Saat memilih produk kecantikan, kita mungkin lebih sering memperhatikan kandungan, manfaat, hingga hasil yang diberikan pada kulit. Namun, pernahkah terpikir tentang apa yang terjadi pada kemasannya setelah produk habis digunakan? Atau bagaimana proses pembuatannya bisa memberikan dampak terhadap lingkungan?
Seiring berkembangnya industri beauty, isu keberlanjutan atau sustainability mulai menjadi perhatian. Bukan hanya soal menggunakan bahan alami, tetapi juga bagaimana brand mengelola bahan baku, kemasan, hingga limbah produknya.
Hal ini turut dibahas dalam Beauty in Sustainability, side event Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2026 yang diinisiasi ParagonCorp pada 30 September 2026. Forum ini mempertemukan sejumlah founder brand kecantikan lokal, seperti BLP, HMNS, guele, dan Brighty untuk membahas masa depan industri beauty yang lebih berkelanjutan.
Lantas, seperti apa upaya yang bisa dilakukan industri kecantikan untuk mengurangi dampaknya terhadap lingkungan?
