Begitu memasuki usia 20-an setiap orang mulai merasa dewasa dan tidak sabar untuk melakukan banyak hal yang tidak bisa dilakukan ketika masih di usia belasan. Tapi, dunia orang dewasa nyatanya tidaklah semudah dan semenyenangkan itu.

Beban serta tanggung jawab, belum lagi tuntutan sosial yang mencekik banyak orang di usia pertengahan 20-an, tentu membuat stres bahkan ada yang sampai menderita depresi. Salah satu fase tidak mengenakan ini biasa disebut dengan quarter life crisis, yang mungkin sudah sangat akrab di telinga kita semua.

Apakah kamu juga sedang berada di fase membingungkan ini? Jangan khawatir, karena kamu tidak sendiri. Daripada sedih dan tertekan berlarut-larut, yuk buat usia 20-an mu jadi lebih bermakna dengan tips berikut ini.

1. Mulai fokus dengan kelebihan yang dimiliki

Apa Itu Quarter Life Crisis dan Cara Menghadapinyapexels.com/Andrea Piacquadio

Ketika usia semakin matang kamu dapat menemukan kelebihanmu yang sesungguhnya. Apalagi ketika di masa-masa kuliah atau setelah lulus, biasanya ketertarikan terhadap suatu hal mulai muncul. Nah, ketika kamu sudah tahu apa kelebihan atau passion-mu maka jangan sampai kamu sia-siakan.

Mengasah kelebihan bisa menjadi senjata berharga bagimu di masa depan. Khawatir tidak bisa membagi waktu dengan kewajiban lain? Jangan khawatir, kamu bisa mencuri-curi waktu luang untu mengasah bakat atau passion-mu. Siapa tahu, bakat atau ketertarikanmu terhadap sesuatu hal tersebutlah yang akan menjadi tombak kesuksesanmu kelak.

Jangan menyerah ya!

2. Terus belajar dan menambah keterampilan

Apa Itu Quarter Life Crisis dan Cara MenghadapinyaPexels.com/mentatdgt

Usia 20-an ada masa-masa yang tepat untuk terus belajar dan menambah keterampilan dalam bidang apa pun. Baik itu yang masih berhubungan dengan pekerjaan atau keterampilan lainnya.

Jika kamu terus membekali diri dengan pengetahuan, percayalah skill dan pengetahuan tersebut mungkin berguna suatu saat nanti. Jangan sia-siakan waktumu, karena belum tentu kamu masih bisa belajar banyak ketika prioritas hidup semakin bertambah kelak.

3. Ingat bahwa timeline setiap orang berbeda

Apa Itu Quarter Life Crisis dan Cara Menghadapinyaunsplash.com/Aleksandra Sapozhnikova

Melihat teman-teman sebaya sudah meraih kesuksesan, menikah, dan berbahagia, kamu jadi merasa begitu kecil dan gagal. Ini adalah bagian dari quarter life crisis yang tidak mengenakkan, bahkan bisa memicu depresi.

Selain terus berusaha dan memperbaiki diri, kamu juga harus ingat bahwa timeline setiap orang dalam hal apa pun tentu berbeda. Kita tidak bisa menyamakan waktu dari sebuah pencapaian haruslah sama dengan orang lain. Ingat, proses setiap orang juga berbeda-beda.

4. Jangan terlalu keras pada diri sendiri

Apa Itu Quarter Life Crisis dan Cara MenghadapinyaPexels.com/Kira Schwarz

Begitu melihat orang lain tampak ‘sukses’, kita jadi terpacu untuk berusaha dengan keras. Itu tak masalah, namun tidak baik juga jika kita menjadi terlalu keras pada diri sendiri hingga mengkritik diri secara berlebihan.

Kamu memang harus berusaha, namun tidak semua hal harus berjalan sesuai dengan apa yang kamu mau. Berikan dirimu sendiri ketenangan sejenak, sayangi dirimu dan hargai diri sendiri yang telah berjuang dengan begitu keras hingga saat ini.

5. Cari teman baru namun tetap jalin hubungan dengan teman lama

Apa Itu Quarter Life Crisis dan Cara MenghadapinyaPexels.com/cottonbro

Percaya atau tidak koneksi atau pertemanan bisa mengantarkanmu pada kesuksesan karier hingga dunia percintaan. Oleh sebab itu carilah teman baru sebanyak mungkin agar wawasanmu ikut bertambah. Akan lebih baik lagi jika kamu gabung ke komunitas yang memberimu keterampilan dan ilmu.

Tapi, jangan juga putus kontak dengan teman-teman lama. Akan sangat menyenangkan jika kamu mampu memperbanyak relasi dari berbagai latar belakang. Siapa tahu, kamu akan membutuhkan bantuan mereka di masa depan.

6. Detoks media sosial bila perlu

Apa Itu Quarter Life Crisis dan Cara Menghadapinyapexels.com

Kita tentu sepakat bahwa media sosial mempengaruhi kesehatan mental kita. Apalagi jika sedang berada dalam fase quarter life crisis, melihat update teman-teman di media sosial yang terkesan ‘bahagia’ secara tak langsung menjadi pukulan yang menyakiti mental.

Jika dirasa kondisi mentalmu semakin tak sehat, ada baiknya kamu off sejenak dari media sosial dan carilah kegiatan menyenangkan yang baru. Ingat juga, apa yang ditampilkan orang-orang di media sosial tidak selalu seindah kenyataannya, lho. Ada banyak air mata dan perjuangan yang mungkin tidak mereka tunjukkan ke dunia luar.

Itulah beberapa cara menghadapi quarter life crisis yang bisa kamu terapkan. Ingat, kamu tak sendiri, jadi jangan paksakan semuanya harus baik-baik saja di satu waktu. Nikmati prosesnya. Kamu kelak akan mengenang fase ini sebagai pembelajaran berharga untuk hidupmu.

Baca Juga: Tidak Terburu-buru Menikah, Ini 8 Alasan Memilih untuk Tetap Single 

Baca Juga: Apa Itu Single Shaming dan 5 Tips Menghadapinya dengan Bijak

Baca Juga: 7 Ilustrasi Bahagianya Jadi Perempuan Single dan Mandiri