Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Kenapa Kulit jadi Kering saat Puasa? Ini 7 Penyebabnya
freepik.com

  • Kulit kering saat puasa dipicu oleh perubahan asupan cairan, pola tidur, dan ritme metabolisme selama Ramadan.

  • Faktor penyebabnya antara lain asupan cairan berkurang drastis, pola tidur berubah, konsumsi kafein, kurang asupan buah dan sayur, skin barrier melemah karena dehidrasi, terlalu sering mencuci wajah, dan paparan AC serta udara panas.

  • Cara mengatasi kulit kering saat puasa antara lain penuhi kebutuhan cairan, gunakan pelembap dengan kandungan hidrasi tinggi, kurangi konsumsi kafein berlebihan, pilih facial wash yang lembut, gunakan sunscreen untuk menjaga barrier kulit, dan per

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kenapa kulit jadi kering saat puasa? Kondisi ini umumnya dipicu oleh perubahan asupan cairan, pola tidur, dan ritme metabolisme selama Ramadan. Saat tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama lebih dari 12 jam, keseimbangan cairan ikut berubah dan berdampak pada kelembapan kulit.

Kulit kering saat puasa termasuk kondisi yang cukup umum terjadi dan dialami banyak orang. Meski terasa mengganggu, masalah ini sebenarnya bisa diatasi. Artikel ini akan membahas penyebab paling sering terjadi sekaligus solusi praktis agar kulit tetap lembap selama berpuasa.

Kenapa kulit jadi kering saat puasa?

freepik.com

Ada beberapa faktor yang membuat kulit terasa lebih kering selama Ramadan. Perubahan gaya hidup yang terjadi secara bersamaan sering kali memengaruhi kondisi kulit tanpa disadari. Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Asupan cairan berkurang drastis

Selama puasa, tubuh tidak mendapatkan cairan selama lebih dari 12 jam. Jika kebutuhan cairan tidak tercukupi saat sahur dan berbuka, tubuh bisa mengalami dehidrasi ringan.

Dehidrasi ini memengaruhi kadar air dalam lapisan kulit, sehingga kulit terasa lebih kering, kusam, bahkan tampak lebih kasar dari biasanya.

2. Pola tidur berubah selama Ramadan

Bangun lebih awal untuk sahur dan tidur lebih malam membuat durasi serta kualitas tidur berkurang. Padahal, saat tidur malam hari, kulit melakukan proses regenerasi.

Kurang tidur bisa mengganggu proses perbaikan sel kulit, sehingga kulit tampak lebih lelah, kurang segar, dan terasa lebih kering.

3. Konsumsi kafein saat sahur atau berbuka

Kopi dan teh sering menjadi pilihan saat sahur atau berbuka. Padahal, kafein memiliki efek diuretik ringan yang membuat tubuh lebih sering mengeluarkan cairan.

Jika dikonsumsi berlebihan, cairan tubuh bisa lebih cepat berkurang dan berdampak pada kondisi kulit yang lebih mudah kering.

4. Kurang asupan buah dan sayur

Buah dan sayur kaya akan vitamin, mineral, serta antioksidan yang berperan penting dalam menjaga hidrasi dan kesehatan kulit.

Jika pola makan selama Ramadan tidak seimbang dan minim serat serta nutrisi penting, kondisi kulit bisa ikut terpengaruh dan menjadi lebih kering.

5. Skin barrier melemah karena dehidrasi

Hidrasi tubuh berkaitan erat dengan kekuatan skin barrier atau lapisan pelindung kulit. Saat tubuh kekurangan cairan, fungsi pelindung ini bisa melemah.

Akibatnya, kulit lebih mudah kehilangan kelembapan, terasa ketarik, dan menjadi lebih sensitif.

6. Terlalu sering mencuci wajah

Saat berpuasa, banyak orang lebih sering membasuh wajah untuk menyegarkan diri. Namun, penggunaan sabun wajah yang terlalu sering justru bisa menghilangkan minyak alami kulit.

Jika minyak alami terkikis, kulit akan kehilangan perlindungan alaminya dan terasa semakin kering.

7. Paparan AC dan udara panas

Ruangan ber-AC maupun cuaca terik dengan kelembapan rendah dapat mempercepat penguapan air dari permukaan kulit.

Lingkungan dengan kadar kelembapan udara yang rendah membuat kulit lebih cepat kehilangan hidrasi, sehingga terasa kering meski tidak sedang beraktivitas berat.

Cara mengatasi kulit kering saat puasa

pexels.com

Meski kondisi ini umum terjadi, kamu tetap bisa menjaga kelembapan kulit dengan langkah yang tepat. Perawatan dari dalam dan luar perlu berjalan seimbang agar hasilnya maksimal. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan.

1. Penuhi kebutuhan cairan saat sahur dan berbuka

Atur pola minum secara teratur antara waktu berbuka hingga sahur. Kamu bisa membaginya dalam beberapa gelas agar kebutuhan cairan harian tetap terpenuhi.

Hidrasi dari dalam sangat berpengaruh pada elastisitas dan kelembapan kulit, sehingga mencukupi cairan menjadi langkah utama yang tidak boleh diabaikan.

2. Gunakan pelembap dengan kandungan hidrasi tinggi

Pilih pelembap dengan kandungan seperti hyaluronic acid atau ceramide yang mampu membantu mengikat dan mempertahankan air di kulit.

Pelembap berfungsi menjaga lapisan pelindung kulit tetap kuat, sehingga kelembapan tidak mudah menguap.

3. Kurangi konsumsi kafein berlebihan

Batasi konsumsi kopi dan teh, terutama saat sahur. Jika ingin tetap minum, imbangi dengan tambahan air putih.

Menjaga keseimbangan cairan tubuh membantu mencegah dehidrasi yang bisa memperparah kulit kering.

4. Pilih facial wash yang lembut

Gunakan pembersih wajah dengan pH seimbang dan formula ringan yang tidak membuat kulit terasa ketarik setelah mencuci wajah.

Cleanser yang terlalu keras dapat merusak skin barrier dan memperparah kondisi kulit kering.

5. Gunakan sunscreen untuk menjaga barrier

Meski sedang berpuasa, paparan sinar UV tetap dapat merusak kulit. Penggunaan sunscreen membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari.

Perlindungan ini penting untuk mencegah gangguan barrier kulit yang bisa memperparah kekeringan.

6. Perbaiki kualitas tidur

Usahakan tetap mendapatkan tidur yang cukup meski jadwal berubah. Atur waktu istirahat agar tubuh tetap mendapat waktu pemulihan optimal.

Regenerasi kulit terjadi saat tidur, sehingga kualitas tidur yang baik membantu menjaga kondisi kulit tetap sehat dan lembap.

Apakah kulit kering saat puasa itu normal?

Ya, kulit kering saat puasa termasuk kondisi yang normal. Perubahan ritme makan, minum, dan tidur membuat tubuh perlu beradaptasi dengan pola baru.

Selama tidak disertai iritasi parah, rasa perih berlebihan, atau kulit pecah-pecah yang ekstrem, kondisi ini masih tergolong wajar. Tubuh sedang menyesuaikan diri dengan perubahan metabolisme selama Ramadan.

Dengan perawatan yang tepat dan hidrasi cukup, kondisi kulit biasanya akan kembali stabil dan terasa lebih nyaman.

Kesimpulan

Kenapa kulit jadi kering saat puasa? Penyebabnya berkaitan dengan dehidrasi, perubahan pola tidur, pola makan yang kurang seimbang, serta faktor lingkungan seperti paparan AC dan sinar matahari.

Kabar baiknya, kondisi ini bisa diatasi dengan mencukupi kebutuhan cairan, menjaga kualitas tidur, serta menggunakan produk perawatan yang tepat. Menjaga keseimbangan dari dalam dan luar adalah kunci agar kulit tetap sehat dan lembap selama Ramadan.

FAQ seputar kulit kering saat puasa

Apakah kulit berminyak juga bisa menjadi kering saat puasa?

Bisa. Kulit berminyak tetap dapat mengalami dehidrasi, sehingga terasa kering di permukaan meski produksi minyak tetap tinggi.

Berapa banyak air yang ideal diminum agar kulit tidak kering saat puasa?

Secara umum, kebutuhan cairan orang dewasa sekitar 2 liter per hari. Kamu bisa membaginya secara bertahap dari waktu berbuka hingga sahur.

Apakah perlu mengganti skincare khusus selama Ramadan?

Tidak selalu. Namun, jika kulit terasa lebih kering, kamu bisa menambahkan pelembap dengan hidrasi lebih tinggi atau mengganti cleanser dengan formula yang lebih lembut.

Apakah kulit kering saat puasa bisa menyebabkan jerawat?

Bisa. Saat kulit dehidrasi, produksi minyak bisa meningkat sebagai kompensasi, yang berpotensi memicu pori-pori tersumbat.

Kapan harus khawatir jika kulit terasa sangat kering saat puasa?

Jika kulit mengalami iritasi parah, pecah-pecah hingga berdarah, atau terasa sangat perih dan tidak membaik meski sudah dirawat, sebaiknya konsultasikan ke dokter kulit.

Disclaimer: Artikel ini dihasilkan dengan bantuan AI dan telah diedit untuk menjamin kualitas serta ketepatan informasi.

Editorial Team