Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
4.jpg
popbela.com/Padel Berkebaya

Intinya sih...

  • Padel Berkebaya adalah safe space bagi perempuan untuk merasa didukung, bebas mengekspresikan diri, dan merayakan tradisi dalam konteks kehidupan modern.

  • Acara ini memadukan olahraga padel dengan kebaya sebagai simbol identitas perempuan Indonesia yang lentur dan relevan.

  • Rangkaian kegiatan Padel Berkebaya mencakup sesi styling berkebaya, permainan padel dalam suasana santai dan inklusif, serta sesi meditatif untuk kesejahteraan fisik, mental, dan emosional.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Perempuan masa kini memiliki kesempatan untuk melesat di berbagai bidang dan bersinar di ruang publik. Namun, di tengah ritme hidup yang cepat dan tuntutan peran, perempuan tetap membutuhkan ruang aman, tempat untuk kembali terkoneksi dengan diri sendiri, merasa diterima, dan hadir apa adanya.

Berangkat dari kesadaran tersebut, Kushandari Arfanidewi, yang dikenal luas melalui akun media sosialnya Kelinci Tertidur, kembali menggelar Padel Berkebaya pada Sabtu, 17 Januari 2026, di Padel Pro Satrio, Jakarta. Acara ini memadukan olahraga padel, permainan raket asal Amerika Latin yang tengah populer dengan kebaya sebagai simbol identitas perempuan Indonesia.

popbela.com/Padel Berkebaya

Padel Berkebaya edisi kelima ini melanjutkan perjalanan yang sebelumnya telah singgah di Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta. Lebih dari sekadar ajang olahraga, Padel Berkebaya dirancang sebagai safe space bagi perempuan untuk merasa didukung, bebas mengekspresikan diri, sekaligus merayakan tradisi dalam konteks kehidupan modern.

“Kami ingin Padel Berkebaya menjadi ruang aman bagi perempuan, tempat kami tidak perlu menjadi apa pun selain diri sendiri,” ujar Kushandari selaku penggagas IP Padel Berkebaya.

“Perempuan dapat bergerak tanpa tekanan, mencoba hal baru, beristirahat tanpa rasa bersalah, dan berkumpul bersama komunitas dan teman puan lainnya.”

Pemilihan kebaya bukan tanpa makna. Busana tradisional ini dihadirkan sebagai representasi identitas perempuan Indonesia yang elevan, bahkan untuk aktivitas fisik seintens padel. Lewat Padel Berkebaya, kebaya tidak lagi dimaknai sebagai pakaian seremonial semata, melainkan bagian dari keseharian perempuan urban yang aktif dan dinamis.

“Kita bisa melestarikan kebaya dengan cara yang kontekstual—dipadukan dengan gaya dan aktivitas modern,” lanjut Kushandari.

“Saya bersyukur, kehadiran para puan di acara ini berarti ada satu tangan perempuan lagi yang bisa saya gandeng untuk menyuarakan hal ini.”

popbela.com/Padel Berkebaya

Berbeda dari turnamen padel pada umumnya yang sarat kompetisi, Padel Berkebaya justru menekankan pengalaman kolektif yang menyenangkan dan reflektif. Acara dibuka dengan sesi styling berkebaya bersama Nona Srikaya, sebelum para peserta menikmati permainan padel dalam suasana santai dan inklusif.

Menariknya, rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi meditatif yang mencakup Myofascial Release, Yin Yoga, dan Reiki Healing yang dipandu oleh Shafira Zhulia, seorang Reiki Master & Teacher. Sesi ini dirancang untuk membantu peserta melepaskan ketegangan tubuh, memperlambat ritme, serta menciptakan ruang refleksi setelah aktivitas fisik, menegaskan pendekatan kesejahteraan perempuan yang holistik, mencakup aspek fisik, mental, dan emosional.

Padel Berkebaya kelima ini mendapat dukungan penuh dari Yummy Dairy, Hydro Flask, dan Adidas Indonesia. Sejumlah figur publik tampak mengenakan busana padel dari Adidas Indonesia dalam berbagai pilihan warna yang dipadupadankan dengan kebaya sesuai gaya personal masing-masing.

Hydro Flask memastikan kebutuhan hidrasi peserta terpenuhi sepanjang acara, sementara Yummy Dairy menghadirkan pengalaman kuliner unik berupa charcuterie keju nusantara yang dinikmati bersama aneka keripik tradisional, termasuk roti buaya raksasa yang menjadi pusat perhatian di meja makan.

popbela.com/Padel Berkebaya

Acara ini dihadiri oleh perempuan dari berbagai latar komunitas mulai dari pegiat padel, media perempuan, hingga penggerak wellness dan lifestyle yang seluruhnya berbagi visi dalam memberdayakan perempuan secara menyeluruh.

Selain sponsor utama, Padel Berkebaya juga diramaikan oleh sejumlah brand partner seperti BRANI, Galeri Indonesia Kaya, Lemonilo, Cultivia, Alpha Teta, Peony for Days, Nona Srikaya, TUKU, Nasi Kulit Mak Igun, PEEP, Manduka, DJAGO, Voila.id, Bebas Cedera, WOM, HerMovementDigest, Goers, dan SIP Club.

Melalui Padel Berkebaya, olahraga populer bertransformasi menjadi medium advokasi budaya dan kesejahteraan. Sebuah ruang aman bagi perempuan untuk bergerak tanpa beban, mengekspresikan diri tanpa takut dihakimi, melestarikan tradisi dengan cara yang relevan, serta merawat kewarasan di tengah kehidupan urban yang serba cepat.

popbela.com/Padel Berkebaya

Editorial Team