Kembali membuat bangga, desainer hijab Anniesa Hasibuan tampil kedua kalinya di New York Fashion Week. Jika dikali pertama ia membuat pekan mode New York kagum dengan 'perkenalan' dari dirinya akan dunia modest wear, musim ini Anniesa Hasibuan hadir dengan sebuah political statement. Tapi tak hanya itu, pada wawancara eksklusif ini Anniesa Hasibuan juga menceritakan akan pengalamannya tentang kultur hijab di New York, arti hijab yang glamor, bahkan kekhawatirannya perihal larangan muslim yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump. Bangga. Lega. Penuh 'Drama'. Ini wawancara eksklusif Popbela bersama Anniesa Hasibuan.

Untuk kedua kalinya tampil di NYFW, bagaimana perasaan kamu?

Senang, terharu, nggak nyangka karna masih tetap diterima baik oleh masyarakat New York dan negara-negara lain, terutama negara tercinta Indonesia, alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk bawa nama Indonesia lagi, perasaannya campur aduk banget, show yang kedua ini juga lebih terorganisir dan lebih tertata semua persiapannya.

Berapa lama persiapannya?

Sekitar 2 bulan lebih, dari bulan Desember.

Apa nama koleksi kali ini dan apa inspirasinya?

Koleksi kali ini aku beri nama Drama, terinspirasi dari karakter perempuan yang mampu mengubah kelemahan menjadi kekuatan dan menjunjung tinggi etika sebagai perempuan sejati.

Wawancara Eksklusif Anniesa Hasibuan: Dari Soal Kultur Hijab Di NY, Larangan Muslim Oleh Presiden Donald Trump, hingga Koleksinya yang Drama

Tren apa yang dibawa pada koleksi kali ini?

Untuk trennya lebih ke exclusive modest fashion ya, kami tetap mengangkat modest fashion tapi lebih detail dan eksklusif.

Ada kendala nggak untuk memperkenalkan kultur mode hijab ke New York?

Alhamdulillah tidak ada, karena memang dari awal niat saya dan tim baik, kami ingin menyampaikan bahwa tidak ada kesalahan dalam mode hijab, jadi jalan kami dilancarkan hingga akhir show.

Wawancara Eksklusif Anniesa Hasibuan: Dari Soal Kultur Hijab Di NY, Larangan Muslim Oleh Presiden Donald Trump, hingga Koleksinya yang Drama

Bagaimana kamu melihat market hijab di Jakarta dan di New York? Bagaimana bedanya?

Jelas berbeda ya, Jakarta adalah kota yang mayoritas penduduknya beragama Islam dan New York adalah kota yang minoritas berpenduduk non-Muslim. Market hijab di Jakarta sudah tinggi dilihat dari banyaknya perempuan muslim yang sudah mengenakan hijab dan munculnya berbagai selebgram atau hijabers dengan bermacam-macam gaya fashion hijabnya. Sedangkan di New York, market-nya sedang berkembang, karena masyarakat New York saat ini baik Muslim maupun non-Muslim sudah tidak mempermasalahkan hijab.

Koleksi dari Anniesa Hasibuan selalu tampak glamor, apa sih gambaran glamor melalui sudut pandang hijab?

Glamor itu bukan berarti mewah. Bagi aku glamor dalam berhijab itu percaya diri, anggun, dan elegan.

Wawancara Eksklusif Anniesa Hasibuan: Dari Soal Kultur Hijab Di NY, Larangan Muslim Oleh Presiden Donald Trump, hingga Koleksinya yang Drama

New York sendiri kan lagi ramai soal isu larangan muslim oleh Presiden Donald Trump, ada pengaruhnya nggak kepada keikut-sertaan kamu tahun ini?

Tidak ada ya, alhamdulillah kami tidak merasakan pengaruhnya. Memang awalnya sempat khawatir nanti timnya di-block, bajunya juga, tapi saya selalu berusaha untuk berpikir positif dan tidak mengikuti isu-isu yang tidak jelas. Bagi saya pun fashion bukanlah hal yang berhubungan dengan politik. Justru lewat fashion, saya ingin menunjukkan pesan kepada dunia bahwa Islam itu indah.

Untuk koleksi kali ini, tampaknya ada sedikit political statement-nya - pada pemilihan model - bisa diceritakan konsepnya?

Saya memilih model-model imigran, saya ingin menyampaikan bahwa perbedaan itu indah. Dan New York sebagai daerah yang populer dengan julukan 'melting pot' adalah tempat bagi para imigran dari berbagai negara maupun warga asli sendiri saling berinteraksi dan berbaur. Bagi saya, fashion is for peace dan fashion is for fun jadi apapun ras kita, darimana pun kita berasal, semuanya punya hak sama.

Terakhir, impact apa yang kamu harapkan dari peran kamu sejauh ini untuk fashion hijab secara global?

Harapan aku simple saja, aku berharap busana hijab dapat diterima di seluruh dunia.

Wawancara Eksklusif Anniesa Hasibuan: Dari Soal Kultur Hijab Di NY, Larangan Muslim Oleh Presiden Donald Trump, hingga Koleksinya yang Drama

Wawancara Eksklusif Anniesa Hasibuan: Dari Soal Kultur Hijab Di NY, Larangan Muslim Oleh Presiden Donald Trump, hingga Koleksinya yang Drama

Wawancara Eksklusif Anniesa Hasibuan: Dari Soal Kultur Hijab Di NY, Larangan Muslim Oleh Presiden Donald Trump, hingga Koleksinya yang Drama

Wawancara Eksklusif Anniesa Hasibuan: Dari Soal Kultur Hijab Di NY, Larangan Muslim Oleh Presiden Donald Trump, hingga Koleksinya yang Drama

BACA JUGA: Tutup New York Fashion Week, Marc Jacobs Persembahkan Koleksi Bergaya Hip Hop!