Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
5 Kebiasaan yang Jarang Disadari Bisa Memicu Bau Badan
freepik.com/8photo

Bau badan sering kali dikaitkan dengan kurangnya menjaga kebersihan tubuh. Padahal, tanpa disadari ada banyak kebiasaan sehari-hari yang justru bisa memicu munculnya aroma tidak sedap pada tubuh, meski seseorang merasa sudah mandi secara rutin.

Mulai dari sering mengonsumsi makanan tertentu hingga kebiasaan menunda mencuci handuk, semuanya dapat memengaruhi pertumbuhan bakteri penyebab bau badan. Jika dibiarkan, kebiasaan kecil ini bukan hanya memengaruhi rasa percaya diri, tetapi juga kenyamanan saat berinteraksi dengan orang lain.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apa saja kebiasaan yang jarang disadari bisa memicu bau badan. Popbela akan membahasnya dalam ulasan berikut ini.

1. Jarang mengeringkan tubuh setelah mandi

pexels.com/Gustavo Fring

Jarang mengeringkan tubuh setelah mandi dapat memicu bau badan karena area yang masih lembap, seperti ketiak, lipatan tubuh, belakang telinga, dan selangkangan, menjadi tempat ideal bagi bakteri berkembang biak.

Saat bakteri bercampur dengan keringat di kulit yang lembap, proses pembentukan aroma tidak sedap terjadi lebih cepat sehingga tubuh lebih mudah menimbulkan bau badan.

Oleh karena itu, penting untuk mengeringkan tubuh secara menyeluruh setelah mandi, terutama pada area lipatan dan bagian yang mudah berkeringat, agar kelembapan tidak memicu pertumbuhan bakteri penyebab bau badan.

2. Memakai baju yang menahan keringat

pexels.com/Miriam Alonso

Tanpa disadari, menggunakan pakaian yang mudah menahan keringat bisa membuat bau badan lebih cepat muncul lho, Bela. Hal ini karena keringat yang tertahan di permukaan kain menciptakan kondisi lembap yang mendukung pertumbuhan bakteri penyebab bau tidak sedap.

Risiko ini biasanya lebih tinggi pada pakaian ketat atau berbahan sintetis yang kurang mampu menyerap keringat dengan baik. Untuk membantu menjaga tubuh tetap nyaman dan meminimalkan bau badan, pilih pakaian berbahan katun atau material yang memiliki sirkulasi udara lebih baik.

3. Terlalu sering mengonsumsi makanan beraroma tajam

pexels.com/ minchephoto photography

Berikutnya, kebiasaan yang jarang disadari bisa memicu bau badan yaitu terlalu sering mengonsumsi makanan beraroma tajam. Beberapa makanan tinggi sulfur, seperti bawang putih, bawang merah, brokoli, kubis, dan daging merah, mengandung senyawa yang dapat dikeluarkan kembali melalui keringat.

Saat bercampur dengan bakteri di kulit, senyawa tersebut dapat menghasilkan aroma tubuh yang lebih kuat dan menyengat dibanding biasanya.

4. Membiarkan stres berlebihan

pexels.com/Tima Miroshnichenko

Membiarkan stres berlebihan ternyata juga bisa memicu bau badan lebih kuat.

Saat tubuh merasa stres atau cemas, kelenjar apokrin menghasilkan keringat yang mengandung lebih banyak protein dan lemak dibanding keringat biasa. Kandungan tersebut lebih mudah diurai oleh bakteri di kulit, sehingga menghasilkan aroma tubuh yang lebih menyengat.

Oleh karena itu, mengelola stres dengan baik seperti tidur cukup, rutin berolahraga, melakukan relaksasi, dan menjaga kebersihan tubuh, dapat membantu mengurangi produksi keringat berlebih sekaligus meminimalkan munculnya bau badan.

5. Jarang mengganti pakaian dan handuk

freepik.com/freepik

Sering memakai pakaian atau handuk yang sudah lembap dan tidak segera diganti dapat memicu bau badan lebih cepat. Keringat yang menempel pada kain menjadi tempat ideal bagi bakteri dan jamur untuk berkembang.

Saat pakaian atau handuk tersebut digunakan kembali, bakteri akan kembali menempel pada kulit dan bercampur dengan keringat baru sehingga menimbulkan aroma tubuh yang kurang sedap.

Oleh karena itu, penting untuk rutin mengganti pakaian, terutama setelah banyak berkeringat, serta memastikan handuk selalu bersih dan benar-benar kering sebelum digunakan lagi.

Nah, itu dia kebiasaan yang jarang disadari bisa memicu bau badan. Meski terlihat sepele, kebiasaan sehari-hari tersebut ternyata dapat membuat bakteri lebih mudah berkembang dan menyebabkan bau badan.

Editorial Team