Festival Pulih 2021 hari kedua ditutup dengan sesi talk show bersama Dena Rahman yang membahas tentang "Childhood Trauma: Mengurangi Masalah untuk Kuat di Masa Depan". Dalam sesi kali ini, Dena blak-blakan bercerita tentang trauma masa kecil, perjuangan hidup, hingga akhirnya kini sudah bisa pulih dan menerima diri seutuhnya.

Dena Rachman Blak-blakan Bicara Tentang Trauma Masa KecilYoutube.com/Popbela

Seperti diketahui, Dena sudah berkarier sejak dini menjadi seorang artis cilik. Namun, bukannya bahagia, ia justru merasa hal tersebut membuatnya merasa tertekan karena sudah diberikan tanggung jawab sejak kecil. 

“Aku dari dulu I used to be a child star. Waktu aku kecil, aku sedikit berbeda dari yang lain dalam artian aku dulu udah harus syuting, setiap weekend itu biasanya kita ada off air manggung, nyanyi, perform, jadi banyak kegiatan lain di luar sekolah dan bermain seperti layaknya anak-anak yang lain. Aku punya sense of responsibility dari kecil dan aku diajarin kalau emang kita mau punya sesuatu ya harus usaha,” tutur Dena.

Dena Rachman Blak-blakan Bicara Tentang Trauma Masa KecilYoutube.com/Popbela

Tanggung jawabnya dari kecil yang dibangun oleh orangtuanya itu membuat Dena berpikir bahwa jika ingin bahagia, maka ia harus sukses dari segi materi dan popularitas. Setelah dewasa, Dena baru sadar bahwa pandangannya tentang kesuksesan itu ternyata salah. Sebab, materi tak selamanya bisa membuatnya bahagia.

“Sukses waktu itu kelihatannya adalah jadi child star ya muncul di tv, banyak penggemarnya, terus punya pemasukan, bisa beli ini itu. Aku punya definisi sukses yang bisa dibilang salah ya karena ternyata sukses nggak harus dengan yang berhubungan dengan materi karena materi itu nggak ada habisnya dan belum tentu materi itu akan menjamin kita punya bahagia dan sukacita,” lanjutnya.

Dena Rachman Blak-blakan Bicara Tentang Trauma Masa KecilYoutube.com/Popbela

Semakin dewasa, Dena akhirnya paham bahwa mindset-nya tentang kesuksesan dan bahagia bukanlah dengan mengejar duniawi, tapi bagaimana dirinya bisa bersyukur dan menerima dirinya sendiri. Ia juga bersyukur karena ternyata ia memiliki orangtua yang begitu terbuka dan menerimanya dengan penuh kasih sayang.

“Aku bisa bilang kalau aku beruntung dan aku privilege karena keluargaku cukup terbuka dan lebih demokratis, jadi mereka mau melihat perkembangan anaknya sesuai dengan anaknya masing-masing yang beda-beda. Tapi manusia tidak ada yang sempurna. Bagaimana pun hebatnya orangtua aku, yang sampai sekarang masih memilih untuk menerima, menyayangi, dan mengasihi aku. Tapi mungkin ada beberapa yang mungkin dulu aku nggak sadar, aku nggak tahu kalau itu childhood trauma. Sampai momen aku merasa aku merasa di titik terendah dalam hidupku yang sempat aku share waktu itu,” ungkap Dena.

https://www.youtube.com/embed/aRWjzNCdxDI

Perjalanan hidup Dena yang cukup berliku nyatanya membuat ia menjadi sosok yang kuat dan penuh syukur. Kedamaian hidup tersebut ia dapatkan sejak empat tahun terakhir, di mana ia akhirnya bisa menerima dirinya sendiri. 

Festival Pulih by Popbela merupakan komunitas kesehatan mental, serta ruang teduh untuk sembuh dan bertumbuh. Acara ini akan terselenggara secara online mulai dari tanggal 25-27 November 2021 yang bisa kamu saksikan secara gratis di YouTube dan Instagram Popbela.

Baca Juga: Inner Child Trauma dan Cara Mengatasinya versi Dena Rachman

Baca Juga: Pesan Dena Rachman untuk Kaum Minoritas di Indonesia

Baca Juga: Lika Liku Menjadi Ibu, Ini Perjuangan Denada Hadapi Mental Breakdown