Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Upaya Industri Kecantikan Agar Lebih Ramah Lingkungan, Bukan Cuma Formula!
Dok. ParagonCorp
  • Industri kecantikan mulai memperhatikan keberlanjutan melalui kolaborasi, pengurangan plastik, dan pengelolaan kemasan bekas.

  • ParagonCorp membagikan program pengumpulan kemasan serta pengembangan formula yang lebih memperhatikan lingkungan.

  • Konsumen dapat mendukung beauty sustainability dengan menghabiskan produk dan mengembalikan kemasan bekas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
30 September 2026

Beauty in Sustainability, side event Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2026, diinisiasi ParagonCorp. Forum ini mempertemukan sejumlah founder brand kecantikan lokal untuk membahas masa depan industri beauty yang lebih berkelanjutan.

September 2026

Sebanyak 83.326 produk kecantikan bekas telah dikembalikan konsumen melalui Paragon Empties Station. Lebih dari 3,3 ton plastik telah diolah kembali melalui Paragreen.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Upaya industri kecantikan untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan melalui kerja sama, pengurangan plastik, daur ulang kemasan, formula yang lebih ramah lingkungan, dan keterlibatan konsumen.
  • Who?
    ParagonCorp, BLP, HMNS, guele, Brighty, pemilik merek, pemasok bahan baku, produsen kemasan, mitra pengelola daur ulang, dan konsumen.
  • Where?
    Dalam Beauty in Sustainability, side event Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2026.
  • When?
    30 September 2026. Data pengembalian kemasan tercatat hingga September 2026.
  • Why?
    Untuk membangun industri kecantikan yang lebih berkelanjutan dan mengurangi dampaknya terhadap lingkungan.
  • How?
    Melalui kolaborasi, penggunaan plastik daur ulang, pengurangan plastik, pengumpulan kemasan bekas, pengembangan formula, serta kebiasaan konsumen menggunakan produk hingga habis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Industri kecantikan sedang berusaha menjaga lingkungan. ParagonCorp, beberapa brand lokal, dan konsumen ikut membantu. Mereka bekerja sama, memakai lebih sedikit plastik, mengumpulkan kemasan bekas, dan membuat formula yang lebih ramah lingkungan. Konsumen bisa memakai produk sampai habis lalu mengembalikan kemasannya. Sekarang, upaya ini terus dilakukan bersama.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Industri kecantikan menunjukkan ruang kolaborasi yang semakin luas dalam menjalankan keberlanjutan. Upaya tersebut mencakup bahan, kemasan, limbah, formula, hingga kebiasaan konsumen. Keterlibatan berbagai pihak membuat perubahan tidak hanya bergantung pada satu brand, sementara program pengumpulan kemasan dan inovasi produk memberi bentuk nyata pada perhatian terhadap lingkungan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat memilih produk kecantikan, kita mungkin lebih sering memperhatikan kandungan, manfaat, hingga hasil yang diberikan pada kulit. Namun, pernahkah terpikir tentang apa yang terjadi pada kemasannya setelah produk habis digunakan? Atau bagaimana proses pembuatannya bisa memberikan dampak terhadap lingkungan?

Seiring berkembangnya industri beauty, isu keberlanjutan atau sustainability mulai menjadi perhatian. Bukan hanya soal menggunakan bahan alami, tetapi juga bagaimana brand mengelola bahan baku, kemasan, hingga limbah produknya.

Hal ini turut dibahas dalam Beauty in Sustainability, side event Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2026 yang diinisiasi ParagonCorp pada 30 September 2026. Forum ini mempertemukan sejumlah founder brand kecantikan lokal, seperti BLP, HMNS, guele, dan Brighty untuk membahas masa depan industri beauty yang lebih berkelanjutan.

Lantas, seperti apa upaya yang bisa dilakukan industri kecantikan untuk mengurangi dampaknya terhadap lingkungan?

1. Brand kecantikan perlu bergerak bersama

Dok. ParagonCorp

Membangun industri kecantikan yang lebih berkelanjutan bukan pekerjaan satu brand saja. Dibutuhkan kerja sama antara pemilik merek, pemasok bahan baku, produsen kemasan, hingga mitra pengelola daur ulang agar perubahan bisa diterapkan secara lebih luas.

Deputy CEO ParagonCorp, Dr. Sari Chairunnisa, mengatakan bahwa kolaborasi dapat membantu memperluas akses terhadap pilihan yang lebih berkelanjutan.

“Produknya boleh berbeda-beda, tapi yang membuat harus bersama-sama. Keberlanjutan adalah perjalanan yang terus kami pelajari, dan akan jauh lebih bermakna jika ditempuh bersama sesama founder dan seluruh ekosistem industri,” ujar Dr. Sari.

2. Mengurangi penggunaan plastik pada kemasan

Dok. ParagonCorp

Kemasan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan karena produk kecantikan umumnya menggunakan berbagai material, termasuk plastik. Karena itu, brand perlu memikirkan cara mengurangi penggunaannya sekaligus mengelola kemasan bekas agar tidak langsung menjadi sampah.

ParagonCorp membagikan beberapa upayanya, seperti penggunaan 30 persen plastik daur ulang pada kemasan Tavi dan pengurangan penggunaan plastik hingga 10 persen pada kemasan Emina.

3. Mengumpulkan kemasan bekas untuk didaur ulang

Dok. ParagonCorp

Selain mengurangi penggunaan plastik, pengelolaan kemasan setelah produk habis juga tidak kalah penting. Salah satu upaya yang dilakukan ParagonCorp adalah melalui Paragon Empties Station, program pengumpulan kemasan produk kecantikan bekas.

Hingga September 2026, sebanyak 83.326 produk kecantikan bekas telah dikembalikan konsumen melalui program tersebut. Sementara itu, lebih dari 3,3 ton plastik juga telah diolah kembali melalui Paragreen.

4. Mengembangkan formula yang lebih memperhatikan lingkungan

Dok. ParagonCorp

Keberlanjutan juga perlu dipikirkan sejak tahap pengembangan produk, termasuk dalam pemilihan bahan dan formulanya. Namun, inovasi tersebut tetap harus memperhatikan keamanan, kualitas, serta performa produk.

Dalam forum ini, ParagonCorp turut membagikan pengembangan dari beberapa brand-nya. Earth Love Life menghadirkan formula yang diklaim 100 persen dapat terurai secara alami, sedangkan Tavi mengembangkan formula yang lebih ramah terhadap terumbu karang.

5. Konsumen juga punya peran dalam beauty sustainability

Dok. ParagonCorp

Upaya membuat industri kecantikan lebih ramah lingkungan tidak hanya bergantung pada brand. Konsumen juga bisa mengambil bagian melalui kebiasaan sederhana, seperti menggunakan produk hingga habis, memperhatikan kemasan, serta mengembalikan kemasan bekas melalui program pengumpulan yang tersedia.

Sebab, produk kecantikan merupakan bagian dari rutinitas sehari-hari. Dengan semakin banyaknya brand yang menghadirkan inovasi berkelanjutan dan konsumen yang mulai menerapkan kebiasaan serupa, industri beauty diharapkan dapat terus berkembang dengan lebih memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article