Apalah dayaku yang hanya bisa memandangimu dari jauh. Aku tahu aku hanya gadis biasa. Gadis yang penuh mimpi dan kamu adalah bagian dari mimpiku itu. Aku selalu berdoa kepada Tuhan andaikata ku diberi kesempatan.

Kesibukan mencurimu dariku

Untukmu yang Hanya Membiarkanku Menunggumu Tanpa Kepastian

Namun itu semua hanya harapan semata entah mengapa engkau terasa begitu jauh padahal kita begitu dekat. Keberanian. Ya aku butuh sebuah keberanian hanya untuk sekedar menyapamu. Tapi meskipun sudah sering kucoba selalu saja gagal, saat berada didekatmu semua keberanian yang sudah kukumpulkan dengan setengah mati akan langsung menguap begitu saja seperti layaknya buih. Kadang aku merasa lelah dan bodoh aku ingin selalu engkau melihatku setidaknya sekali saja, sekali saja kau melihatku dan tersenyum untukku. Kamu terlihat begitu sibuk dengan duniamu dan nampaknya ada sesuatu yang besar yang sedang coba kamu lakukan, untuk itulah aku tak berani mengganggumu dan aku tidak merasa apa-apa walaupun harus terus menjadi bayang-bayangmu.

Hargai Aku Meski Kamu Tak Membalas Perasaanku

Untukmu yang Hanya Membiarkanku Menunggumu Tanpa Kepastian

Tapi kali ini tolong lihat aku dan dengarkan aku, aku hanya ingin berbicara padamu hanya padamu. Aku tidak akan membicarakan sesuatu yang besar jadi kupikir tak apa-apa jika aku mencuri sedikit waktumu. Aku hanya ingin membicarakan hal kecil saja, berbicara tentangku yang selalu ada untukmu meski tak pernah kau toleh, aku yang selalu memandangimu meski terabaikan, aku yang selalu menunggumu tapi tak pernah engkau hampiri, dan aku yang selalu mencintaimu meski tak pernah terbalas.

Aku Hanya Bisa Memandang dan Menyebut Namamu

Untukmu yang Hanya Membiarkanku Menunggumu Tanpa Kepastian

Terkadang ingin kusampaikan rinduku ini yang hanya padamu yang hanya mampu terucap lewat doa, dengan segenap debaran yang bergemuruh di dalam jiwa ini ingin ku peluk dirimu yang kian menjauh. Tidak inginkah engkau menoleh sekali saja dan mendengarku? Aku hanya ingin berbicara padamu, tidak apa-apa dengan suara lirih agar tak ada yang mendengar kecuali kamu, ya kamu karena aku hanya ingin berbicara padamu. Kini biarlah aku terus disini memandangmu dan aku akan datang ketika engkau berbalik dan menyebut namaku.  

 

photo credit:  Arrival Movie/FilmNation Entertainment/www.imdb.com

BACA JUGA: Surat Terbuka: Aku dan Kamu, Antara Rembulan dan Matahari yang Tak Bersatu