Kedatanganmu adalah sebuah ‘kebetulan’ yang sama sekali tidak pernah aku pintakan. 

Menjadi obat yang sangat ampuh untuk luka patah hatiku yang berkepanjangan.

Namun,

Hatimu yang masih ‘tertinggal’ di tempat yang lain,

 membuatmu enggan memberiku kesempatan untuk menjadikan ‘kita’ mungkin.

Hari di mana perselingkuhan kekasihku akhirnya terbongkar, menghancurkan setiap kepingan-kepingan keinginan yang aku bangun dengan harapan. Aku yang seketika menjadi sangat hancur dan kehilangan tujuan, melewati hari dengan membodohi diri sendiri. 

Berbulan-bulan sakitnya tidak sedikit pun mereda, wajah kekasihku dan ‘pengkhianat’ di antara kami menjadikan patah hatiku kian memburuk dan bertambah-tambah. Berulang kali aku mencoba lari, namun malah membuat aku terperosok lebih jauh ke dalam lembah patah hati yang semakin menjadi-jadi.

Aku kira, hidupku akan berakhir dengan menyedihkan. Mati karena merasa dipatahkan oleh seorang manusia tak berhati yang dulunya aku sebut kekasih. Ternyata tidak...

1. Kehadiranmu

Kesempatan, Dua Hati dan Keraguan yang MembatasiPexels.com/Raj Vaishnaw

Suatu hari, kau masuk ke hidupku tanpa permisi. Aku bisa saja menolakmu dan menyuruhmu pergi jauh-jauh. Tapi tidak aku lakukan. Aku membiarkanmu masuk ke kehidupanku yang saat itu hanya berisi pecahan hati yang menyebar, berserakan dan berantakan di mana-mana. 

Aku membiarkanmu memberiku pertemanan, menghadirkan rasa nyaman, memberi begitu banyak perhatian, hingga mengembalikan tawa yang berbulan lamanya tidak lagi aku tunjukkan.

Kau merapikan kembali semua yang dihancurkan kekasihku dulu. Memberikan tangan, membantuku berdiri, membuat aku tidak sendirian dalam menyembuhkan lukaku lagi. 

2. Kita yang semakin dekat

Kesempatan, Dua Hati dan Keraguan yang MembatasiPexels.com/freestocks.org

Waktu berjalan, aku pun melupa...

Setelah sekian lama, bergumul dengan luka, akhirnya aku bisa mengatakan bahwa aku sudah baik-baik saja. Tentu saja, berkat bantuanmu juga.

Keterbiasaanku akan kehadiranmu, membuat rasa tertarik tumbuh tanpa sulit-sulit aku minta. Belum ‘CINTA’, belum ‘SAYANG’, namun rasa tertarik yang besar, yang aku harap dapat sama-sama kita jaga dan tumbuhkan.

Kau yang awalnya hadir ‘menggangguku’ justru kini terasa seperti ‘vitamin’ bagiku. Ternyata benar, orang-orang yang hadir saat patah, akan tertinggal jauh di dalam lubuk hati kita.

3. Aku, kau, dan 'kita' yang sedang diperjuangkan

Kesempatan, Dua Hati dan Keraguan yang MembatasiPexels.com/Lisa Fotios

Sampai suatu hari, kau berkata bahwa kita tidak bisa lebih dari ini. Kau tidak bisa memberiku kesempatan untuk menjadikan ‘kita’ mungkin. 

Aku tahu apa sebabnya, sebab hati yang hendak kau berikan padaku, nyatanya masih tertinggal di diri perempuan lain. Kau kesulitan mengambilnya, karena mungkin perempuan itu memberimu begitu banyak kenangan yang berarti, atau malah kisah sedih yang membuatmu merasa sangat tersakiti.

Aku tidak pernah keberatan dengan masa lalumu, aku bahkan tidak keberatan jika hatimu masih tertinggal di perempuan itu. Selama ada ‘kesempatan’, aku dengan senang hati akan mengambilkan kembali hatimu. Sama seperti kau yang dengan senang hati membantuku sembuh, aku pun dengan senang hati akan membantu mengambil kembali hatimu. 

Bila ia terluka, biarkan aku membantu membalut lukanya. 

Bila patah, biar aku membantu menyatukannya. 

Bila terasa sakit, biar bersamaku kau merasakannya. 

Dan bila akhirnya sembuh, biarkan aku yang menjaganya.

Namun sebelum itu semua, sebelum jauh kakiku melangkah, apa kau bersedia memberi ‘kita’ ‘kesempatan’? Karena tanpa ‘kesempatan’ apalah yang akan menjadi bahan bakar bila di tengah jalan nanti terdapat kerikil yang menggoyahkan kaki dan melemahkan hati?

Semoga kau mengerti dan bersedia membuka diri.

Mau ikut kompetisi menulis artikel surat terbuka dan dimuat di Popbela seperti ini? Baca ketentuannya di bawah ini.

Baca Juga: Ikut Kompetisi Menulis di Popbela, Bisa Dinner Gratis Bareng Pacar!