Hanya dari serangkaian kata-kata yang kita ucapkan, ternyata itu bisa menimbulkan konflik yang cukup besar dengan pasangan, lho. Itulah mengapa pemilihan kata-kata juga penting saat bicara dengan pasangan agar tidak memicu konflik.

Berikut ini Popbela sudah merangkum dari berbagai sumber, beberapa tips saat berbicara dengan pasangan supaya nggak membuat masalah lebih runyam atau menimbulkan masalah baru.

1. Sebaiknya, hindari kata "jangan" dan "tidak" kepada pasangan

5 Tips Bicara dengan Pasangan Agar Tidak Memicu Konflik Pexels.com/Yan Krukov

Saat kamu meminta pasangan untuk melakukan sesuatu, mintalah dengan tulus serta hindari kata “jangan” dan “tidak”. Selain berkonotasi negatif, kedua kata tersebut sering kali membuat pasangan sulit memahami bagaimana dia harus bertindak.

Misalnya, daripada kamu berkata "Jangan suka mengatur apa yang aku lakukan. Memangnya aku nggak bisa dipercaya?”, lebih baik kamu langsung bilang “Aku ingin kamu percaya sama aku dan nggak mengatur semua yang aku lakukan."

Jadi, langsung utarakan yang kamu inginkan dan hindari kata-kata yang berkonotasi negatif supaya nggak memicu konflik dengan pasangan.

2. Lebih baik gunakan kata "dan" daripada "tapi"

5 Tips Bicara dengan Pasangan Agar Tidak Memicu Konflik rawpixel.com/

Daripada kamu berkata, "Aku mau mengerti perasaanmu, tapi aku juga mau kamu memahami aku!" Lebih baik diganti dengan, "Aku mau lebih mengerti perasaanmu dan aku juga mau kamu memahamiku."

Dengan menggunakan kata “dan”, kalimat Bela jadi terdengar lebih pengertian. Sementara saat kamu lebih memilih kata “tapi”, kalimatmu jadi terdengar nggak terdengar tulus dan seperti mengharapkan imbalan.

3. Berikan pujian dengan tulus, bukan dengan sindiran

5 Tips Bicara dengan Pasangan Agar Tidak Memicu Konflik freepik.com/ freepik

Semua orang pasti menyukai pujian, ya. Tapi, tentu saja pujian yang tulus dan bukan kata-kata sindiran. Misalnya, seperti ini, saat pasangan tiba-tiba membantumu mengerjakan pekerjaan rumah tangga, jangan bilang “Tumben kamu rajin bantuin aku, biasanya lebih milih main game”, tapi lebih baik kamu mengatakan “Makasih bantuannya ya, sayang. Berkat kamu kerjaan aku cepat selesai.

Kalimat sindiran, meski diisi dengan pujian, selain nggak enak didengar pastinya juga bisa membuat pasangan kesal dan akhirnya menimbulkan konflik, yang seharusnya nggak perlu terjadi.

4. Berikan kesempatan pasangan bicara dan dengarkan

5 Tips Bicara dengan Pasangan Agar Tidak Memicu Konflik freepik.com/wavebreakmedia

Pasangan yang baik adalah pasangan yang bisa saling mendengarkan. Jadi, setelah kamu selesai bicara dan mengeluarkan uneg-uneg, sekarang waktunya kamu memberi kesempatan pada pasangan untuk bicara dan memberitahukan maksudnya. Lalu, dengarkan dengan baik semua kata-katanya.

Masalah sekecil apa pun, kalau kamu nggak mau mendengar pasangan dan nggak memberikan kesempatan untuk dirinya menjelaskan, konflik akan semakin besar. Ini karena kamu nggak akan pernah tahu akar masalahnya dan justru makin memperkeruh suasana dengan asumsi negatifmu.

5. Berikan sentuhan pada pasangan saat bicara

5 Tips Bicara dengan Pasangan Agar Tidak Memicu Konflik unsplash.com/Redd

Satu sentuhan bisa memiliki sejuta makna. Jadi, saat pembicaraanmu dengan pasangan semakin panas, tenangkan diri masing-masing, dan setelahnya cobalah untuk memberikan sentuhan kepada pasangan. Bisa dengan memegang tangannya atau memeluknya sambil mulai membuka pembicaraan dengan kepala dingin.

Sentuhan sederhana ini bisa mengingatkanmu dan pasangan kalau hubungan kalian sangat berharga. Sangat disayangkan jika hubungan kalian harus hancur karena konflik yang nggak bisa diselesaikan. Bukan nggak mungkin hati pasangan juga jadi lebih lunak dan kemarahannya berkurang.

Nah, itu tadi lima tips bicara dengan pasangan agar tidak memicu konflik dari Popbela yang bisa kamu ikuti. Semoga bisa membantumu untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang lebih baik.

Baca Juga: Benarkah Tidur Membelakangi Pasangan Menandakan sedang Bertengkar?

Baca Juga: Ini Hukum Istri Mendiamkan Suami Saat Bertengkar

Baca Juga: 10 Konflik Rumah Tangga yang Memicu Perceraian