Aku mencintaimu. Kalau ditanya bagaimana mulanya, kita pasti akan sama-sama menjawab "tidak tahu." Tanggal jadian? Perayaan anniversary? Jangankan menjawab pertanyaan itu, yang ku ingat hanyalah pernyataan "Kamu bukan tipeku," yang terlontar dari mulut kita berdua saat membahas masa lalu. Dunia kita sangat berbeda, kamu pun menyadarinya. Hanya saja, kita memang berasal dari provinsi yang sama, dari situlah kita tahu kalau selera makan kita nyatanya serupa. Berawal dari ajakan-ajakan makan, aku dan kamu pun semakin sadar kalau sama-sama saling membutuhkan.

1. Aku sudah tahu masa lalumu, kamu tak perlu repot-repot meyakinkanku

Teman Tapi Menikah, Ini Rasanya Jatuh Cinta dengan Sahabatku Sendirithoughtcatalog.com

Berawal dari teman makan, dari situlah banyak cerita masa lalu dan harapan masa depan yang kamu lontarkan. Aku sudah tahu semua kisah-kisah di balik hubungan masa lalumu dan apa yang kamu harapkan dari pasangan di masa depan. Saat kita kini merencanakan pernikahan, kamu tak perlu lagi menjelaskan banyak hal. Potensi pertengkaran karena masalah mantan pacar juga sedikit berkurang.

2. Kita selalu punya sesuatu untuk dibicarakan, denganmu tak pernah ada kata bosan

Teman Tapi Menikah, Ini Rasanya Jatuh Cinta dengan Sahabatku Sendirimtv.com

Dengan teman makan yang kini jadi pasangan, aku tak pernah merasa bosan. Kita bisa terus berbicara tanpa henti dengan segala topik yang ada. Apalagi kita juga punya lingkaran pertemanan yang sama.  Kalau aku butuh waktu beberapa bulan untuk masuk ke zona nyaman dengan orang baru, denganmu tidak begitu. Aku bisa menjadi diri sendiri sepanjang waktu.

3. Sebelumnya, menjalin kasih tak pernah semenarik ini. Siapa sangka, ternyata aku bisa jatuh cinta pada sahabatku sendiri

Teman Tapi Menikah, Ini Rasanya Jatuh Cinta dengan Sahabatku Sendirijetss.com

Menikahi teman terbaik adalah hal yang menarik. Menghabiskan sisa hidup denganmu, orang yang telah melihat kondisi terbaik dan terburukku, jelas merupakan suatu pilihan yang tak akan ku sesali hingga nanti. Sebelum aku memutuskan untuk mencintaimu, hatiku telah bergerak dengan sendirinya untuk mencintaimu lebih dulu. Aku percaya, dari teman makan yang diam-diam saling lirik, kita bisa menjadi teman hidup yang asyik.

Sama seperti saat kita menghabiskan banyak waktu di warung makan dan juga restoran, aku percaya kita akan tetap berbagi canda dan tawa hingga hari tua.

BACA JUGA : Belajar dari Ayudia dan Ditto, Inilah Rasanya Menikah dengan Sahabat Sendiri​