Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Ilustrasi notes maltol
pexels.com

Intinya sih...

  • Notes maltol adalah bahan aroma gourmand yang memberi efek manis hangat seperti karamel dan cotton candy serta berfungsi memperhalus dan memperkuat aroma lain dalam parfum.

  • Maltol, terutama ethyl maltol, banyak dipakai dalam parfum manis modern karena mampu membuat wangi terasa creamy, comforting, dan lebih mudah disukai tanpa terasa tajam.

  • Aroma maltol paling ideal dipadukan dengan vanila, amber, musk, atau buah untuk menciptakan parfum gourmand yang seimbang, wearable, dan cocok dipakai terutama di malam hari.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kalau kamu sering menemukan deskripsi parfum yang “manis seperti gula terbakar” atau “nuansa cotton candy”, besar kemungkinan di baliknya ada notes maltol. Pertanyaannya, apa itu notes maltol dan kenapa ia begitu sering muncul di parfum manis modern. Secara sederhana, maltol adalah bahan aroma yang memberi efek manis hangat seperti karamel, gula panggang, dan permen lembut, lalu membuat wangi lain terlihat lebih “stand out” dan enak dicium.

Maltol juga punya “saudara” yang jauh lebih populer di dunia parfum, yakni ethyl maltol. Versi ini dikenal lebih kuat dan lebih “cotton candy”, sampai pernah jadi salah satu penanda era parfum gourmand modern lewat parfum ikonik tahun 1990-an.

Di artikel ini, aku bakal jelasin apa itu notes maltol, wangi maltol seperti apa, asal dan sifatnya, fungsi maltol di parfum, sampai kombinasi notes yang paling masuk akal untuk membuat aroma manis terasa rapi. Kamu juga bakal tahu kapan maltol paling cocok dipakai dan siapa yang biasanya paling suka karakter wanginya.

Apa itu maltol dalam parfum?

Apa itu notes maltol dalam parfum bisa kamu pahami sebagai “pemanis aroma” yang bekerja di balik layar. Maltol termasuk kategori bahan aroma atau aroma chemical yang dipakai untuk membangun kesan gourmand, terutama efek karamel, gula panggang, dan manis hangat yang halus.

Di dunia perfumery, maltol sering dibahas berpasangan dengan ethyl maltol karena karakter keduanya mirip, hanya saja ethyl maltol biasanya terasa lebih kuat, lebih “candy-like”, dan lebih gampang memberi efek cotton candy pada komposisi. Karena itu, ketika orang awam menyebut “maltol” dalam konteks parfum manis, kadang yang dimaksud sebenarnya adalah ethyl maltol.

Kalau kamu melihatnya dari “keluarga aroma”, maltol paling dekat dengan keluarga gourmand. Ia bukan note bunga atau kayu yang punya citra jelas, melainkan bahan yang membuat parfum terasa lebih manis, lebih creamy, dan lebih “edible”.

Wangi maltol seperti apa?

pexels.com

Wangi maltol seperti apa biasanya digambarkan sebagai manis hangat yang mengarah ke karamel, gula panggang, dan permen lembut. Ada juga sisi “cotton candy” yang terasa fluffy, apalagi ketika yang dipakai adalah ethyl maltol.

Maltol jelas lebih dominan manis daripada pahit, tetapi manisnya tidak selalu “gula murni”. Pada beberapa komposisi, maltol bisa terasa seperti roti panggang manis atau karamel yang sedikit toasted, jadi ada kesan hangat yang membuatnya terasa dewasa.

Kalau kamu bertanya maltol lebih ke gourmand atau karamel, jawabannya adalah gourmand dengan arah karamel dan gula panggang. Bedanya, karamel biasanya terasa lebih “lengket” dan pekat, sedangkan maltol sering dipakai untuk memberi efek manis yang menyebar, membulatkan tepi aroma, dan membuat parfum terasa lebih lembut.

Maltol berasal dari apa?

Secara ilmu bahan, maltol memang bisa ditemukan secara alami pada beberapa sumber yang terkait aroma roast/caramelized, misal hasil pemanasan gula atau aroma yang muncul pada proses pemanggangan. Namun untuk kebutuhan parfum, maltol yang dipakai umumnya diproduksi sebagai bahan kimia aroma agar kualitasnya konsisten dan mudah dikontrol.

Karena dibuat untuk perfumery, maltol dan terutama ethyl maltol lebih tepat disebut sebagai aroma chemical daripada bahan alami yang diekstrak seperti essential oil. Inilah kenapa kamu sering melihatnya bekerja sebagai “pembangun rasa manis” yang stabil di berbagai formula, bukan sebagai bintang utama yang berdiri sendiri.

Kalau kamu penasaran, “alami” atau “sintetis” di parfum itu bukan soal bagus atau tidak, melainkan soal fungsi dan stabilitas. Untuk efek manis cotton candy yang rapi dan tahan lama, perfumer memang lebih mengandalkan bahan sintetis seperti ethyl maltol karena aromanya kuat di dosis kecil dan mudah menyatu dengan banyak notes lain.

Kenapa parfum manis sering pakai maltol?

freepik.com

Kalau kamu sering merasa parfum manis zaman sekarang aromanya “creamy” dan gampang bikin nagih, besar kemungkinan ada peran maltol di dalamnya. Notes ini bukan sekadar bikin wangi jadi manis, tapi juga membantu parfum terasa lebih halus, lebih menyatu, dan lebih mudah disukai.

1. Fungsi utama maltol sebagai sweetener dan enhancer

Fungsi utama maltol di parfum adalah sebagai sweetener dan enhancer, jadi ia bekerja mempermanis sekaligus mempercantik aroma lain di sekitarnya. Maltol membuat aroma buah terasa lebih matang, aroma vanila terasa lebih creamy, dan aroma bunga tertentu terlihat lebih “glossy”, sehingga keseluruhan parfum jadi lebih enak dicium dan terasa lebih mahal.

Efeknya sering bikin parfum jadi punya kesan gourmand yang lembut, bukan manis yang tajam atau bikin pusing. Inilah yang membuat maltol banyak dipakai di parfum modern, terutama untuk menciptakan aroma yang terasa hangat dan comforting di kulit.

2. Maltol membuat manis parfum terasa lebih menggoda

Itulah alasan kenapa banyak parfum manis modern memakai maltol, terutama ethyl maltol, karena cukup sedikit saja sudah bisa mengubah karakter wangi secara drastis. Aroma yang tadinya “sekadar manis” bisa berubah menjadi “manis yang tempting”, misal terasa seperti permen lembut, selai buah yang kental, atau dessert hangat yang baru keluar dari oven.

Kesan ini juga membuat parfum lebih mudah viral dan gampang disukai banyak orang, karena aromanya terasa familiar dan nyaman. Buat kamu yang suka parfum tipe gourmand, maltol biasanya jadi salah satu kunci yang bikin wangi terasa yummy tapi tetap wearable.

3. Maltol menghaluskan aroma tajam supaya lebih smooth

Di sisi lain, maltol juga sering dipakai untuk menyamarkan tepi aroma yang terlalu sharp atau terlalu harsh. Misal, citrus yang menusuk bisa dibuat lebih lembut, atau patchouli yang terasa bold bisa dibuat lebih smooth, sehingga parfum manis terasa lebih rapi dan nyaman dipakai lama.

Efeknya bukan cuma membuat parfum jadi manis, tapi juga membuat transisi antar notes lebih mulus. Jadi, wangi parfum tidak terasa “nendang di awal lalu hilang”, melainkan terasa lebih stabil dan menyatu dari awal sampai dry down.

Maltol mirip aroma apa?

Maltol sering terasa mirip karamel, gula panggang, atau cotton candy tergantung formula dan konsentrasinya. Pada parfum fruity-gourmand, maltol bisa memunculkan efek “selai buah” atau buah matang yang manisnya tebal, jadi kesannya bisa sangat craveable.

Apakah maltol bikin parfum jadi heavy atau ringan itu tergantung pasangan notes dan dosisnya. Kalau dipadukan dengan vanila, amber, dan resin, maltol cenderung membuat parfum lebih pekat dan terasa “berat” dengan aura malam hari, tetapi kalau dipadukan dengan buah segar dan musk bersih, efeknya bisa tetap ringan meski manisnya terasa jelas.

Yang penting, maltol itu tipe bahan yang mudah “kebablasan”. Ketika terlalu dominan, parfum bisa terasa terlalu manis, terlalu candy, atau terkesan sintetis, jadi kuncinya adalah keseimbangan supaya manisnya tetap terlihat elegan.

Maltol sering dipadukan dengan notes apa?

pixabay.com

Maltol termasuk notes yang fleksibel, jadi gampang “nyangkut” di banyak jenis parfum. Namun, biar manisnya terasa enak dan nggak bikin enek, kombinasi notes yang dipilih biasanya punya peran penting untuk menyeimbangkan atau menguatkan efek gourmand-nya.

1. Maltol + vanila untuk efek creamy dan dessert-like

Maltol paling sering “nyambung” dengan vanila karena keduanya sama-sama memberi efek creamy dan manis yang nyaman di hidung. Saat maltol bertemu vanila, aromanya bisa berubah jadi dessert yang halus, misal terasa seperti custard, karamel susu, atau permen vanila yang lembut.

Kombinasi ini biasanya muncul di parfum gourmand yang ingin terasa hangat dan comforting, tapi tetap rapi. Buat kamu yang suka aroma manis lembut tanpa kesan too much, pasangan maltol dan vanila adalah yang paling aman dan paling gampang disukai.

2. Maltol + amber atau musk untuk manis yang hangat dan mature

Maltol juga cocok dipadukan dengan amber dan musk karena dua keluarga ini membantu manisnya terasa lebih dewasa dan menempel di kulit. Kombinasi ini biasanya bikin parfum terasa lebih intimate, lebih hangat, dan cenderung lebih tahan lama, terutama kalau dipakai untuk malam hari.

Amber memberi efek warm yang bikin manisnya terasa mewah, sedangkan musk membuat aromanya lebih halus dan menyatu seperti skin scent. Hasilnya, wangi manis jadi terasa lebih elegan, bukan yang terlalu “permen” atau terlalu childish.

3. Maltol + buah merah untuk fruity-gourmand yang juicy

Kalau kamu suka gaya fruity-gourmand, maltol sangat masuk akal dipadukan dengan buah merah seperti stroberi, raspberry, atau buah matang yang juicy. Di komposisi seperti ini, maltol sering memberi efek “selai” atau “buah yang dimasak”, jadi aroma buah terasa lebih tebal dan lebih menggoda.

Perpaduan ini biasanya menghasilkan parfum yang manisnya playful, tapi tetap punya kedalaman. Buat kamu yang suka wangi manis yang kelihatan ceria tapi masih terasa dewasa, kombinasi ini sering jadi favorit.

Maltol cocok untuk siang atau malam?

Maltol paling aman dan paling “klik” untuk malam hari, terutama kalau komposisinya pekat dan dominan gourmand. Saat udara lebih dingin, manis hangat dari maltol terasa lebih lembut, lebih nyaman, dan tidak cepat membuat enek.

Untuk siang hari, maltol tetap bisa dipakai kalau formulanya ringan, misal dipadukan dengan citrus, buah segar, atau musk bersih agar manisnya terasa airy. Triknya adalah memilih parfum yang manisnya lebih transparan, bukan yang karamel pekat, supaya tetap nyaman di cuaca panas.

Soal gender, maltol memang sering muncul di parfum perempuan karena identiknya kuat dengan gourmand manis. Namun di parfum unisex, maltol juga sering dipakai untuk membuat aroma kayu, amber, atau bahkan tobacco terasa lebih smooth dan modern, jadi hasil akhirnya tidak harus “girly” selama komposisinya seimbang.

Kesimpulan

Sekarang kamu jadi tau apa itu notes maltol dan kenapa bahan ini seperti rahasia di balik parfum manis yang bikin nagih. Maltol dan terutama ethyl maltol memberikan efek manis karamel dan cotton candy, lalu berperan sebagai sweetener sekaligus enhancer yang membulatkan banyak aroma lain.

Kalau kamu ingin wangi yang nyaman, gourmand, dan mudah disukai, parfum dengan sentuhan maltol bisa jadi pilihan yang masuk akal. Jadi, kalau nanti kamu membaca deskripsi parfum yang manisnya terasa “glossy” dan creamy, kamu sudah jadi tau itu bisa jadi jejak notes maltol yang bekerja rapi di balik layar.

FAQ seputar apa itu notes maltol

Apa itu notes maltol?

Apa itu notes maltol adalah bahan aroma yang memberi efek manis hangat seperti karamel dan gula panggang, lalu membuat aroma lain terasa lebih lembut dan enak dicium.

Wangi maltol seperti apa?

Wangi maltol seperti karamel, gula terbakar halus, dan kadang terasa cotton candy, terutama jika yang dipakai adalah ethyl maltol.

Maltol itu alami atau sintetis?

Maltol bisa terkait sumber alami, tetapi untuk parfum biasanya digunakan sebagai aroma chemical yang dibuat agar stabil dan konsisten.

Maltol dipakai buat apa di parfum?

Maltol dipakai sebagai sweetener dan enhancer untuk mempermanis, menghaluskan, dan membuat notes fruity, floral, atau vanila terasa lebih bulat.

Maltol cocok dipakai siang atau malam?

Maltol cenderung paling nyaman untuk malam atau cuaca dingin, tetapi bisa dipakai siang hari jika komposisinya dibuat ringan dan bersih.

Artikel ini dihasilkan dengan bantuan AI dan telah diedit untuk menjamin kualitas serta ketepatan informasi.


Editorial Team