk menghindari gesekan dan kelembapan berlebih yang memicu iritasi. Selain itu, selalu bawa penutup kepala dan skincare dengan vitamin C di pagi hari untuk melindungi dari polusi dan radikal bebas.