Feromon merupakan senyawa kimia yang dihasilkan oleh tubuh yang bisa memengaruhi respons sosial dan seksual individu lainnya termasuk lawan jenis. Penelitian tentang feromon sendiri awalnya dilakukan oleh Adolph Butenant, seorang ilmuan asal Jerman yang menemukan hormon seksual pada manusia seperti estrogen, testosteron dan progesteron.

Apa itu feromon?

Feromon, Benarkah Bisa Memikat Lawan Jenis?unsplash.com/marina_mv88

Zat feromon sendiri awal mula ditemukan oleh Jean Henri-Fabre yang pada saat itu melakukan penelitian terhadap ngengat betina yang disimpan di kandang dan keesokan paginya dikerubungi oleh ngengat-ngenat lainnya yang ternyata jantan. Dari fenomena tersebut, Fabre meyakini jika ngengat betina ini memiliki senyawa yang mengundang para ngengat jantan datang padanya yang kemudian dikenal dengan zat feromon. Dari penelitian zat feromon di ngengat yang kemudian berkembang ke penelitian zat feromon ke manusia.

Benarkah feromon bisa memikat lawan jenis?

Feromon, Benarkah Bisa Memikat Lawan Jenis?unsplash.com/heftiba

Zat feromon ini dihasilkan oleh kelenjar yang memproduksi aroma bau badan yang khas setiap orangnya. Sama seperti sidik jari, feromon setiap manusia ini memiliki karakteristik tersendiri. Mungkin kamu pernah secara nggak sadar dekat atau tertarik dengan seseorang yang ternyata memiliki bau yang khas. Feromon inilah yang membuat kita bisa tertarik dengan orang tertentu.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Huddinge University Hospital di Swedia, para ahli kimia melakukan penelitian terkait feromon dan gairah seksual. Saat melakukan penelitian terhadap 12 pasang lelaki dan perempuan diberikan senyawa sintetik mirip feromon untuk dicium. 

Dari hasil penelitian tersebut, sehabis para peserta mencium senyawa mirip feromon, terjadi reaksi hormon ekstrogen (pada perempuan) dan hormon testoteron (pada lelaki). Kesimpulan dari penelitiannya menyatakan bahwa ketertarikan manusia pada manusia lain, baik itu berupa hubungan, cinta, gairah seksual, memilih teman, pasangan didasari oleh feromon yang dihasilkan oleh masing-masing individu.

Memang feromon ini bisa menghasilkan reaksi pada hormon namun belum ada penelitian yang lebih terfokus tentang hubungan feromon sebagai alasan atau membuat seseorang jatuh cinta. Tapi nggak tertutup kemungkinan ketertarikanmu pada seseorang saat ini dilatari oleh kecocokan feromon yang kalian berdua miliki.

Baca Juga: 7 Hal dari Toxic Relationship Ini Mengajarimu tentang Cinta