Ada beberapa faktor yang membuat kulit terasa lebih kering selama Ramadan. Perubahan gaya hidup yang terjadi secara bersamaan sering kali memengaruhi kondisi kulit tanpa disadari. Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Asupan cairan berkurang drastis
Selama puasa, tubuh tidak mendapatkan cairan selama lebih dari 12 jam. Jika kebutuhan cairan tidak tercukupi saat sahur dan berbuka, tubuh bisa mengalami dehidrasi ringan.
Dehidrasi ini memengaruhi kadar air dalam lapisan kulit, sehingga kulit terasa lebih kering, kusam, bahkan tampak lebih kasar dari biasanya.
2. Pola tidur berubah selama Ramadan
Bangun lebih awal untuk sahur dan tidur lebih malam membuat durasi serta kualitas tidur berkurang. Padahal, saat tidur malam hari, kulit melakukan proses regenerasi.
Kurang tidur bisa mengganggu proses perbaikan sel kulit, sehingga kulit tampak lebih lelah, kurang segar, dan terasa lebih kering.
3. Konsumsi kafein saat sahur atau berbuka
Kopi dan teh sering menjadi pilihan saat sahur atau berbuka. Padahal, kafein memiliki efek diuretik ringan yang membuat tubuh lebih sering mengeluarkan cairan.
Jika dikonsumsi berlebihan, cairan tubuh bisa lebih cepat berkurang dan berdampak pada kondisi kulit yang lebih mudah kering.
4. Kurang asupan buah dan sayur
Buah dan sayur kaya akan vitamin, mineral, serta antioksidan yang berperan penting dalam menjaga hidrasi dan kesehatan kulit.
Jika pola makan selama Ramadan tidak seimbang dan minim serat serta nutrisi penting, kondisi kulit bisa ikut terpengaruh dan menjadi lebih kering.
5. Skin barrier melemah karena dehidrasi
Hidrasi tubuh berkaitan erat dengan kekuatan skin barrier atau lapisan pelindung kulit. Saat tubuh kekurangan cairan, fungsi pelindung ini bisa melemah.
Akibatnya, kulit lebih mudah kehilangan kelembapan, terasa ketarik, dan menjadi lebih sensitif.
6. Terlalu sering mencuci wajah
Saat berpuasa, banyak orang lebih sering membasuh wajah untuk menyegarkan diri. Namun, penggunaan sabun wajah yang terlalu sering justru bisa menghilangkan minyak alami kulit.
Jika minyak alami terkikis, kulit akan kehilangan perlindungan alaminya dan terasa semakin kering.
7. Paparan AC dan udara panas
Ruangan ber-AC maupun cuaca terik dengan kelembapan rendah dapat mempercepat penguapan air dari permukaan kulit.
Lingkungan dengan kadar kelembapan udara yang rendah membuat kulit lebih cepat kehilangan hidrasi, sehingga terasa kering meski tidak sedang beraktivitas berat.