Kasus First Travel yang sedang dialami Anniesa Hasibuan tampaknya masih menyita perhatian netizen. Bisnis travel yang dirintisnya dari nol tersebut tampak sedang goyah akibat dugaan penipuan yang merugikan kurang lebih 70 ribu calon jamaah. Karirnya sebagai pebisnis mungkin terbilang sedang tersandung. Namun bagaimana kiprahnya sebagai desainer tanah air yang sudah berhasil mengharumkan nama bangsa saat ia mencuri perhatian di pekan mode New York?

Keberhasilan Anniesa Hasibuan untuk menunjukkan karyanya di New York tak lepas dari bantuan Indonesia Fashion Gallery (IFG) sebagai wadah yang menyatukan para desainer lokal untuk maju dan membangun bisnis mereka ke arah global. IFG sendiri merupakan badan yang bekerja sama dengan penyelenggara New York Fashion Week. Semua desainer yang menjadi bagian dari ini sudah terakreditasi dan diproses dalam kurasi yang panjang. Namun dengan adanya kasus yang dialami oleh Anniesa Hasibuan, founder dari IFG, Teti Nurhayati, nyatanya jadi ikut terseret.

Ditemui saat konferensi pers Indonesian Diversity (yang akan memberangkatkan lima desainer Indonesia ke panggung pekan mode New York tahun ini), Teti Nurhayati dengan tenang mengungkapkan status antara ia dan Anniesa Hasibuan. "Yang pasti saya tidak menerima sepersen pun dana investasi dari First Travel. Anniesa Hasibuan Fashion adalah klien saya," jelasnya. "Kontrak saya dan Anniesa Hasibuan pun sudah selesai pada bulan Februari lalu. Kalau pun masih terlibat dibeberapa event, itu pun karena kontraknya ada pada masa tenggang yang kami berikan dan itu dijalankan tetap ada kesepakatannya."

Tahun ini pun otomatis IFG tidak memberangkatkan Anniesa Hasibuan. Namun apa karirnya sebagai desainer akan selamanya kelam? "Kita bekerja secara profesional. Yang kita lihat adalah person-nya. Kalau next ia mau ikut IFG lagi enggak ada masalah," jelas Teti yang didampingi oleh kuasa hukumnya, Secarpiandy, SH. "Apalagi Anniesa Hasibuan adalah salah satu desainer potensial yang sudah bisa ekspor ke Timur Tengah, kemudian dia sudah menjadi seorang tokoh internasional. Tapi disini bukannya saya membela. Sekali lagi saya sangat prihatin kepada para jamaah. Tetapi dalam hal ini kita proporsional banget. Saya berdoa seluruh jamaah ini mendapatkan keadilan."

Bisnis Fashion Anniesa Hasibuan Masih Memiliki Titik TerangFoto: Tim Muara Bagdja

 

Nama Anniesa Hasibuan di luar sana (secara internasional) dikenal sebagai seorang desainer. Pihak New York pun tidak serta-merta mem-block nama Anniesa Hasibuan karena kasus yang dialaminya ini. "Tidak ada campur tangan dari pihak New York. Pihak luar itu melihatnya secara profesional dan proporsional. Di luar sana Anniesa Hasibuan dikenal sebagai fashion desainer bukan pebisnis travel." jelas Teti Nurhayati.

Mengenang keikutsertaan Anniesa Hasibuan di pekan mode New York tahun lalu, Teti Nurhayati mengungkapkan juga kalau proses kurasi yang dialami Anniesa Hasibuan sama persis dengan proses yang harus dilewati para desainer yang tahun ini berangkat ke New York - diantara lima desainer ada Barli Asmara dan Dian Pelangi. Semua diproses secara profesional.

BACA JUGA: Wawancara Eksklusif Anniesa Hasibuan: Dari Soal Kultur Hijab Di NY, Larangan Muslim Oleh Presiden Donald Trump, hingga Koleksinya yang Drama