Meski terasa berat, imbauan untuk tetap di rumah saja selama pandemi COVID-19 ini membuatmu dapat menghabiskan waktu lebih banyak bersama pasangan di rumah. Awalnya mungkin terasa menyenangkan. Biasanya kalian hanya bertemu setelah pulang kerja sampai berangkat kembali, kini selalu bertatap muka selama 24 jam. Biasanya hanya sempat makan siang bersama, kini dapat merasakan bekerja bersama.

Namun lama kelamaan, kalian menyadari kalau kehadiran satu sama lain dapat menjadi gangguan untuk konsentrasi bekerja. Misalnya, kamu tergoda untuk kembali ke kasur menemani pasangan yang masih tertidur, atau situasi kerja pasangan cukup mengusik mode bekerjamu yang lebih membutuhkan ketenangan. 

Kalau seperti ini, apa yang harus dilakukan? Melansir dari Your Tango, ada 7 tips yang dapat kamu lakukan agar tetap produktif dan bahagia bekerja bersama pasangan di rumah.

1. Buat jadwal setiap harinya

7 Tips Tetap Produktif dan Bahagia Saat Work From Home Bareng PasanganPexels.com/Andrea Piacquadio

Membuat jadwal membantu kamu dan pasangan untuk membentuk struktur serta tujuan yang ingin dicapai. Ini mempermudah kalian berdua untuk saling menghormati ruang dan kebutuhan masing-masing. 

Luangkan waktu untuk berdiskusi hal-hal tertentu, contohnya jika kalian berdua ingin sarapan atau makan siang bersama. Juga, pastikan untuk saling memberi tahu jika salah satu di antara kalian akan melakukan conference call sehingga nggak saling mengganggu.

Selain itu, kalian dapat menentukan untuk bekerja di ruangan yang sama atau berbeda, lalu menghargai ruang kerja masing-masing. Ingat, menjalani swakarantina nggak berarti kamu kehilangan rutinitas kerja.

2. Komunikasikan secara jelas mengenai kebutuhan kerja

7 Tips Tetap Produktif dan Bahagia Saat Work From Home Bareng PasanganPopbela.com/Ayu Utami

This article supported by vivo as Official Journalist Smartphone Partner IDN Media. 

Pastikan kamu dan pasangan saling memberi tahu kebutuhan pribadi serta kondisi bekerja yang diinginkan. Dengan begitu, kalian nggak mengganggu konsentrasi satu sama lain. Misalnya, pasangan dapat bekerja sembari mendengarkan musik, sedangkan kamu lebih suka suasana yang tenang. Contoh lainnya, pasangan lebih suka bekerja terus-menerus sampai jam istirahat, sedangkan kamu lebih suka mengambil istirahat singkat di sela-sela pekerjaanmu.

3. Hati-hati dengan interupsi

7 Tips Tetap Produktif dan Bahagia Saat Work From Home Bareng PasanganPexels.com/Mentatdgt

Rasanya mudah sekali tergoda untuk selalu membagikan cerita menarik dengan pasangan. Namun selama jam kerja atau sedang bekerja, sensitivitas dan waktu sangatlah penting. Bahkan ketika ada suatu informasi menarik untuk disampaikan, bukan berarti kamu dapat mengganggu pasangan tanpa memastikan jika ia benar-benar sibuk atau nggak. Karena itu, ada baiknya untuk bertanya ketika ingin mengobrol dengan pasangan, seperti, "Lagi sibuk? Aku mau cerita sesuatu yang menarik, bisa?"

4. Bedakan waktu kerja dan istirahat

7 Tips Tetap Produktif dan Bahagia Saat Work From Home Bareng PasanganPexels.com/Andrea Piacquadio

Kita bersikap berbeda ketika sedang bekerja dan senggang. Saat garis batasan antara bekerja dan beristirahat ini menjadi samar, berbagai kesalahpahaman dapat terjadi. Ini dapat menimbulkan stres berlebih dalam hubungan. Karena itu, sangat disarankan untuk membuat jadwal kerja. Jadwal ini dapat membantu mengingatkan satu sama lain mengenai jam kerja dan istirahat. Jadi, kamu atau pasangan tahu saat-saat sibuk dan senggang.

5. Luangkan waktu untuk menikmati ruang pribadi

7 Tips Tetap Produktif dan Bahagia Saat Work From Home Bareng PasanganPexels.com/Andrea Piacquadio

Jika jam kerja telah berlalu, pastikan untuk meluangkan waktu untuk menikmati ruang sendiri, serta untuk menghormati kebutuhan pasangan untuk menikmati hal yang sama. Namun sebelumnya, pastikan ingin menjelaskan kebutuhan ini dengan pasangan sehingga nggak terjadi kesalahpahaman. Mungkin kamu ingin bersenda gurau bersama teman-teman grup media sosial, mungkin pasangan ingin menonton acara tv favoritnya. Apa pun itu, jangan lupa saling memberi tahu sehingga kalian dapat menikmati waktu pribadi.

6. Hati-hati ketika berbicara dengan satu sama lain

7 Tips Tetap Produktif dan Bahagia Saat Work From Home Bareng PasanganPexels.com/Christina Morillo

Swakarantina artinya kita beraktivitas tanpa dapat menikmati kegiatan yang menenangkan, seperti bersosialisasi dengan orang lain atau liburan. Ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan serta rasa cemas dalam diri. Belum lagi dengan kabar negatif seputar virus corona, kamu dan pasangan akan menjadi lebih sensitif daripada biasanya.

Jadi, berhati-hati ketika mengobrol dengan pasangan, jangan saling menyinggung. Jika terjadi kekeliruan di antara kalian, jangan saling menyalahkan dan berusaha untuk menyelesaikannya tanpa membuat masalah jadi penuh drama.

7. Selalu hadir untuk pasangan

7 Tips Tetap Produktif dan Bahagia Saat Work From Home Bareng PasanganPexels.com/Andrea Piacquadio

Demi tetap produktif dan menjaga hubungan dari kebosanan, bukan berarti kamu harus selalu sibuk dengan pekerjaanmu, Bela. Jangan lupa untuk selalu ada bagi pasanganmu. Luangkan waktu untuk menyemangatinya, bersenda gurau dengan pasangan, serta menanyakan harinya setelah pekerjaannya selesai. Interaksi yang tulus ini dapat mengurangi stres dan kecemasan dalam diri akibat kerja maupun menjalani swakarantina. Selain itu, interaksi seperti ini juga dapat menjaga hubungan kalian tetap harmonis dan dapat saling menguatkan satu sama lain ketika menjalani situasi ini.

Itulah 7 tips menjaga agar kamu dan pasangan tetap produktif dan bahagia selama bekerja di rumah. Jangan sampai pekerjaan terbengkalai karena menikmati waktu berdua di rumah, atau sebaliknya, mengabaikan satu sama lain karena sibuk bekerja. Kalian berdua harus saling menguatkan dalam kondisi melawan virus corona ini, Bela, serta tetap menjaga keharmonisan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan. 

Baca Juga: Benarkah Work From Home Bisa Sebabkan Perceraian? Ini Kata Psikolog

Baca Juga: 7 Cara Sederhana agar Tetap Sehat Selama Work From Home

Baca Juga: WFH OOTD Ala Tim Popbela! Plus Cerita Kami Soal Self-Isolation