Setiap jenis iris bisa memberikan kesan aroma yang sedikit berbeda. Tergantung dari asal dan proses ekstraksinya, wangi iris bisa bervariasi mulai dari lembut hingga woody. Berikut beberapa variasi yang paling dikenal:
1. Orris butter – aroma lembut dan powdery
Jenis iris ini berasal dari proses destilasi akar orris yang menghasilkan “mentega” alami beraroma lembut. Wangi yang dihasilkan cenderung powdery, seperti bedak halus dan floral yang klasik. Parfum dengan orris butter sering memberi kesan feminin, anggun, dan nostalgic, yakni cocok buat kamu yang suka aroma vintage tapi timeless.
Selain itu, orris butter juga sering dipadukan dengan vanila atau musk untuk menonjolkan sisi creamy-nya. Kombinasi ini menciptakan kesan hangat dan intim, cocok dipakai untuk acara malam hari atau suasana romantis.
2. Iris pallida – aroma elegan dan bersih
Jenis iris yang satu ini banyak tumbuh di Italia, khususnya di Florence. Iris pallida dikenal punya karakter aroma yang bersih, halus, dan elegan dengan sentuhan floral ringan. Ketika digunakan dalam parfum, wangi ini terasa seperti linen segar yang baru dicuci, memberi efek tenang dan menenangkan.
Parfum yang mengandung iris pallida sering dipilih oleh kamu yang suka wangi minimalis dan classy. Aromanya tidak terlalu kuat, tapi meninggalkan jejak halus yang tahan lama di kulit.
3. Iris germanica – aroma earthy dan woody
Iris germanica memiliki aroma yang sedikit lebih dalam dan hangat dibanding pallida. Nuansa earthy dan woody-nya memberikan kesan natural serta grounding. Parfum dengan bahan ini cocok buat kamu yang menyukai wangi yang netral atau unisex, karena tidak terlalu manis dan punya sisi misterius.
Biasanya, Iris germanica dipadukan dengan bahan seperti vetiver, sandalwood, atau amber untuk menonjolkan karakternya yang tenang dan membumi.