Maraknya penjualan produk desainer palsu secara online membuat rumah mode asal Prancis, Louis Vuitton mengambil tindakan keras. Dimana Louis Vuitton bergabung bersama Alibaba - grup e-commerce besar dari Cina - untuk bersama memerangi penjualan barang-barang palsu yang dijual secara online, menurut laporan WWD. Alibaba Big Data Anti-Counterfeiting Alliance, sendiri melindungi 18 perusahaan besar, termasuk Swarovski, Samsung hingga Shiseido.

Dengan adanya persekutuan ini, Alibaba memiliki tujuan untuk menggabungkan berbagai sumber dan meningkatkan kolaborasi untuk melindungi dan mensejahterakan sistem global e-commerce, dimana brand bisa terlindungi dari pembajakan secara digital. Ini semua dibantu dengan adanya teknologi canggih yang sudah tercipta dan masukkan dari para anggota yang sudah membagikan otentifikasi IP dan data anti-pemalsuan.

Louis Vuitton Siap Perangi Penjualan Produk Palsu yang Beredar di Online!

Salah satu aksi yang sudah terlihat adalah saat Louis Vuitton mengajukan gugatan hukum ke pengadilan Beijing tahun lalu. Dimana pihak Louis Vuitton menuntut TaoBao, salah satu situs jualan yang bekerja sama dengan Alibaba, yang ternyata ketahuan menjual produk palsu. Pihak Alibaba pun juga mengambil tindakan tegas dengan memperingati para pihak kegita lainnya yang bernaung bersama Alibaba untuk tidak menjual barang palsu di platform masing-masing.

 

Sumber foto: Shot By Gio

BACA JUGA: Lady Gaga Batal Perankan Donatella Versace! Why?