Setiap tahunnya, Hari Kanker Sedunia menjadi pengingat akan pentingnya meningkatkan kesadaran terhadap penyakit kanker, mulai dari pencegahan, deteksi dini, hingga pengelolaan jangka panjang. Kanker sendiri merupakan penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel abnormal yang dapat menyebar ke bagian tubuh lain. Tantangannya, pada tahap awal kanker sering kali tidak menimbulkan gejala yang spesifik.
Beberapa tanda yang patut diwaspadai antara lain penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, kelelahan berkepanjangan, munculnya benjolan yang tidak biasa, perdarahan abnormal, serta perubahan pola buang air besar. Sementara itu, faktor risiko kanker sangat beragam, mulai dari gaya hidup tidak sehat, paparan zat berbahaya, infeksi tertentu, hingga faktor genetik.
Di Indonesia, beban penyakit kanker terus menunjukkan tren peningkatan. Kementerian Kesehatan RI mencatat sekitar 400 ribu kasus baru kanker terdeteksi setiap tahunnya, dengan angka kematian mencapai 240 ribu kasus. Bahkan, jumlah kasus kanker diperkirakan dapat meningkat lebih dari 70 persen pada tahun 2050 jika upaya pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat.
Menurut dr. Irwan Heriyanto, MARS, Board of Medical Excellence Halodoc, deteksi dini memiliki peran krusial dalam upaya pencegahan kanker. Pemeriksaan kesehatan seperti medical check-up (MCU) dapat dilakukan sejak dini untuk membantu mendeteksi tanda awal maupun faktor risiko kanker, sehingga penanganan lanjutan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. Langkah ini penting bagi semua kelompok usia, terutama mereka yang memiliki riwayat genetik kanker dalam keluarga.
Selain skrining, langkah preventif lain yang tidak kalah penting adalah vaksinasi. Vaksinasi HPV diketahui dapat membantu melindungi dari kanker serviks, baik pada pria maupun perempuan, sementara vaksinasi Hepatitis B berperan dalam menurunkan risiko kanker hati. Upaya pencegahan ini menjadi bagian penting dari strategi kesehatan jangka panjang.
Tak hanya deteksi dini, penerapan gaya hidup sehat juga berperan besar dalam menurunkan risiko kanker. Menjaga berat badan ideal, misalnya, diketahui dapat menurunkan risiko beberapa jenis kanker yang sensitif terhadap hormon. Lemak tubuh berlebih berpotensi memengaruhi keseimbangan hormon dan meningkatkan risiko kanker tertentu. Karena itu, pengelolaan berat badan melalui pola makan seimbang dan kebiasaan hidup sehat menjadi langkah preventif yang perlu dilakukan secara konsisten.
Bagi pasien yang telah terdiagnosis kanker, perjalanan pengobatan tidak berhenti pada terapi medis semata. Pemantauan kondisi kesehatan secara berkala menjadi bagian penting untuk memastikan keamanan dan efektivitas terapi yang dijalani. Pemeriksaan laboratorium seperti tes darah secara rutin sering kali dibutuhkan untuk memantau respons tubuh terhadap pengobatan.
Di era digital saat ini, akses terhadap informasi dan layanan kesehatan juga semakin berkembang. Konsultasi dengan dokter spesialis, termasuk dokter onkologi, kini dapat dilakukan dengan lebih mudah untuk membantu pasien maupun keluarga memahami kondisi, pilihan terapi, serta langkah pendampingan yang dibutuhkan selama proses pengobatan.
Sejalan dengan upaya tersebut, Halodoc menyediakan layanan Homecare untuk mendukung pencegahan dan deteksi dini kanker, yang dapat dilakukan dari rumah. Layanan ini mencakup tes lab atau medical check-up, vaksinasi HPV yang terbukti melindungi dari kanker serviks (baik untuk pria dan perempuan) dan vaksinasi Hepatitis B yang dapat menurunkan risiko kanker hati.
Selain deteksi dini, penerapan gaya hidup sehat juga menjadi salah satu kunci penting dalam menurunkan risiko kanker. “Menjaga berat badan ideal diketahui berperan dalam menurunkan risiko kanker, terutama kanker yang sensitif terhadap hormon. Lemak tubuh yang berlebih dapat berpotensi meningkatkan risiko kanker tertentu. Oleh karena itu, pengelolaan berat badan melalui pola hidup sehat jangka panjang menjadi bagian penting dari upaya pencegahan,” lanjut dr. Irwan.
Dalam mendukung hal tersebut, Halodoc menghadirkan Halofit, klinik digital untuk manajemen berat badan yang membantu kamu membangun kebiasaan hidup sehat secara berkelanjutan melalui pendampingan profesional selama 30 hari, pengaturan pola makan yang seimbang hingga injeksi terapi medis. Sebagai ekosistem kesehatan digital, Halodoc juga mendukung dalam aspek konsultasi dan pengobatan kanker. Melalui Chat Dokter, kamu dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis onkologi, untuk mendapatkan informasi dan pendampingan seputar kanker secara lebih mudah.
Melalui peningkatan kesadaran, deteksi dini, dan dukungan layanan kesehatan yang terintegrasi, diharapkan masyarakat dapat lebih proaktif dalam menjaga kesehatan serta menghadapi risiko kanker dengan langkah yang lebih tepat dan terencana.
