Semua orang pada umumnya pasti menginginkan pernikahan yang berkesan, tapi ada juga yang ingin mengabadikannya dengan cara yang unik. Pernikahan yang unik itu bukan merupakan hal baru, bahkan telah ada dari abad ke-17, tepatnya di wilayah Eropa yaitu adalah tradisi handfasting. Kamu tahu nggak sih apa itu handfasting, Bela? Jika nggak, Popbela sudah menyiapkan kisahnya di sini.

Handfasting adalah gabungan tangan antara calon pengantin. Pada kenyataan yang terlihat yaitu tangan mereka terikat bersama dengan sepotong bahan, tali atau kabel. Ritual ini dilakukan dengan arti pada dasar yang sama yaitu kehidupan sepasang calon pengantin ini bergabung untuk bersama. Pasangan menggabungkan tangan mereka dengan dibungkus pita, mengikat mereka bersama-sama secara rohani dan fisik. 

Tradisi Handfasting, Simbol Pernikahan Tradisional Eropa yang Unikemmalinebride.com/Harper Parker Photography

Pada 1700-an, handfasting dilakukan sebagai percobaan pernikahan. Percobaan yang dimaksud adalah mereka mengikat pernikahan namun bukan untuk selamanya, suatu hal yang beda, bukan? Pasangan yang akan menikah melakukan handfasting itu seperti berjanji untuk hidup bersama, kemudian setelah setahun, mereka akan memutuskan apakah mereka ingin tetap bersama atau berpisah. 

Pada saat itu, pasangan mengikat sumpah tangan tradisional dengan memiliki cap di tangan yang di namakan cap waktu. Janji umum yang dibuat adalah, "Saya memberikan diri saya kepada [nama pasangan] selama satu tahun dan satu hari" atau "Saya memberikan diri saya kepada [nama pasangan] untuk tiga belas bulan. " Begitulah kurang lebih prosesi handfasting pada pernikahan Eropa di masanya. 

Tradisi Handfasting, Simbol Pernikahan Tradisional Eropa yang UnikBristolpost.com/Glenda Procther

Prosesi handfasting di masa lalu dan sekarang itu berbeda lho, Bela. Apabila di masa kini, pasangan tersebut akan berbagi secangkir anggur atau menyalakan lilin bersama selama handfasting, juga dapat memasukkan unsur-unsur jenis ritual persatuan pernikahan yang lainnya. Mereka mungkin melakukan handfasting ketika upacara pernikahan atau di lain waktu di depan pertemuan yang lebih intim, pertemuan antar keluarga dan sahabat saja contohnya. 

Hal yang tetap sama di dalam handfasting dulu dan sekarang adalah pengikatan tangan pasangan. Kadang-kadang hanya tangan kanan mereka, atau terkadang kedua tangannya yang diikat dengan pita membuat simbol infinity. Hal ini dianggap apabila tangan dari keduanya terikat bersama, maka pasangan ini dapat dibilang telah bergabung dalam cinta, kepercayaan dan saling mendukung satu sama lain. Adapun lagi bagian yang unik dari handfasting ini adalah bahwa beberapa pasangan bahkan ada memilih untuk menjaga tangan mereka tetap diikat bersama sampai hari berikutnya, hal ini bertujuan agar sepenuhnya memahami komitmen yang mereka buat satu sama lain.

Penulis: Dinda Untoro

Baca Juga: Lebih Modern dan Minimalis, Ini 10 Tren Pernikahan di Tahun 2018