“Sudah berapa sering sih kamu melakukan seks dengan suami?” Mungkin ini pertanyaan yang biasa ditanyain oleh teman-teman kamu. Tapi selain pertanyaan itu bagaimana kalau muncul pertanyaan lain seperti, “Gimana kalau kita ngelakuin seks lebih jarang daripada teman-teman kita? Apa hubungan kita bakal cepat berakhir kalau kita nggak melakukan seks yang cukup? Dan seberapa sih seks yang cukup itu?”

Sebenarnya pertanyaan-pertanyaan tersebut sedikit 'gantung' karena seberapa sering kita melakukan seks nggak berarti itu merupakan seks yang baik, buruk, atau memuaskan. Lalu seks yang dianjurkan adalah kamu harus dapat melakukan peran dengan baik demi kepuasan seksual di antara kamu dan pasangan, Bela. Jadi, seberapa sering kebanyakan pasangan melakukan seks? Dan apa artinya untuk kualitas dan kepuasan pasangan? Ini hasil penelitiannya!

Ini Pengaruh Kuantitas Seks terhadap Kebahagiaan Seseorang

Pada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Archives of Sexual Behavior terhadap lebih dari 26.000 orang Amerika, sampel melaporkan berhubungan seks 54 kali setahun, yang kalau dirata-rata yaitu sekitar sekali dalam seminggu. Hasil yang dilaporkan ini disimpulkan setahun lebih rendah sejak penelitian serupa yang dilakukan di tahun 1990. Sampel ini termasuk mereka yang masih lajang, pacaran, menikah, dan yang hidup bersama. Namun ketika penelitian hanya diajukan kepada pasangan yang secara khusus telah menikah, frekuensi rata-ratanya menjadi sedikit lebih rendah, yaitu 51 kali dalam setahun, atau hanya kurang dari sekali seminggu rata-rata. 

Ini Pengaruh Kuantitas Seks terhadap Kebahagiaan Seseorang

Seberapa rasa bahagia pasangan yang melakukan seks sekali dalam seminggu? Sementara kebanyakan orang menganggap semakin sering kamu melakukan seks, jadi semakin bahagia. Lagi dalam sebuah penelitian terhadap lebih dari 30.000 orang Amerika yang diterbit dari jurnal Social Psychological and Personality Science, para peneliti menyimpulkan jika pasangan yang melakukan seks seminggu sekali itu yang paling bahagia, sementara pasangan yang mengatakan berhubungan seks 2, 3 (atau lebih) kali seminggu nggak lebih bahagia daripada mereka berhubungan seks sekali seminggu.

Ini Pengaruh Kuantitas Seks terhadap Kebahagiaan Seseorang

Penelitian yang dijelaskan di atas itu berfokus pada frekuensi dan kebahagiaan seksual, menyimpulkan kalau mereka yang melakukan hubungan seks kurang dari satu kali seminggu itu memiliki tingkat kebahagiaan yang lebih rendah daripada mereka berhubungan seks sekali seminggu (atau lebih). Tetapi menurut penelitian lain dan ahli, dalam salah satu dari beberapa tentang topik "pernikahan tanpa seks," 16 persen dari 6.029 peserta melaporkan nggak melakukan hubungan seks selama sebulan terakhir dan ada juga dalam 6 bulan terakhir.

Kemudian seorang penulis buku Sex Starved Marriage, Michele Weiner Davis, menjelaskan "perkawinan tanpa seks" sebagai salah satu alasan di mana pasangan melakukan hubungan seks yang kurang dari sekali seminggu tersebut atau 10 kali setahun dan bisa kurang dari itu. Kemudian itu bukanlah suatu persoalan yang serius.

Ini Pengaruh Kuantitas Seks terhadap Kebahagiaan Seseorang

Perlu kamu ketahui, melakukan seks yang sering namun buruk nggak akan menjamin kebahagiaan dan kepuasanmu. Jika kamu dan pasangan saling mencintai maka luangkanlah waktu melakukan seks untuk menimbulkan kenikmatan seksual atau perasaan keintiman dan kedekatan kebersamaan. Namun, kalau jika alasan nggak dapat melakukannya karena sibuk, sakit, dan masalah diri lainnya, maka mungkin itu nggak perlu dicemaskan. Tetaplah saling mengerti dan menjaga perasaan dengan pasanganmu  agar tetap bahagia ya, Bela!

Penulis: Dinda Untoro

Baca Juga: Begini Caranya Mengubah Kehidupan Seks dengan Pasangan Lebih Baik