Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Gigi Kuning Padahal Rajin Sikat Gigi? Ini Penyebabnya
pexels.com/kasim
  • Menyikat gigi bisa membuat mulut bersih, tapi warna asli bagian dalam gigi (dentin) tetap bisa kelihatan kekuningan.

  • Penyebab gigi tetap kuning bisa berasal dari lapisan enamel yang tipis, kebiasaan minum kopi/teh, efek penuaan, merokok, hingga faktor genetik.

  • Jika perubahan warna terjadi secara tiba-tiba atau disertai nyeri, sebaiknya konsultasikan dengan dokter gigi untuk penanganan tepat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Memiliki gigi yang putih bersih sering dianggap sebagai tanda kesehatan gigi yang baik. Namun, tidak sedikit orang yang bertanya-tanya, kenapa gigi kuning padahal rajin sikat gigi setiap hari.

Faktanya, warna gigi tidak hanya dipengaruhi oleh kebiasaan menyikat gigi. Ada banyak faktor lain yang berperan, mulai dari warna alami gigi, makanan dan minuman yang dikonsumsi, hingga proses penuaan. Supaya tidak salah paham, yuk kenali berbagai penyebabnya berikut ini.

Kenapa gigi kuning padahal rajin sikat gigi?

pexels.com/pavel danilyuk

Walaupun rutin menyikat gigi dua kali sehari, tetapi warnanya tetap tampak kekuningan, kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi. Pasalnya, menyikat gigi berfungsi mengangkat plak dan sisa makanan di permukaan gigi, tetapi tidak selalu bisa mengubah warna alami maupun penyebab perubahan warna yang berasal dari bagian dalam gigi.

Menurut jurnal Tooth Discoloration: Causes and Clinical Presentation, perubahan warna gigi terbagi menjadi dua jenis, yaitu ekstrinsik dan intrinsik. Perubahan warna ekstrinsik terjadi di permukaan enamel akibat noda dari luar. Sementara itu, perubahan warna intrinsik berasal dari struktur gigi bagian dalam, seperti dentin atau gangguan yang terjadi saat pembentukan gigi. Hal inilah yang menjadi salah satu jawaban kenapa gigi kuning padahal rajin sikat gigi.

1. Warna alami gigi memang tidak selalu putih

pexels.com/www.kaboompics.com

Kalau selama ini mengira warna gigi yang sehat harus putih cerah, anggapan tersebut kurang tepat. Secara alami, warna gigi setiap orang bisa berbeda-beda. Ada yang cenderung putih, krem, hingga kekuningan, tergantung ketebalan enamel dan warna dentin di bawahnya.

Lapisan enamel sebenarnya bersifat sedikit transparan. Ketika enamel lebih tipis atau memiliki karakteristik tertentu, warna dentin yang memang cenderung kekuningan akan lebih mudah terlihat dari luar. Oleh karena itulah, meski rajin menjaga kebersihan mulut, warna gigi tetap bisa tampak kuning dan itu masih termasuk kondisi yang normal.

2. Penumpukan noda dari makanan dan minuman

freepik.com/freepik

Selain warna alami gigi, kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman tertentu juga dapat menyebabkan perubahan warna pada permukaan gigi. Kopi, teh, anggur merah, minuman bersoda, hingga beberapa jenis makanan dengan pigmen kuat mengandung zat pewarna yang dapat menempel pada enamel.

Noda tersebut biasanya terbentuk secara perlahan sehingga sering kali tidak disadari. Menyikat gigi memang membantu mengurangi penumpukan noda, tetapi tidak selalu mampu menghilangkannya sepenuhnya, terutama jika sudah menempel dalam waktu lama. Itulah sebabnya, kenapa gigi kuning padahal rajin sikat gigi juga bisa berkaitan dengan pola makan.

3. Enamel gigi yang menipis seiring waktu

unsplash.com/Ozkan Guner

Di balik warna putih gigi terdapat lapisan enamel yang berfungsi melindungi bagian dalam gigi. Seiring bertambahnya usia atau akibat gesekan yang terus-menerus, lapisan enamel dapat mengalami penipisan sehingga warna dentin di bawahnya menjadi lebih terlihat.

Penipisan enamel juga dapat dipengaruhi oleh kebiasaan tertentu, seperti menyikat gigi terlalu keras atau paparan zat asam dalam jangka panjang. Ketika lapisan pelindung ini semakin tipis, warna gigi akan tampak lebih kuning meskipun kebersihannya tetap terjaga.

4. Faktor usia membuat gigi tampak lebih kuning

instagram.com/tima miroshnichenko

Selain dipengaruhi oleh warna alami gigi, proses penuaan juga menjadi salah satu alasan yang sering tidak disadari. Seiring bertambahnya usia, lapisan enamel akan mengalami keausan secara perlahan sehingga bagian dentin yang berwarna kekuningan menjadi semakin terlihat.

Perubahan ini merupakan proses biologis yang normal dan dapat terjadi meski seseorang sudah menjaga kebersihan gigi dengan baik. Oleh karena itu, kenapa gigi kuning padahal rajin sikat gigi sering kali berkaitan dengan perubahan struktur gigi yang terjadi secara alami seiring bertambahnya usia.

5. Kebiasaan merokok dapat meninggalkan noda membandel

magnific.com/wirestock

Kalau kamu memiliki kebiasaan merokok, inilah salah satu penyebab gigi tampak lebih kuning. Kandungan tar dan nikotin pada rokok dapat menempel di permukaan enamel sehingga membentuk noda berwarna kuning hingga kecokelatan. Noda ini memiliki karakteristik sulit dibersihkan jika hanya dengan menyikat gigi.

Semakin lama kebiasaan merokok dilakukan, semakin banyak pula pigmen yang menumpuk pada permukaan gigi. Dalam beberapa kasus, noda tersebut membutuhkan tindakan pembersihan profesional atau prosedur pemutihan gigi agar warnanya kembali lebih cerah.

6. Efek samping obat-obatan tertentu

pexels.com/Gundula Vogel

Perubahan warna gigi juga bisa dipicu oleh penggunaan obat-obatan tertentu. Melansir jurnal Causes and Management of Tooth Discoloration: A Review, beberapa jenis antibiotik, terutama golongan tetrasiklin diketahui dapat menyebabkan perubahan warna intrinsik yang bersifat permanen.

Selain antibiotik, beberapa obat kumur yang mengandung chlorhexidine dalam penggunaan jangka panjang juga dapat memicu munculnya noda pada permukaan gigi. Oleh sebab itu, penggunaan obat sebaiknya tetap mengikuti anjuran dokter agar manfaat dan risikonya dapat dipertimbangkan dengan baik.

7. Faktor genetik juga memengaruhi warna gigi

pexels.com/RDNE Stock project

Tidak semua penyebab gigi kuning berasal dari kebiasaan sehari-hari. Pada sebagian orang, faktor genetik ikut menentukan ketebalan email, warna dentin, hingga karakteristik jaringan gigi yang akhirnya memengaruhi warna gigi secara keseluruhan.

Kondisi tersebut membuat ada orang yang sejak awal memiliki warna gigi lebih kekuningan dibandingkan orang lain. Selama tidak disertai keluhan seperti nyeri, gigi rapuh, atau perubahan warna yang terjadi secara tiba-tiba, kondisi ini umumnya masih tergolong normal.

8. Kapan gigi kuning perlu diperiksakan ke dokter?

pexels.com/Anna Shvetso

Meski sebagian besar perubahan warna gigi tidak berbahaya, ada beberapa kondisi yang sebaiknya tidak diabaikan. Misalnya, warna gigi berubah secara tiba-tiba, hanya terjadi pada satu gigi, disertai nyeri, atau muncul setelah benturan pada gigi.

Dokter gigi akan membantu mencari penyebab perubahan warna tersebut sekaligus menentukan penanganan yang paling sesuai. Penanganannya bisa berupa pembersihan karang gigi, polishing, hingga prosedur teeth whitening apabila memang diperlukan dan kondisi gigi memungkinkan.

Menjaga kebersihan gigi memang penting, tetapi mengetahui penyebab kenapa gigi kuning padahal rajin sikat gigi juga penting. Jika perubahan warna gigi kamu terasa tidak biasa atau disertai keluhan lain seperti nyeri, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter gigi, ya, Bela!

Referensi:

Watts A, Addy M. "Tooth Discoloration: Causes and Clinical Presentation". Dental Update. 2001;28(6):309–316. Diakses 28 Juli 2026.

Hattab FN, Qudeimat MA, Al-Rimawi HS. "Causes and Management of Tooth Discoloration: A Review. Journal of Esthetic and Restorative Dentistry". 1999;11(6):291–310. Diakses 28 Juli 2026.

CDC Dental. "Why Do Teeth Stain? (And How to Prevent It Long-Term)". Diakses 28 Juli 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article