Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Ilustrasi memakai parfum
freepik.com/freepic.diller

Intinya sih...

  • Parfum di leher tidak disarankan karena kulit leher lebih tipis dan menyerap zat lebih cepat, sehingga paparan berulang bisa menambah beban bagi tubuh.

  • Letaknya yang dekat kelenjar tiroid membuat penyemprotan rutin berpotensi meningkatkan paparan senyawa yang dapat mengganggu sistem hormon.

  • Selain itu, leher sensitif dan sering terkena matahari sehingga lebih berisiko iritasi, jadi lebih aman menyemprot parfum ke pakaian seperti kerah.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Leher sering menjadi area favorit untuk menyemprot parfum karena aromanya terasa lebih tahan lama. Namun, di balik kebiasaan ini, banyak orang yang mempertanyakan apakah boleh semprot parfum di leher?

Nah, berikut Popbela telah merangkum beberapa hal penting yang perlu kamu pahami agar tetap aman bagi kulit dan tubuh. Yuk simak jawaban dan penjelasan lengkapnya di artikel ini!

1. Leher menyerap zat lebih cepat

pexels.com/karolina-grabowska

Kulit leher tergolong tipis dan memiliki banyak pembuluh darah sehingga zat dari parfum bisa lebih mudah terserap. Jika parfum mengandung bahan kimia tertentu, paparan berulang di area ini bisa memberi beban tambahan bagi tubuh kamu.

Pada penggunaan sesekali, risikonya cenderung rendah. Namun, pemakaian rutin di area leher sebaiknya mulai dipertimbangkan kembali. Jadi, jawaban dari apakah boleh semprot parfum di leher ialah tidak disarankan. 

2. Kaitannya dengan hormon dan tiroid

freepik.com/freepik

Peneliti dari University of California, Berkeley, menemukan bahwa beberapa parfum mengandung senyawa yang dapat mengganggu sistem hormon. Nah, karena letaknya dekat dengan kelenjar tiroid, penyemprotan parfum di leher berpotensi meningkatkan paparan zat yang tidak dibutuhkan tubuh.

Meski tidak langsung berbahaya, kebiasaan ini bisa menambah stres hormonal dalam. Apalagi jika kamu menggunakan parfum setiap hari, kebiasaan ini bisa menimbulkan dampak yang kurang baik dalam jangka panjang. 

3. Risiko iritasi dan reaksi kulit

ilustrasi memakai parfum (freepik.com/freepic.diller)

Selain karena dekat dengan kelenjar tiroid, leher juga termasuk area yang sensitif dan sering terpapar sinar matahari. Kandungan parfum tertentu dapat memicu kemerahan, gatal, atau bahkan perubahan warna kulit.

Jika kamu memiliki kulit sensitif, risiko ini bisa terasa lebih cepat. Adapun ketika penggunaan berulang, kulit bahkan dapat menunjukkan reaksi yang parah, seperti rasa terbakar.  

4. Cara aman memakai parfum

freepik.com/Lifestylememory

Nah, setelah mengetahui jawaban apakah boleh semprot parfum di leher, kamu bisa memulai alternatif penggunaan parfum dengan cara yang lebih aman. Untuk mengurangi risiko, kamu bisa menyemprot parfum ke pakaian seperti kerah. 

Cara ini tetap memberikan aroma tanpa kontak langsung dengan kulit leher. Menggunakan parfum secukupnya juga membantu mengurangi paparan berlebihan. Dengan begitu, kamu tetap bisa wangi tanpa mengorbankan kesehatan kulit dan tubuh.

Itulah dia jawaban dari apakah boleh semprot parfum di leher yang perlu kamu ketahui. Yuk, gunakan parfum dengan lebih aman mulai sekarang, Bela!

FAQ seputar parfum

Apakah boleh semprot parfum di leher?

Tidak disarankan karena kulit leher tipis dan lebih mudah menyerap zat dari parfum.

Apa risikonya kalau sering semprot di leher?

Bisa meningkatkan risiko iritasi kulit dan paparan senyawa yang berpotensi mengganggu hormon, apalagi dekat kelenjar tiroid.

Cara aman pakai parfum biar tetap awet?

Semprotkan ke pakaian seperti atau area yang tidak sensitif, dan gunakan secukupnya.

Editorial Team