Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Cara Mengatasi Bruntusan di Dahi, Bikin Kulit Sehat Lagi
hellowisp.com
  • Bruntusan di dahi umumnya disebabkan oleh pori-pori tersumbat akibat minyak, sel kulit mati, keringat, atau sisa produk skincare dan rambut.
  • Perawatan utama meliputi pembersihan wajah rutin dengan gentle cleanser, eksfoliasi teratur, serta penggunaan skincare non-comedogenic agar pori tetap bersih dan skin barrier terjaga.
  • Kebersihan rambut, helm, sarung bantal, serta penggunaan sunscreen ringan setiap hari penting untuk mencegah bruntusan makin parah dan menjaga kulit tetap sehat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bruntusan di dahi menjadi salah satu masalah kulit yang paling sering dialami. Meski ukurannya kecil, tekstur kasar akibat bruntusan bisa mengganggu penampilan dan membuat makeup sulit nempel. Nggak sedikit juga yang merasa kurang percaya diri karena area dahi terlihat tidak rata dan terasa kasar saat disentuh.

Bruntusan biasanya muncul akibat pori-pori tersumbat oleh minyak, sel kulit mati, keringat, hingga sisa produk skincare atau rambut. Area dahi termasuk bagian wajah yang mudah berminyak, apalagi bagi pemilik kulit kombinasi dan berminyak. Selain itu, penggunaan poni, helm, atau kebiasaan menyentuh wajah juga bisa memperparah kondisi ini.

Agar masalah tidak semakin parah, penting untuk mengetahui cara mengatasi bruntusan di dahi dengan tepat. Ini lima cara yang bisa bantu kulit tampak lebih halus dan sehat.

1. Rutin membersihkan wajah dengan gentle cleanser

prettyme.in

Langkah pertama yang penting untuk mengatasi bruntusan di dahi adalah menjaga kebersihan wajah. Produksi minyak berlebih di area dahi dapat bercampur dengan debu, kotoran, dan sisa makeup sehingga menyumbat pori-pori. Gunakan facial wash atau gentle cleanser agar kulit tetap bersih tanpa membuat skin barrier rusak. Hindari sabun wajah dengan kandungan alkohol tinggi karena bisa membuat kulit semakin kering dan memicu produksi minyak berlebih.

Membersihkan wajah dua kali sehari sudah cukup untuk menjaga kulit tetap sehat. Jika terlalu sering mencuci muka, kulit justru bisa menjadi iritasi dan memperburuk bruntusan. Pastikan juga untuk membersihkan wajah setelah beraktivitas di luar ruangan atau setelah berkeringat. Selain itu, jangan lupa membersihkan area garis rambut karena sisa produk hair styling seperti pomade, hairspray, atau dry shampoo sering kali menjadi penyebab munculnya bruntusan di dahi.

2. Rutin melakukan eksfoliasi

greatist.com

Penumpukan sel kulit mati menjadi salah satu penyebab utama bruntusan. Karena itu, eksfoliasi penting dilakukan agar pori-pori tetap bersih dan kulit terasa lebih halus. Kamu bisa memilih chemical exfoliator dengan kandungan seperti salicylic acid atau BHA yang mampu membersihkan pori-pori. Kandungan ini cocok untuk kulit berminyak dan mudah bruntusan karena membantu mengurangi minyak berlebih sekaligus mencegah munculnya jerawat kecil.

Gunakan eksfoliator dua hingga tiga kali seminggu agar kulit tidak iritasi. Hindari penggunaan scrub dengan butiran kasar secara berlebihan karena dapat merusak skin barrier dan menyebabkan kemerahan. Jika baru mulai menggunakan exfoliating product, gunakan secara perlahan dan lihat reaksi kulit terlebih dahulu. Setelah eksfoliasi, pastikan kulit tetap terhidrasi dengan moisturizer agar skin barrier tetap terjaga.

3. Gunakan skincare non-comedogenic

acure.com

Pemilihan skincare juga sangat berpengaruh terhadap kondisi kulit. Produk yang terlalu thick atau menyumbat pori dapat memperparah bruntusan, terutama di area dahi yang mudah berminyak. Cobalah menggunakan produk dengan label non-comedogenic karena formulanya dibuat agar tidak menyumbat pori-pori. Pilih tekstur yang ringan seperti gel atau water-based moisturizer supaya kulit tetap nyaman.

Selain itu, hindari terlalu banyak layering skincare jika kulit sedang mengalami bruntusan. Penggunaan terlalu banyak produk aktif sekaligus dapat membuat kulit stres dan iritasi. Beberapa kandungan skincare yang bisa membantu mengatasi bruntusan di dahi, seperti niacinamide, centella asiatica, salicylic acid, atau tea tree. Tapi, penting untuk tetap memperhatikan kondisi kulit masing-masing. Jika muncul rasa perih, kemerahan, atau kulit semakin kasar, hentikan penggunaan produk sementara waktu.

4. Jaga kebersihan rambut dan barang yang menyentuh dahi

byrdie.com

Banyak orang tidak menyadari bahwa rambut juga bisa menjadi penyebab munculnya bruntusan di dahi. Minyak dari rambut, ketombe, hingga residu produk styling dapat menempel pada kulit dan menyumbat pori-pori. Jika memiliki poni, usahakan untuk menjaga rambut tetap bersih dan tidak terlalu lepek. Keramas secara rutin juga penting untuk mengurangi minyak berlebih pada kulit kepala. Selain rambut, helm, topi, sarung bantal, sampai handuk wajah juga sering terkena dahi. Jadi pastikan untuk selalu menjaga kebersihan barang-barang tersebut.

5. Aplikasikan sunscreen setiap hari

instyle.com

Banyak orang mengira sunscreen hanya penting saat beraktivitas di luar ruangan. Padahal, penggunaan sunscreen setiap hari juga membantu menjaga kondisi kulit agar tidak semakin sensitif dan iritasi. Paparan sinar matahari dapat memperparah peradangan pada kulit beruntusan. Selain itu, kulit yang terpapar UV tanpa perlindungan lebih mudah mengalami kemerahan dan tekstur kasar.

Pilih sunscreen dengan tekstur ringan dan non-comedogenic agar nyaman digunakan di area dahi. Sunscreen berbentuk gel atau watery sunscreen biasanya lebih cocok untuk kulit berminyak dan rentan bruntusan. Gunakan sunscreen minimal SPF 30 dan aplikasikan ulang setiap dua hingga tiga jam jika beraktivitas di luar ruangan. Selain melindungi kulit dari sinar UV, penggunaan sunscreen juga membantu menjaga hasil perawatan kulit agar lebih optimal.

Bruntusan di dahi memang terasa mengganggu, tetapi kondisi ini bisa diatasi dengan perawatan yang tepat dan konsisten. Jika bruntusan tidak kunjung membaik atau justru semakin meradang, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter kulit agar mendapatkan penanganan yang sesuai.

Editorial Team